Menghormati dan Menghargai Ulama
Menghormati dan Menghargai Ulama
Pembukaan:
Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah Ta’ala. Dialah yang meninggikan derajat orang-orang berilmu. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Isi Ceramah:
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Di antara tanda baiknya agama seseorang adalah bagaimana ia memperlakukan ulama. Karena ulama bukan orang biasa. Mereka adalah pewaris para nabi, penjaga agama, dan penerang jalan umat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُوْقِرْ كَبِيْرَنَا ... وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang kecil, tidak menghormati yang tua, dan tidak mengetahui hak orang alim (ulama).”
Hadits ini menunjukkan bahwa menghormati ulama bukan sekadar etika, tapi bagian dari ajaran Nabi ﷺ.
Hadirin sekalian,
Para ulama dahulu mengatakan bahwa mengagungkan ulama adalah bagian dari mengagungkan Allah. Karena ulama membawa ilmu Allah, mengajarkan Al-Qur’an, dan menjaga sunnah Rasulullah ﷺ.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللَّهِ تَعَالَى: إِكْرَامَ حَامِلِ الْقُرْآنِ...
“Termasuk mengagungkan Allah adalah memuliakan penghafal Al-Qur’an…”
Artinya, ketika kita menghormati ulama, sejatinya kita sedang memuliakan agama itu sendiri.
Kisah Salaf :
Lihatlah bagaimana para sahabat menghormati ulama.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, seorang ulama besar, pernah memegang tali tunggangan gurunya, Zaid bin Tsabit. Padahal kedudukannya sangat tinggi. Tapi ia berkata:
“Beginilah kami diperintahkan untuk memperlakukan ulama kami.”
Subhanallah…
Bahkan Ibnu Abbas pernah datang ke rumah seorang sahabat untuk belajar hadits. Ia tidak mengetuk pintu. Ia hanya duduk di depan rumah, menunggu… sampai angin meniup debu ke wajahnya.
Ketika sahabat itu keluar, ia berkata:
“Kenapa tidak memanggilku saja?”
Ibnu Abbas menjawab:
“Aku yang lebih pantas datang kepadamu.”
Inilah rendah hati di hadapan ulama.
Adab kepada Ulama
Hadirin yang dirahmati Allah,
Sayyidina Ali radhiyallahu ‘anhu menjelaskan adab kepada ulama:
- Jangan banyak membantah
- Jangan memotong pembicaraan
- Jangan mencari-cari kesalahan
- Jika ia salah, maafkan
- Duduk dengan sopan di hadapannya
- Dengarkan dengan hati, bukan hanya telinga
Beliau mengibaratkan ulama seperti pohon kurma:
“Engkau duduk di bawahnya… dan akan terus jatuh manfaat untukmu.”
Realita Zaman Sekarang
Namun hari ini, yang terjadi justru sebaliknya…
- Ulama dihina di media sosial
- Ilmunya diremehkan
- Bahkan dibandingkan dengan opini sendiri
Padahal tanpa ulama, kita tidak akan tahu mana halal dan haram.
Hati-hati…
Meremehkan ulama bisa menjadi sebab hilangnya keberkahan ilmu dan hidup.
Penutup
Hadirin sekalian,
Mari kita renungkan…
Siapa yang mengajarkan kita Al-Qur’an?
Siapa yang menunjukkan jalan kebenaran?
Mereka adalah ulama…
Kalau hari ini kita masih bisa shalat, masih bisa mengenal Allah, itu semua karena jasa mereka.
Maka hormatilah mereka…
Doakan mereka…
Dan ambillah ilmu mereka dengan adab.
Doa Penutup:
اللهم اغفر لنا ولوالدينا ولمشايخنا وعلمائنا
اللهم بارك في علمهم واجعلنا من المتأدبين معهم
Ya Allah, ampunilah kami, orang tua kami, dan para guru serta ulama kami.
Berkahilah ilmu mereka, dan jadikan kami termasuk orang yang beradab kepada mereka.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Post a Comment