Allah Penjamin Rezeki Seluruh Makhluk

Materi Ceramah

“Allah Penjamin Rezeki Seluruh Makhluk”

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Hijr Ayat 20


PEMBUKAAN

الحمد لله الرزاق ذي القوة المتين، الذي تكفل بأرزاق عباده أجمعين.

أما بعد…

Jamaah yang dirahmati Allah…

Di dunia ini… yang paling sering membuat manusia stres adalah: “Besok makan apa?”

😂

Begitu bangun tidur: cek saldo.

Sebelum tidur: cek cicilan.

Tanggal muda: senyum lebar.

Tanggal tua: mie instan mulai akrab kembali.

😂😂😂

Padahal Allah sudah menegaskan: Dialah pemberi rezeki seluruh makhluk.


AYAT POKOK

Firman Allah ﷻ

وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيْهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَّسْتُمْ لَهٗ بِرٰزِقِيْنَ

Artinya:
“Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya.”

(QS. Al-Hijr: 20)


MAKNA AYAT

Allah menjelaskan: bumi ini dipenuhi:

  • sumber makanan,
  • air,
  • tumbuhan,
  • hewan,
  • lautan,
  • tambang,
  • udara,
  • dan segala kebutuhan hidup.

Semua itu Allah siapkan untuk manusia.

Bahkan bukan hanya manusia… hewan-hewan pun Allah beri rezeki.


DALIL AL-QUR’AN TENTANG REZEKI

1. Semua makhluk dijamin rezekinya

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا

Artinya:
“Tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan Allah yang menjamin rezekinya.”

(QS. Hud: 6)


2. Allah sebaik-baik pemberi rezeki

وَاللّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

Artinya:
“Dan Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.”

(QS. Al-Jumu’ah: 11)


3. Burung saja diberi rezeki

اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰۤفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَ ۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُ

Artinya:
“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung di atas mereka yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya? Tidak ada yang menahannya selain Allah Yang Maha Pengasih.”

(QS. Al-Mulk: 19)


HADIS TENTANG TAWAKAL DAN REZEKI

Rasulullah ﷺ bersabda

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ

Artinya:
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki.”

Burung:

  • pagi keluar lapar,
  • sore pulang kenyang.

(HR. Sunan At-Tirmidzi)


PENJELASAN ULAMA

Tafsir Ibnu Katsir

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan:

Allah menyediakan berbagai bentuk penghidupan bagi manusia:

  • perdagangan,
  • pertanian,
  • peternakan,
  • lautan,
  • dan seluruh sarana kehidupan.

Penjelasan Imam As-Sa'di

Dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman:

Ayat ini mengajarkan: manusia bukan pemberi rezeki sejati.

Kita hanya perantara.

Yang memberi rezeki hakikatnya adalah Allah.


MANUSIA SERING SALAH PAHAM SOAL REZEKI

Kadang manusia merasa:

  • “Aku sukses karena kepintaranku.”
  • “Aku kaya karena usahaku.”

Padahal:

  • kesehatan dari Allah,
  • peluang dari Allah,
  • udara dari Allah,
  • umur dari Allah.

Kalau Allah cabut kesehatan satu minggu saja… semua pekerjaan bisa berhenti.


HUMOR 😄

Jamaah…

Kadang manusia lucu.

Baru gajian: “Alhamdulillah rezeki dari Allah.”

Tiga hari kemudian saldo tinggal receh: “Siapa yang menghabiskan ini semua?”

😂😂😂

Ada lagi…

Ayam saja bangun pagi cari makan.

Eh manusianya bangun siang… masih bilang: “Rezeki gak datang-datang.”

😂😂😂

Burung saja terbang cari makan.

Tidak ada burung di sarang sambil berkata: “Ya Allah kirim GoFood.”

😂😂😂

Kadang ada orang: kerja malas, ibadah malas, doa malas…

tapi pengin kaya.

Malaikat saja bingung: “Ini maunya apa sebenarnya?”

😂😂😂


PELAJARAN BESAR DARI AYAT INI

1. Allah yang memberi rezeki

Bos bukan pemberi rezeki. Pelanggan bukan pemberi rezeki. Pemerintah bukan pemberi rezeki.

Mereka hanya perantara.

Pemberi rezeki sejati: Allah.


2. Tawakal harus disertai usaha

Burung tetap keluar sarang.

Artinya:

  • doa → iya,
  • usaha → iya,
  • tawakal → iya.

3. Jangan takut miskin karena taat

Banyak orang takut:

  • kalau jujur nanti rugi,
  • kalau halal nanti sempit,
  • kalau sedekah nanti miskin.

Padahal Allah menjamin rezeki.


HADIS TENTANG SEDEKAH

Rasulullah ﷺ bersabda

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Artinya:
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”

(HR. Shahih Muslim)


REZEKI BUKAN HANYA UANG

Kadang orang kaya uang… tetapi:

  • tidak tenang,
  • sakit-sakitan,
  • keluarganya berantakan.

Ada orang sederhana… tetapi:

  • hatinya tenang,
  • anaknya saleh,
  • hidupnya berkah.

Itu juga rezeki.


KISAH MENYENTUH

Imam Ahmad bin Hanbal pernah sangat miskin.

Tetapi beliau berkata:

“Tidak ada hari yang aku lalui kecuali aku melihat pertolongan Allah.”

Karena orang yang dekat dengan Allah tidak pernah benar-benar miskin.


RENUNGAN MENDALAM

Jamaah…

Selama ini kita makan… siapa yang menumbuhkan padi?

Siapa yang menurunkan hujan?

Siapa yang membuat ikan hidup di laut?

Siapa yang membuat buah matang?

Allah.

Maka sungguh aneh… kalau manusia menikmati rezeki Allah… tetapi lupa bersujud kepada-Nya.


PENUTUP 

Jangan takut soal rezeki… takutlah kalau jauh dari Allah.

Karena kalau Allah dekat:

  • hati tenang,
  • hidup berkah,
  • rezeki cukup.

Dan ingat…

Yang menjamin hidup kita bukan saldo… tetapi Allah Rabb semesta alam.


DOA 

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا وَاسِعًا مُبَارَكًا فِيْهِ

Artinya:
“Ya Allah, berilah kami rezeki yang halal, baik, luas, dan penuh berkah.”


اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ حَقَّ التَّوَكُّلِ

Artinya:
“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang bertawakal kepada-Mu dengan sebenar-benarnya tawakal.”

آمين يا رب العالمين.

Tidak ada komentar