Bertanyalah Kepada Ahlinya: Adab Mencari Ilmu dalam Islam
Materi Ceramah
“Bertanyalah Kepada Ahlinya: Adab Mencari Ilmu dalam Islam”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Di zaman sekarang orang sangat mudah berbicara.
Baru baca satu status… langsung merasa jadi ulama.
Baru nonton video 30 detik… sudah berani debat tafsir.
Padahal Islam mengajarkan:
Kalau tidak tahu… bertanyalah kepada ahlinya.
1. Ayat Utama Ceramah
Al-Qur’an Surah An-Naḥl ayat 43
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya:
“Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”
2. Sebab Turunnya Ayat
Orang-orang kafir Quraisy heran:
“Kenapa Rasul itu manusia biasa? Kenapa bukan malaikat?”
Mereka berkata sebagaimana dalam Surah Al-Furqan ayat 7:
وَقَالُوْا مَالِ هٰذَا الرَّسُوْلِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِيْ فِى الْاَسْوَاقِۗ لَوْلَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُوْنَ مَعَهٗ نَذِيْرًا
Artinya:
“Mereka berkata: ‘Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya agar malaikat itu memberi peringatan bersama dia?’”
Penjelasan
Allah menjawab:
- Semua nabi adalah manusia,
- makan,
- minum,
- menikah,
- berdagang,
- hidup di tengah masyarakat.
Karena manusia lebih mudah meneladani manusia.
Kalau nabi itu malaikat… nanti manusia bilang:
“Ya jelas malaikat kuat ibadah… wong dia nggak ngantuk habis sahur.”
3. Bertanya kepada Ahlinya
Makna “Ahludz Dzikr”
Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim:
“Ahludz dzikr adalah orang-orang yang memiliki ilmu tentang kitab Allah dan syariat-Nya.”
Artinya:
- kalau sakit → tanya dokter,
- kalau bangun rumah → tanya tukang,
- kalau masalah agama → tanya ulama.
Jangan terbalik.
Kadang sekarang… masalah agama tanya influencer, masalah kesehatan tanya komentar Facebook, masalah rumah tangga tanya netizen TikTok.
Akhirnya bukan selesai masalah… malah tambah episode.
4. Islam Memuliakan Ilmu
Dalil Al-Qur’an
Surah Az-Zumar ayat 9
قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
Artinya:
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
Tafsir Ulama
Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’an menjelaskan:
“Ayat ini menunjukkan keutamaan ilmu dan kemuliaan para ulama.”
Karena itu… dalam Islam orang berilmu sangat dihormati.
5. Bahaya Bicara Tanpa Ilmu
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Isra’ ayat 36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ
Artinya:
“Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui ilmunya.”
Hadis Nabi ﷺ
مَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ فَأَصَابَ فَقَدْ أَخْطَأَ
Artinya:
“Barang siapa berkata tentang Al-Qur’an dengan pendapatnya sendiri lalu ia merasa benar, maka sungguh ia telah salah.”
(HR. Sunan Abi Dawud)
Penjelasan
Agama tidak boleh berdasarkan:
- perasaan,
- asumsi,
- atau “katanya”.
Hari ini banyak orang:
“Menurut saya…”
Padahal baru baca terjemahan satu ayat.
Kalau urusan mesin pesawat saja kita tidak berani sok tahu…
masa urusan agama yang menentukan surga neraka malah nekat bicara tanpa ilmu?
6. Adab Bertanya dalam Islam
Hadis Tentang Obat Kebodohan
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ
Artinya:
“Mengapa mereka tidak bertanya ketika tidak mengetahui? Sesungguhnya obat kebodohan adalah bertanya.”
(HR. Sunan Abi Dawud)
Pelajaran
Bertanya itu bukan tanda bodoh.
Yang bahaya adalah:
- malu bertanya,
- tapi percaya diri menjawab.
Kadang ada orang: ditanya dalil malah jawab:
“Pokoknya feeling saya begitu.”
Ini agama… bukan ramalan cuaca hati.
7. Ulama Pewaris Nabi
Hadis Nabi ﷺ
وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ
Artinya:
“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.”
(HR. Sunan at-Tirmidzi)
Ulasan Ulama
Imam An-Nawawi menjelaskan:
“Ulama disebut pewaris nabi karena mereka mewarisi ilmu, dakwah, dan bimbingan umat.”
Bukan mewarisi:
- mobil nabi,
- rumah nabi,
- atau deposito nabi.
Yang diwarisi adalah ilmu dan akhlak.
8. Pentingnya Belajar kepada Guru
Jamaah sekalian…
Belajar agama harus ada guru.
Karena ilmu tanpa guru kadang membuat orang:
- salah paham,
- merasa paling benar,
- gampang mengkafirkan,
- dan sulit dinasihati.
Imam Malik berkata:
“Ilmu itu agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”
Kitab Rujukan
- Muqaddimah Shahih Muslim
9. Humor: Google vs Guru
Sekarang orang kalau sakit kepala:
- buka Google.
Lima menit kemudian:
“Kayaknya saya kena penyakit langka…”
Padahal cuma kurang minum.
Begitu juga agama.
Baru nonton satu video:
“Wah semua amalan orang salah kecuali saya.”
Padahal wudunya sendiri kadang masih lupa basuh siku.
10. Nabi Muhammad ﷺ Adalah Manusia Terbaik
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Kahfi ayat 110
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ
Artinya:
“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diberi wahyu kepadaku.”
Pelajaran
Nabi ﷺ adalah manusia:
- merasakan lapar,
- sedih,
- lelah,
- tetapi tetap taat kepada Allah.
Ini membuat kita sadar: Kalau Nabi saja diuji… maka kita juga pasti diuji.
11. Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Kalau tidak tahu:
- jangan malu bertanya,
- jangan sok pintar,
- jangan merasa paling benar.
Karena ilmu adalah cahaya.
Dan orang yang sombong terhadap ilmu… akan mudah tersesat.
Mari kita jadi hamba yang:
- cinta belajar,
- hormat kepada ulama,
- dan rendah hati dalam mencari ilmu.
Doa
اللَّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَانْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا وَزِدْنَا عِلْمًا
“Ya Allah, ajarkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, berilah manfaat dari ilmu yang Engkau ajarkan kepada kami, dan tambahkanlah ilmu kepada kami.”
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
“Ya Allah, tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berilah kami kemampuan mengikutinya. Dan tunjukkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan berilah kami kemampuan menjauhinya.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment