Hijrah Tanpa Menoleh ke Belakang
Materi Ceramah
“Hijrah Tanpa Menoleh ke Belakang”
Kajian Surah Al-Qur'an Surat Al Hijr ayat 65
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du…
Jamaah yang dirahmati Allah…
Dalam hidup ini ada saatnya kita harus pergi:
- pergi dari dosa,
- pergi dari lingkungan buruk,
- pergi dari kebiasaan maksiat,
- bahkan pergi dari masa lalu yang merusak iman.
Nabi Luṭ a.s. diperintah Allah untuk keluar dari negeri maksiat. Bukan sekadar pindah tempat… tetapi menyelamatkan iman.
Dan menariknya… Allah memerintahkan:
“Jangan menoleh ke belakang.”
Kenapa?
Karena orang yang terlalu sibuk melihat masa lalu… sering gagal melangkah menuju masa depan.
1. Membaca Ayat Utama
Firman Allah
Surah Al-Hijr ayat 65
﴿فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ اللَّيْلِ وَاتَّبِعْ أَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ وَامْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُونَ﴾
Artinya:
“Maka pergilah engkau pada akhir malam bersama keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang. Jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu.”
Tafsir Ayat
Ayat ini berisi perintah Allah kepada Nabi Luṭ:
- Segera keluar dari negeri maksiat.
- Membawa keluarga yang beriman.
- Jangan menoleh ke belakang.
- Tetap berjalan menuju tempat keselamatan.
Penjelasan Ulama
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm:
“Larangan menoleh dimaksudkan agar hati mereka tidak sedih terhadap azab yang menimpa kaum kafir.”
Imam Al-Qurṭubi dalam Al-Jāmi‘ li Ahkām al-Qur’ān:
“Ini juga mengandung makna agar mereka tidak kembali mencintai tempat maksiat yang telah ditinggalkan.”
2. Hijrah Itu Butuh Keberanian
Hijrah bukan cuma pindah tempat. Hijrah adalah:
- pindah hati,
- pindah kebiasaan,
- pindah dari gelap menuju cahaya.
Firman Allah
Surah Al-Baqarah ayat 218
﴿إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ﴾
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah.”
Hadis Nabi ﷺ
«الْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ»
Artinya:
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.”
(HR. Sahih al-Bukhari)
Renungan
Kadang orang berkata:
“Saya ingin berubah.”
Tapi:
- masih nongkrong di tempat lama,
- masih buka dosa lama,
- masih dekat dengan lingkungan yang menjatuhkan.
Bagaimana mau maju kalau kaki jalan ke depan tapi hati parkir di belakang?
Humor Lucu 😄
Ada orang bilang:
“Saya sudah hijrah.”
Tapi playlist musiknya masih galau 2017, chat mantan masih di-pin, foto lama masih disimpan 3 folder backup 😄
Itu hijrah atau pindahan kontrakan? 😄
3. Jangan Menoleh ke Belakang
Larangan menoleh punya makna mendalam:
- jangan ragu meninggalkan dosa,
- jangan nostalgia dengan maksiat,
- jangan iri kepada kehidupan orang fasik.
Firman Allah
Surah Al-Mā’idah ayat 100
﴿قُل لَّا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ﴾
Artinya:
“Katakanlah: tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu.”
Komentar Ulama
Syaikh As-Sa‘di dalam Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān:
“Jangan tertipu dengan banyaknya pelaku kebatilan.”
Realita Zaman Sekarang
Hari ini dosa dibuat menarik:
- maksiat dikemas lucu,
- aurat dijadikan hiburan,
- zina disebut cinta,
- riba disebut gaya hidup.
Padahal racun tetap racun… meski botolnya warna pink. 😄
Humor Segar 😄
Sekarang orang takut ketinggalan tren.
FOMO katanya…
Takut ketinggalan diskon, takut ketinggalan gosip, takut ketinggalan konser…
Tapi tidak takut ketinggalan salat Subuh 😄
Alarm Subuh dimatikan… alarm flash sale malah bangun duluan 😄
4. Pemimpin Harus Melindungi Keluarga
Allah memerintahkan Nabi Luṭ berjalan di belakang keluarganya. Artinya:
- memastikan mereka aman,
- menjaga rombongan,
- bertanggung jawab.
Firman Allah
Surah At-Taḥrīm ayat 6
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا﴾
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
Hadis Nabi ﷺ
«كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»
Artinya:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
Pelajaran
Orang tua jangan hanya sibuk:
- memberi makan anak,
- membeli HP mahal,
- membayar sekolah.
Tetapi lupa:
- mengajari salat,
- mengawasi pergaulan,
- menjaga akhlak.
Humor Keluarga 😄
Kadang orang tua hafal:
- password WiFi,
- PIN ATM,
- jadwal bola Eropa…
Tapi tidak hafal: anaknya salat atau tidak 😄
5. Tetap Jalan Sesuai Perintah Allah
Allah berkata:
“Teruskan perjalanan ke tempat yang diperintahkan.”
Artinya:
- jangan berhenti di tengah jalan,
- jangan putus asa,
- tetap istiqamah.
Firman Allah
Surah Fuṣṣilat ayat 30
﴿إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ﴾
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka.”
Komentar Ulama
Imam An-Nawawi:
“Istiqamah adalah terus taat kepada Allah tanpa menyimpang.”
(Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim)
Pesan Moral Ceramah
1. Hijrah harus total
2. Tinggalkan lingkungan maksiat
3. Jangan nostalgia dengan dosa lama
4. Orang tua wajib menjaga keluarga
5. Istiqamah sampai akhir hayat
6. Keselamatan ada dalam ketaatan kepada Allah
Humor Penutup 😄
Ada orang bilang:
“Saya ingin berubah jadi lebih baik.”
Tapi lingkungannya:
- ngajak nongkrong terus,
- ngajak gibah,
- ngajak maksiat.
Itu seperti orang mau kurus… tapi tidur di toko donat 😄
Penutup
Firman Allah
Surah Az-Zumar ayat 54
﴿وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ﴾
Artinya:
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya.”
Doa Penutup
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ التَّائِبِينَ الصَّادِقِينَ، وَاحْفَظْ أَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا مِنَ الْفِتَنِ
Artinya:
“Ya Allah, teguhkan hati kami di atas agama-Mu, jadikan kami termasuk orang-orang yang benar dalam taubatnya, dan jagalah keluarga serta anak-anak kami dari fitnah.”
والله أعلم بالصواب.
Post a Comment