Jangan Merasa Bisa Lari dari Allah
Materi Ceramah
“Jangan Merasa Bisa Lari dari Allah”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Manusia hari ini sangat sibuk:
- mengejar dunia,
- mencari rezeki,
- bepergian ke sana kemari,
- membangun usaha,
- memperluas bisnis.
Tetapi kadang lupa… bahwa hidup ini berada dalam pengawasan Allah.
Tidak ada satu tempat pun yang bisa dipakai bersembunyi dari kekuasaan-Nya.
1. Ayat Utama Ceramah
Al-Qur’an Surah An-Naḥl ayat 46
اَوْ يَأْخُذَهُمْ فِيْ تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُمْ بِمُعْجِزِيْنَ
Artinya:
“Atau Allah mengazab mereka pada waktu mereka dalam perjalanan; sehingga mereka tidak berdaya menolak (azab itu).”
2. Azab Bisa Datang Saat Manusia Sibuk Dunia
Ayat ini menggambarkan:
- manusia bepergian,
- berdagang,
- bekerja,
- merasa aman,
tetapi ternyata azab Allah bisa datang kapan saja.
Kadang manusia merasa:
“Saya masih sehat.”
Padahal ada orang:
- pagi masih olahraga,
- siang update story,
- malam sudah dikabarkan meninggal.
Karena ajal tidak menunggu:
- saldo ATM,
- jabatan,
- ataupun wishlist selesai.
3. Tidak Ada yang Bisa Lari dari Allah
Dalil Al-Qur’an
Surah Ar-Raḥmān ayat 33
يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْا ۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍ
Artinya:
“Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan.”
Tafsir Ulama
Al-Qurthubi menjelaskan dalam Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’an:
“Tidak ada tempat melarikan diri dari ketentuan Allah.”
Mau:
- sembunyi di gunung,
- di bunker,
- di gedung tinggi,
- atau di balik password WiFi tetangga…
kalau Allah berkehendak… semua tidak bisa menyelamatkan.
4. Kesibukan Dunia Jangan Membuat Lalai
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Munāfiqūn ayat 9
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.”
Penjelasan
Mencari nafkah itu ibadah.
Tetapi kalau:
- bisnis membuat lupa salat,
- kerja membuat lupa keluarga,
- uang membuat lupa halal-haram,
maka dunia sudah mulai menguasai hati.
5. Orang Zalim Tidak Akan Bisa Mengalahkan Allah
Dalil Al-Qur’an
Surah Ibrahim ayat 42
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ
Artinya:
“Jangan sekali-kali engkau mengira bahwa Allah lengah terhadap apa yang diperbuat orang-orang zalim.”
Ulasan Ulama
Ibnu Katsir menjelaskan:
“Allah menangguhkan hukuman orang zalim, tetapi tidak melupakannya.”
Kitab Rujukan
- Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim
6. Hadis Tentang Penangguhan Azab
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah memberi penangguhan kepada orang zalim. Namun apabila Allah menyiksanya, maka dia tidak akan lolos.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
7. Kesombongan Manusia Modern
Jamaah sekalian…
Hari ini manusia merasa hebat karena:
- mobil mewah,
- followers banyak,
- bisnis besar,
- teknologi canggih.
Tetapi virus kecil saja pernah membuat dunia panik.
Artinya: manusia lemah.
Kadang sinyal hilang dua menit saja… sudah merasa kiamat kecil.
8. Dunia Hanya Sementara
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Ḥadīd ayat 20
اعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ
Artinya:
“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan…”
Penjelasan
Dunia:
- hanya sementara,
- tidak abadi,
- tidak layak membuat kita sombong.
Hari ini dipuji… besok dilupakan.
Hari ini viral… besok tenggelam.
Kadang yang paling cepat hilang itu bukan kuota internet… tetapi popularitas manusia.
9. Persiapkan Bekal Sebelum Terlambat
Hadis Nabi ﷺ
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
Artinya:
“Orang cerdas adalah yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.”
(HR. Sunan at-Tirmidzi)
Pelajaran
Cerdas menurut dunia:
- IPK tinggi,
- bisnis sukses,
- penghasilan besar.
Tetapi cerdas menurut Rasulullah ﷺ:
- ingat akhirat,
- menjaga amal,
- dan mempersiapkan kematian.
10. Muhasabah Diri
Jamaah yang dirahmati Allah…
Mari bertanya kepada diri sendiri:
- Sudahkah pekerjaan mendekatkan kita kepada Allah?
- Sudahkah rezeki kita halal?
- Sudahkah perjalanan hidup kita menuju ridha Allah?
Karena suatu hari nanti… semua perjalanan akan berhenti.
Dan kita akan kembali kepada Allah.
Penutup
Jangan merasa:
- kuat,
- aman,
- atau bisa lari dari ketentuan Allah.
Karena manusia hanyalah hamba.
Yang selamat bukan yang paling kaya… tetapi yang paling bertakwa.
Doa
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا
“Ya Allah, jangan jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami dan puncak ilmu kami.”
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا تَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ
“Ya Allah, karuniakan kepada kami tobat sebelum kematian, ketenangan saat kematian, dan ampunan setelah kematian.”
اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْإِيمَانِ وَالْإِحْسَانِ
“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan iman dan ihsan.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment