Keadaan Penghuni Neraka, Makanan dan Minuman Mereka
Ceramah: “Keadaan Penghuni Neraka, Makanan dan Minuman Mereka”
Tadzkirah tentang Dahsyatnya Azab Jahannam
Mukadimah
الحمد لله الذي خوّف عباده بالنار رحمةً بهم، وبشّر أهل الطاعة بالجنة فضلًا منه وكرمًا، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba‘du…
Jamaah rahimakumullah…
Banyak manusia takut:
- miskin
- sakit
- gagal
- dihina manusia
Tetapi sedikit yang benar-benar takut kepada neraka.
Padahal… panas dunia dibanding panas neraka… tidak ada apa-apanya.
Malam hari ini kita akan merenungkan: bagaimana keadaan penghuni neraka, makanan mereka, minuman mereka, dan penyesalan mereka.
Semoga hati kita lembut… dan semoga Allah menyelamatkan kita semua dari api Jahannam.
آمين يا رب العالمين
1. KEADAAN PENGHUNI NERAKA
Disebutkan dalam atsar yang Anda bawakan tentang dahsyatnya keadaan penghuni neraka. Sebagian riwayat dalam kitab-kitab az-zuhd dan targhib wa tarhib memuat gambaran keras tentang kondisi mereka. Maknanya diperkuat oleh ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis shahih tentang azab Jahannam.
Wajah Mereka Hitam dan Hina
Firman Allah
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَّتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ
“Pada hari itu ada wajah yang putih berseri dan ada wajah yang hitam muram.”
(QS. Āli ‘Imrān: 106)
Tafsir Ulama
Imam Al-Qurthubi menjelaskan dalam Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān:
“Hitamnya wajah adalah tanda kehinaan, kesedihan, dan azab.”
Tubuh Mereka Dibesarkan
Hadis Nabi ﷺ
إِنَّ غِلَظَ جِلْدِ الْكَافِرِ اثْنَانِ وَأَرْبَعُونَ ذِرَاعًا
“Sesungguhnya tebal kulit orang kafir di neraka adalah empat puluh dua hasta.”
(HR. Sahih Muslim)
Hikmahnya
Para ulama menjelaskan: tubuh mereka dibesarkan agar lebih kuat merasakan azab.
Na‘ūdzu billāh.
2. TIDAK MATI DAN TIDAK HIDUP
Firman Allah
ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰى
“Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup.”
(QS. Al-A‘lā: 13)
Tafsir
Ibnu Katsir berkata:
“Mereka tidak mati sehingga bisa beristirahat, dan tidak hidup dengan kehidupan yang nyaman.”
Renungan
Di dunia… orang sakit masih bisa tidur.
Orang susah masih bisa tertawa.
Tetapi di neraka… tidak ada istirahat.
3. MAKANAN PENGHUNI NERAKA
Allah menggambarkan makanan mereka sangat mengerikan.
Pohon Zaqqum
Firman Allah
اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِۙ طَعَامُ الْاَثِيْمِۚ
“Sesungguhnya pohon zaqqum itu adalah makanan orang yang banyak dosa.”
(QS. Ad-Dukhān: 43–44)
Firman Allah
طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ
“Buahnya seperti kepala-kepala setan.”
(QS. Aṣ-Ṣāffāt: 65)
Tafsir Ulama
Imam Ath-Thabari menjelaskan:
“Zaqqum adalah makanan paling buruk, panas, pahit, dan menyiksa.”
Hadis Nabi ﷺ
لَوْ أَنَّ قَطْرَةً مِنَ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ فِي الدُّنْيَا لَأَفْسَدَتْ عَلَى أَهْلِ الدُّنْيَا مَعَايِشَهُمْ
“Andai setetes zaqqum diteteskan ke dunia, niscaya akan merusak kehidupan manusia.”
(HR. Sunan Tirmidzi)
4. MINUMAN PENGHUNI NERAKA
Air Mendidih
Firman Allah
وَسُقُوْا مَاۤءً حَمِيْمًا فَقَطَّعَ اَمْعَاۤءَهُمْ
“Mereka diberi minuman air yang mendidih sehingga memotong usus-usus mereka.”
(QS. Muḥammad: 15)
Firman Allah
يُصْهَرُ بِهٖ مَا فِيْ بُطُوْنِهِمْ وَالْجُلُوْدُ
“Dengan air itu dihancurkan apa yang ada dalam perut mereka dan kulit mereka.”
(QS. Al-Ḥajj: 20)
Minuman Nanah dan Darah
Firman Allah
وَيُسْقٰى مِنْ مَّاۤءٍ صَدِيْدٍۙ يَّتَجَرَّعُهٗ وَلَا يَكَادُ يُسِيْغُهٗ
“Dan dia diberi minuman dengan air nanah, diminumnya sedikit demi sedikit dan hampir tidak bisa menelannya.”
(QS. Ibrāhīm: 16–17)
Penjelasan Ulama
Imam Al-Baghawi menjelaskan:
“Ṣadīd adalah cairan nanah dan darah penghuni neraka.”
Na‘ūdzu billāh.
5. PENYESALAN PENGHUNI NERAKA
Firman Allah
رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَالِّيْنَ
“Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami dan kami adalah orang-orang yang sesat.”
(QS. Al-Mu’minūn: 106)
Firman Allah
رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ اِنَّا مُؤْمِنُوْنَ
“Ya Tuhan kami, hilangkanlah azab dari kami, sesungguhnya kami akan beriman.”
(QS. Ad-Dukhān: 12)
Tetapi Penyesalan Sudah Terlambat
Firman Allah
اخْسَـُٔوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْنِ
“Tinggallah kalian dengan hina di dalamnya dan jangan berbicara dengan-Ku.”
(QS. Al-Mu’minūn: 108)
6. MEREKA DIRANTAI DAN DISERET
Firman Allah
اِذِ الْاَغْلٰلُ فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلٰسِلُ يُسْحَبُوْنَ
“Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, mereka diseret.”
(QS. Ghāfir: 71)
Firman Allah
يَوْمَ يُسْحَبُوْنَ فِى النَّارِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْ
“Pada hari mereka diseret ke neraka di atas wajah mereka.”
(QS. Al-Qamar: 48)
Tafsir Ulama
Imam As-Sa'di menjelaskan:
“Diseret di atas wajah adalah bentuk penghinaan paling besar.”
7. MENGAPA MEREKA MASUK NERAKA?
Karena:
- kufur
- syirik
- meninggalkan salat
- mengikuti hawa nafsu
- mendustakan ayat Allah
- zalim kepada manusia
Firman Allah
مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَۗ قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَۙ
“Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Saqar? Mereka menjawab: dahulu kami tidak termasuk orang yang salat.”
(QS. Al-Muddatsṡir: 42–43)
8. JALAN SELAMAT DARI NERAKA
a. Tauhid
Firman Allah
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ
“Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7)
b. Menjaga salat
Hadis Nabi ﷺ
الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ
“Pembatas antara kami dan mereka adalah salat.”
(HR. Sunan Tirmidzi)
c. Banyak istighfar dan taubat
Firman Allah
وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ
“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang beriman.”
(QS. An-Nūr: 31)
Renungan Penutup
Jamaah rahimakumullah…
Kalau malam ini kita masih bisa:
- mendengar ayat Allah
- hadir di majelis ilmu
- menangis karena dosa
itu tanda Allah masih memberi kesempatan.
Karena penghuni neraka… ingin kembali satu detik saja ke dunia.
Tetapi kesempatan itu sudah tidak ada.
Doa Penutup
اللَّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِلْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ
“Ya Allah, lindungilah kami dari neraka dan segala perkataan serta perbuatan yang mendekatkan kepadanya. Jadikan kami penghuni surga, ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment