Ketika Kebaikan Dianggap Gangguan
Materi Ceramah
“Ketika Kebaikan Dianggap Gangguan”
Tafsir Surah Al-Ḥijr Ayat 70
Pembukaan
الحمد لله الذي جعل الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر سبب خير هذه الأمة، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Salah satu tanda rusaknya zaman adalah: ketika orang baik dianggap mengganggu…
Yang mengingatkan salat dianggap cerewet.
Yang mengajak ngaji dianggap sok alim.
Yang menasihati dianggap tidak asyik.
Sebaliknya… yang mengajak maksiat malah dianggap teman terbaik!
Dan inilah yang dialami Nabi Luṭ a.s.
Beliau membela tamunya dan menjaga kehormatan mereka, tetapi kaumnya berkata:
“Bukankah kami sudah melarangmu melindungi manusia?”
Seolah-olah kebaikan itu sebuah kesalahan.
Ayat Utama
Al-Qur'an Surah Al-Ḥijr Ayat 70
قَالُوْٓا اَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
Artinya:
“Mereka berkata, ‘Bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?’”
Makna Besar Ayat
Ayat ini mengandung pelajaran:
- Orang rusak sering membenci orang baik
- Amar makruf nahi mungkar selalu mendapat tantangan
- Bahaya lingkungan yang mendukung maksiat
- Nabi tetap teguh walau ditekan
- Pentingnya mempertahankan prinsip kebenaran
1. Orang Rusak Tidak Suka Dinasehati
Kaum Nabi Luṭ marah karena Nabi Luṭ melindungi tamunya.
Kenapa?
Karena orang yang tenggelam dalam maksiat sering merasa terganggu dengan orang saleh.
Cahaya memang menyakitkan bagi mata yang terbiasa gelap.
Dalil Al-Qur'an
Surah Al-Baqarah Ayat 44
اَتَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ اَنْفُسَكُمْ
Artinya:
“Apakah kamu menyuruh manusia berbuat baik tetapi melupakan dirimu sendiri?”
Surah Al-Muṭaffifīn Ayat 29–30
اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَ ٢٩ وَاِذَا مَرُّوْا بِهِمْ يَتَغَامَزُوْنَ ٣٠
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa dahulu menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang beriman lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedipkan mata.”
Hadis Nabi ﷺ
Riwayat Muslim
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ
Artinya:
“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya.”
Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi dalam Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim menjelaskan:
Orang yang istiqamah di akhir zaman sering dianggap aneh karena banyak manusia telah terbiasa dengan penyimpangan.
Ibnu Katsir menjelaskan dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm:
Kaum Nabi Luṭ sangat membenci tamu dan orang asing karena mereka ingin bebas melampiaskan syahwat tanpa ada yang menghalangi.
Humor Segar
Sekarang kalau ada teman bilang: “Ayo ke pengajian.”
Jawabannya: “Waduh sibuk.”
Tapi kalau diajak: “Ayo healing!”
Tiga menit kemudian sudah siap:
- jaket,
- kopi,
- selfie,
- playlist galau!
Memang setan itu pintar… yang berat dibuat ringan, yang ringan dibuat berat!
2. Lingkungan Buruk Bisa Membuat Dosa Terasa Normal
Kaum Nabi Luṭ sampai berani melarang nabi melakukan kebaikan.
Kenapa bisa begitu?
Karena lingkungan mereka sudah rusak total.
Kalau semua orang di sekitar menganggap dosa itu biasa… lama-lama hati ikut mati rasa.
Dalil Al-Qur'an
Surah Al-An‘ām Ayat 116
وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ
Artinya:
“Jika engkau mengikuti kebanyakan manusia di bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
Surah Al-Furqān Ayat 27–29
يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا ٢٨ لَّقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَاۤءَنِيْ
Artinya:
“Celakalah aku, seandainya dahulu aku tidak menjadikan si fulan itu teman dekat. Sungguh dia telah menyesatkanku dari peringatan Allah setelah peringatan itu datang kepadaku.”
Hadis Nabi ﷺ
Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ
Artinya:
“Seseorang itu mengikuti agama temannya.”
Ulasan Ulama
Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Fawā’id berkata:
Hati sangat mudah dipengaruhi lingkungan. Maka siapa yang sering duduk bersama ahli maksiat, sedikit demi sedikit hatinya akan menyerupai mereka.
Humor Lucu
Kalau kumpul dengan tukang makan… akhirnya ikut lapar.
Kumpul dengan tukang rebahan… akhirnya ikut ngantuk.
Kumpul dengan orang saleh… minimal jadi malu sendiri kalau mau maksiat!
Makanya pilih teman itu penting… karena iman juga bisa “ketularan”!
3. Orang Beriman Harus Teguh Walau Ditekan
Nabi Luṭ tidak menyerah walaupun:
- diancam,
- diejek,
- ditolak,
- bahkan dilarang membantu orang lain.
Beliau tetap berdiri di atas kebenaran.
Dalil Al-Qur'an
Surah Fuṣṣilat Ayat 30
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka istiqamah…”
Surah Āli ‘Imrān Ayat 200
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu.”
Hadis Nabi ﷺ
Riwayat Tirmidzi
قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
Artinya:
“Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.”
Penjelasan Ulama
Imam As-Sa'di dalam Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān menjelaskan:
Istiqamah adalah tetap taat kepada Allah walaupun menghadapi gangguan manusia.
Humor Penghidup Suasana
Sekarang istiqamah itu berat…
Ngaji semangat hari pertama. Hari kedua masih semangat. Hari ketiga mulai hilang. Hari keempat: “Besok aja deh…”
Semangat kita kadang seperti sinyal WiFi: dekat router full, jauh sedikit langsung hilang!
Makanya iman harus sering di-charge dengan ilmu dan dzikir.
4. Jangan Takut Membela Kebenaran
Kadang orang takut dianggap:
- sok alim,
- kolot,
- fanatik,
- tidak gaul.
Padahal membela kebenaran adalah kemuliaan.
Dalil Al-Qur'an
Surah Al-Mā’idah Ayat 54
يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَاۤىِٕمٍ
Artinya:
“Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut terhadap celaan orang yang mencela.”
Hadis Nabi ﷺ
Riwayat Ahmad
أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
Artinya:
“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.”
Penutup Menyentuh
Jamaah yang dirahmati Allah…
Hari ini banyak orang takut kehilangan dunia… tetapi tidak takut kehilangan iman.
Banyak orang malu terlihat saleh… tetapi tidak malu terlihat bermaksiat.
Kisah Nabi Luṭ mengajarkan: tetaplah membela kebenaran walaupun ditolak manusia.
Karena kemuliaan bukan ketika dipuji manusia… tetapi ketika diridhai Allah.
Pesan Penutup
Kalau hari ini kita:
- diejek karena menjaga agama,
- dianggap aneh karena menjaga akhlak,
- disebut kuno karena menjaga syariat…
jangan sedih.
Para nabi juga pernah mengalaminya.
Tetaplah istiqamah.
Karena yang penting bukan penilaian manusia… tetapi penilaian Allah.
Doa Penutup
اللهم ثبتنا على الحق، ولا تجعلنا من الذين يبيعون دينهم من أجل الدنيا.
اللهم ارزقنا صحبة الصالحين، وأبعد عنا رفقاء السوء.
اللهم اجعلنا هداة مهتدين غير ضالين ولا مضلين.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment