Menjaga Iman di Tengah Ujian Zaman

Ceramah: Menjaga Iman di Tengah Ujian Zaman

Mukadimah

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ وَجَعَلَ فِي الْقُلُوْبِ نُوْرَ الْيَقِيْنِ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الْكُفْرِ وَالنِّفَاقِ وَسُوْءِ الْخَاتِمَةِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Amma ba’du.

Jamaah rahimakumullah…

Nikmat terbesar dalam hidup bukan rumah mewah, jabatan tinggi, atau rekening penuh. Nikmat terbesar adalah iman. Karena tanpa iman, hidup sehebat apa pun akhirnya kosong dan binasa.


Ayat Pokok Ceramah

Al-Qur’an Surah An-Naḥl Ayat 106

مَنْ كَفَرَ بِاللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِهٖٓ اِلَّا مَنْ اُكْرِهَ وَقَلْبُهٗ مُطْمَىِٕنٌّۢ بِالْاِيْمَانِ وَلٰكِنْ مَّنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّٰهِ ۗوَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ

Artinya:

“Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman, kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman, tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar.”
(QS. An-Naḥl: 106)


1. Iman Itu Sangat Mahal

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Ayat ini turun berkaitan dengan sahabat Nabi bernama:

Ammar bin Yasir

Beliau disiksa oleh kaum musyrikin sampai terpaksa mengucapkan kata-kata kufur demi menyelamatkan nyawanya.

Lalu beliau menangis datang kepada Rasulullah ﷺ.

Maka Nabi bertanya:

كَيْفَ تَجِدُ قَلْبَكَ؟

Artinya:

“Bagaimana keadaan hatimu?”

Ammar menjawab:

مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيْمَانِ

“Hatiku tetap tenang dalam iman.”

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنْ عَادُوا فَعُدْ

Artinya:

“Jika mereka mengulanginya lagi, maka ulangilah.”
(HR. Al-Hakim)


Penjelasan Ulama

Imam An-Nawawi menjelaskan: Ayat ini menjadi dalil bahwa orang yang dipaksa mengucapkan kekufuran sementara hatinya tetap beriman tidak dihukumi kafir.

Sedangkan Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir menerangkan: Yang berbahaya adalah orang yang rela, bangga, dan nyaman dengan kekafiran.


Humor 

Sekarang ujian iman kadang aneh-aneh…

Dulu sahabat diuji dengan cambuk dan siksaan.

Sekarang ada yang imannya goyang cuma gara-gara: WiFi lemot.

Baru muter loading sedikit: “Ya Allah… kenapa hidupku berat sekali…”

Padahal dulu Bilal bin Rabah diseret di padang pasir tetap bilang: “Ahad… Ahad…”

Kita? Kuota habis saja sudah hampir murtad dari kesabaran.


2. Bahaya Murtad dan Menjual Iman Demi Dunia

Jamaah sekalian…

Ayat ini juga mengingatkan: jangan menjual iman demi kepentingan dunia.

Hari ini banyak manusia:

  • rela meninggalkan agama demi jabatan,
  • malu dengan syariat demi popularitas,
  • menggadaikan prinsip demi pujian manusia.

Dalil Al-Qur’an

Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 217

وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَاُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ

Artinya:

“Barang siapa murtad di antara kalian dari agamanya lalu mati dalam kekafiran, maka gugurlah seluruh amal mereka.”
(QS. Al-Baqarah: 217)

Penjelasan

Iman harus dijaga sampai akhir hayat.

Karena setan tidak berhenti menggoda manusia sampai sakaratul maut.


Hadis Tentang Fitnah Akhir Zaman

HR. Muslim

يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Artinya:

“Seseorang di pagi hari beriman, sore hari menjadi kafir. Dan sore hari beriman, pagi hari menjadi kafir. Ia menjual agamanya demi kepentingan dunia.”
(HR. Sahih Muslim)

Ulasan Ulama

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan: Cinta dunia yang berlebihan adalah salah satu sebab rusaknya iman.


Humor 

Sekarang ada orang…

Kalau ditanya password HP: rahasia banget.

Tetapi aurat dipamerkan ke seluruh dunia.

Kalau ditanya PIN ATM: langsung waspada.

Tetapi iman? Diserahkan bulat-bulat kepada trend media sosial.

Kadang manusia takut kehilangan sinyal… tetapi tidak takut kehilangan hidayah.


3. Allah Maha Pengampun bagi Orang yang Terpaksa

Islam adalah agama rahmat.

Allah tidak membebani manusia di luar kemampuannya.


Dalil Al-Qur’an

Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 286

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا

Artinya:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)


Hadis Tentang Paksaan

Hadis Riwayat Ath-Thabrani

رُفِعَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأُ وَالنِّسْيَانُ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

Artinya:

“Diangkat dari umatku dosa karena kesalahan, lupa, dan apa yang dipaksakan kepada mereka.”
(HR. Ath-Thabrani)

Penjelasan Ulama

Imam As-Suyuthi menjelaskan: Hadis ini menjadi dasar penting dalam hukum Islam bahwa keterpaksaan dapat menggugurkan dosa.


4. Cara Menjaga Iman di Zaman Fitnah

a. Dekat dengan Al-Qur’an

Al-Qur’an Surah Fussilat Ayat 30

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata ‘Tuhan kami adalah Allah’ lalu mereka istiqamah…”
(QS. Fussilat: 30)


b. Berteman dengan orang saleh

Karena teman sangat mempengaruhi iman.


Hadis Nabi ﷺ

اَلْمَرْءُ عَلٰى دِيْنِ خَلِيْلِهٖ

Artinya:

“Seseorang mengikuti agama teman dekatnya.”
(HR. Sunan Abu Dawud)


Humor 

Sekarang banyak orang:

  • alarm subuh dimatikan,
  • pengajian dilewatkan,
  • Qur’an dibiarkan berdebu…

Tetapi kalau notifikasi diskon masuk: langsung melek walaupun tidur jam 2 pagi.

Setan mungkin bingung: “Ini manusia sebenarnya nyembah Allah atau flash sale?”


Pesan Inti Ceramah

1. Iman adalah nikmat terbesar

2. Jangan menjual agama demi dunia

3. Allah memberi keringanan bagi orang yang dipaksa

4. Jagalah iman sampai akhir hayat

Karena yang paling penting bukan:

  • bagaimana kita hidup, tetapi:
  • bagaimana kita meninggal.

Doa 

اللّٰهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَىٰ دِيْنِكَ.

اللّٰهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا.

اللّٰهُمَّ احْفَظْ إِيْمَانَنَا وَأَوْلَادَنَا وَأَهْلَنَا مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

اللّٰهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ وَالْإِحْسَانِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Tidak ada komentar