Nikmat Kendaraan dan Kemajuan: Semua dari Allah
Materi Ceramah
“Nikmat Kendaraan dan Kemajuan: Semua dari Allah”
Pembukaan
الحمد لله الذي سخر لنا ما في الأرض جميعًا، وجعل لنا من الأنعام والخيل والبغال والحمير ما نركب به وننتفع، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
أما بعد…
Jamaah yang dirahmati Allah…
Hari ini manusia bisa:
- naik motor,
- naik mobil,
- naik kereta,
- naik pesawat,
- bahkan melihat roket menembus angkasa.
Tetapi sering lupa: siapa yang memberi akal untuk menciptakan semua itu?
Allah sudah mengisyaratkan dalam Al-Qur’an: bahwa Dia menciptakan sarana transportasi untuk manusia… bahkan menciptakan hal-hal yang dahulu belum diketahui manusia.
Ayat Utama
Al-Qur’an Surah An-Naḥl ayat 8
وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيْرَ لِتَرْكَبُوْهَا وَزِيْنَةًۗ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya:
“Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai untuk kamu tunggangi dan menjadi perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.”
1. Allah Memberi Manusia Sarana Transportasi
Pada zaman dahulu:
- kuda untuk perang,
- unta untuk perjalanan,
- keledai untuk membawa barang.
Semua itu nikmat besar.
Hari ini bentuknya berkembang:
- motor,
- mobil,
- kapal,
- pesawat,
- kereta cepat.
Semua tetap berasal dari ilmu dan izin Allah.
Dalil Pendukung
Surah Yāsīn ayat 42
وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ
Artinya:
“Dan Kami ciptakan untuk mereka kendaraan lain seperti itu yang mereka tunggangi.”
Tafsir Ulama
Ibnu Katsir dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm
Beliau menjelaskan:
“Ayat ini mencakup seluruh kendaraan yang Allah mudahkan bagi manusia dari masa ke masa.”
Asy-Sa'di dalam Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān
Beliau berkata:
“‘Allah menciptakan apa yang tidak kalian ketahui’ mencakup penemuan dan sarana transportasi yang akan muncul di masa depan.”
Humor
Jamaah…
Dulu orang naik kuda: gagah.
Sekarang naik motor kopling: mesinnya meraung… pengendaranya goyang-goyang karena belum mahir.
Kadang motornya lebih percaya diri daripada pengendaranya.
2. Allah Mengajarkan Bahwa Kemajuan Teknologi Juga dari-Nya
Ayat ini luar biasa:
وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
“Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.”
Para ulama menjelaskan: ini menunjukkan akan ada banyak ciptaan dan teknologi yang belum dikenal manusia pada masa turunnya Al-Qur’an.
Hari ini manusia melihat:
- pesawat,
- internet,
- mobil listrik,
- satelit,
- kapal selam.
Semua terjadi karena Allah memberi ilmu kepada manusia.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-‘Alaq ayat 5
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya:
“Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Renungan
Kadang manusia kagum kepada teknologi… tetapi lupa kepada Allah.
Padahal:
- otak manusia ciptaan Allah,
- hukum alam ciptaan Allah,
- bahan baku dunia ciptaan Allah.
Manusia hanya menemukan… Allah yang menciptakan.
Humor
Sekarang orang kalau beli mobil baru: parkirnya miring sedikit saja langsung sedih.
Dulu naik sepeda santai…
Sekarang: mobil dicuci tiap pagi, pemiliknya mandi kadang siang.
3. Islam Mengajarkan Adab Berkendara
Nikmat kendaraan harus digunakan:
- untuk kebaikan,
- silaturahmi,
- mencari ilmu,
- membantu sesama.
Bukan:
- pamer,
- ugal-ugalan,
- atau maksiat.
Doa Naik Kendaraan
Surah Az-Zukhruf ayat 13–14
سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَۙ
وَاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
Artinya:
“Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
Hadis Nabi ﷺ
Muhammad bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Artinya:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ulasan Ulama
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fatḥ al-Bārī
Beliau menjelaskan:
“Segala nikmat yang dimiliki manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.”
Termasuk:
- kendaraan,
- harta,
- jabatan,
- teknologi.
4. Perdebatan Tentang Daging Kuda
Dalam tafsir ayat ini dijelaskan adanya perbedaan pendapat ulama tentang hukum memakan daging kuda.
Namun mayoritas ulama membolehkan berdasarkan hadis sahih.
Hadis Asmā’ r.a.
نَحَرْنَا عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَسًا فَأَكَلْنَا
Artinya:
“Kami menyembelih seekor kuda pada masa Rasulullah lalu kami memakan dagingnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis Jabir r.a.
أَطْعَمَنَا رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لُحُوْمَ الْخَيْلِ وَنَهَانَا عَنْ لُحُوْمِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ
Artinya:
“Rasulullah membolehkan kami memakan daging kuda dan melarang kami memakan daging keledai piaraan.”
(HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i)
Penjelasan Ulama
Imam Asy-Syafi'i
Beliau berpendapat:
“Daging kuda halal berdasarkan hadis-hadis sahih.”
Rujukan:
- Al-Umm
Humor
Jamaah…
Dulu kuda dipakai perang.
Sekarang kendaraan dipakai:
- balapan liar,
- knalpot bikin tetangga bangun tahajud mendadak.
Kadang suara motornya: “BRRRRRAAAAMMM!”
Yang naik: ke warung beli mi instan.
5. Semua Kemajuan Harus Membuat Kita Makin Taat
Semakin maju teknologi… harusnya semakin sadar: Allah Maha Hebat.
Bukan malah:
- makin sombong,
- makin lalai,
- makin jauh dari Allah.
Dalil Al-Qur’an
Surah Luqmān ayat 20
وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً
Artinya:
“Dan Dia menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin.”
Pelajaran Penting dari Ayat Ini
Surah An-Naḥl ayat 8 mengajarkan:
1. Kendaraan adalah nikmat dari Allah.
2. Kemajuan teknologi terjadi dengan izin Allah.
3. Manusia wajib bersyukur atas kemudahan hidup.
4. Kendaraan harus digunakan untuk kebaikan.
5. Semua nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.
Renungan
Kalau dulu orang naik keledai untuk mencari ilmu… masa sekarang sudah punya motor dan mobil malah malas ke masjid?
Kalau dulu ulama berjalan kaki berbulan-bulan mencari hadis… masa sekarang kajian tinggal klik masih bilang:
“Nanti saja.”
Doa
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ نِعَمِكَ، وَاجْعَلْهَا عَوْنًا لَنَا عَلَى طَاعَتِكَ، وَلَا تَجْعَلْهَا سَبَبًا لِغَفْلَتِنَا وَمَعْصِيَتِنَا
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah nikmat-nikmat yang Engkau berikan kepada kami. Jadikan semua itu sebagai penolong untuk taat kepada-Mu, dan jangan jadikan sebagai sebab kelalaian dan kemaksiatan kami.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment