Nikmat Pendengaran, Penglihatan, dan Hati untuk Bersyukur kepada Allah

Materi Ceramah

“Nikmat Pendengaran, Penglihatan, dan Hati untuk Bersyukur kepada Allah”

Tadabbur Al-Qur'an Surah Surah An-Naḥl Ayat 78


Pembukaan

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَنَا مِنْ عَدَمٍ، وَأَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعَمٍ لَا تُحْصَى، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي دَلَّنَا عَلَىٰ طَرِيقِ الْهُدَى وَالشُّكْرِ.

Amma ba’du…

Jamaah yang dirahmati Allah…

Kadang manusia itu lucu.

Kalau HP baru:

  • dibersihkan tiap hari
  • dipasang anti gores
  • dibelikan casing mahal

Tapi mata yang Allah kasih? Dipakai lihat yang haram.

Telinga yang Allah kasih? Dipakai dengar gibah.

Hati yang Allah kasih? Dipenuhi iri dan dengki.

Padahal semua itu nikmat luar biasa dari Allah.


Ayat Utama

Firman Allah

Surah An-Naḥl ayat 78

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya:
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur.”


Penjelasan Ayat

1. Manusia Lahir Tidak Tahu Apa-Apa

Ketika lahir:

  • tidak bisa bicara
  • tidak bisa berjalan
  • tidak tahu matematika
  • tidak tahu password WiFi

Semua kemampuan yang kita miliki hari ini adalah pemberian Allah.

Orang yang sekarang:

  • profesor
  • pejabat
  • pengusaha
  • ustaz
  • ilmuwan

Dulu waktu bayi? Sama… kerjanya cuma:

  • nangis
  • tidur
  • minum susu.

Tafsir Para Ulama

Tafsir Ibnu Katsir

Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim beliau menjelaskan:

Allah mengingatkan manusia tentang awal penciptaannya yang lemah, lalu Allah memberinya pendengaran, penglihatan, dan akal agar dia mengenal dan menyembah Allah.


Tafsir Ath-Thabari

Dalam Jami’ al-Bayan beliau berkata:

Semua alat pengetahuan manusia adalah nikmat Allah yang wajib disyukuri dan digunakan dalam ketaatan.


Nikmat Pendengaran

Allah menyebut:

السَّمْعَ (pendengaran)

karena telinga adalah pintu ilmu.

Kita belajar:

  • Al-Qur'an
  • nasihat
  • ilmu agama
  • adab

melalui pendengaran.


Dalil Tentang Mendengar Kebenaran

Surah Az-Zumar ayat 18

الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهٗ

Artinya:
“(Yaitu) orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik darinya.”


Nikmat Penglihatan

Dengan mata:

  • kita melihat dunia
  • membaca Al-Qur'an
  • melihat tanda kebesaran Allah

Tapi mata juga bisa menjadi sumber dosa.

Sekarang banyak orang: mata sehat… tapi dipakai stalking mantan berjam-jam.


Dalil Tentang Menjaga Pandangan

Surah An-Nur ayat 30

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ

Artinya:
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya.”


Nikmat Hati dan Akal

Allah memberi:

وَالْاَفْـِٕدَةَ

yakni hati dan akal untuk:

  • berpikir
  • memahami
  • membedakan benar dan salah

Dalil Tentang Hati

Surah Al-Hajj ayat 46

فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ

Artinya:
“Sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.”


Hadis Tentang Kedekatan kepada Allah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah berfirman:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ

Artinya:
“Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar dan penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat.”

(HR. Sahih al-Bukhari)


Penjelasan Ulama Tentang Hadis Ini

Penjelasan Imam An-Nawawi

Dalam Syarh Shahih Muslim beliau menjelaskan:

Maksud hadis ini adalah Allah memberi taufik sehingga pendengaran, penglihatan, dan anggota tubuh seorang hamba digunakan untuk ketaatan.


Bentuk Syukur yang Sebenarnya

Syukur bukan hanya:

“Alhamdulillah…”

Tapi:

  • mata dipakai melihat yang halal
  • telinga dipakai mendengar ilmu
  • hati dipakai mengingat Allah
  • ilmu dipakai untuk kebaikan

Humor 

Jamaah…

Kadang manusia itu unik.

Kalau kamera HP buram: langsung panik.

“Waduh kameranya rusak!”

Tapi hati buram karena dosa: malah santai.

Ada juga: kalau sinyal lemot: emosi.

Tapi kalau salatnya bolong: biasa saja.

Kalau kuota tinggal 1%: langsung hemat.

Kalau umur tinggal sedikit: masih boros maksiat.


Nikmat yang Sering Dilupakan

Rasulullah ﷺ bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Artinya:
“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.”

(HR. Sahih al-Bukhari)


Ulasan Ulama Tentang Syukur

Perkataan Ibnul Qayyim

Dalam Madarij as-Salikin beliau berkata:

Syukur adalah menampakkan nikmat Allah pada lisan dengan pujian, pada hati dengan pengakuan, dan pada anggota badan dengan ketaatan.


Pelajaran Besar dari Ayat

1. Manusia lahir dalam keadaan lemah

2. Semua kemampuan berasal dari Allah

3. Pendengaran, penglihatan, dan hati adalah amanah

4. Nikmat harus digunakan untuk taat

5. Tujuan nikmat adalah agar manusia bersyukur


Muhasabah

Mari bertanya kepada diri sendiri:

  • telinga kita lebih sering mendengar apa?
  • mata kita lebih sering melihat apa?
  • hati kita lebih dekat kepada siapa?

Karena semua nikmat itu nanti akan dimintai pertanggungjawaban.


Dalil Tentang Pertanggungjawaban

Surah Al-Isra ayat 36

اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا

Artinya:
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”


Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah…

Kita hidup karena rahmat Allah. Kita bisa mendengar, melihat, berpikir karena Allah.

Jangan gunakan nikmat:

  • untuk maksiat
  • untuk kesombongan
  • untuk melupakan Allah

Gunakan semua nikmat: untuk mendekat kepada-Nya.


Doa 

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَىٰ ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، وَاجْعَلْ أَسْمَاعَنَا وَأَبْصَارَنَا وَقُلُوبَنَا فِيْ طَاعَتِكَ.

“Ya Allah, bantulah kami untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu. Jadikan pendengaran, penglihatan, dan hati kami selalu dalam ketaatan kepada-Mu.”

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Tidak ada komentar