Sifat Buruk Orang yang Tidak Beriman dan Kemuliaan Sifat Allah

Materi Ceramah

“Sifat Buruk Orang yang Tidak Beriman dan Kemuliaan Sifat Allah”

Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، له الأسماء الحسنى والصفات العلى، نحمده سبحانه ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له المثل الأعلى في السماوات والأرض، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.

Amma ba’du.

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Manusia sering sibuk menjaga:

  • penampilan,
  • jabatan,
  • citra,
  • dan pujian manusia.

Tetapi lupa menjaga:

  • hati,
  • iman,
  • akhlak,
  • dan keyakinan kepada akhirat.

Padahal Allah menegaskan: orang yang jauh dari iman akan memiliki “matsalus-sū’” — sifat yang buruk.

Sedangkan Allah memiliki:

“al-matsalul-a‘lā” yakni sifat Yang Mahasempurna dan Mahatinggi.


1. Ayat Utama Ceramah

Al-Qur’an Surah An-Naḥl ayat 60

لِلَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ مَثَلُ السَّوْءِۚ وَلِلّٰهِ الْمَثَلُ الْاَعْلٰىۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya:
“Bagi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat Yang Mahatinggi. Dan Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”


2. Orang yang Tidak Beriman kepada Akhirat

Mengapa seseorang bisa:

  • sombong,
  • zalim,
  • rakus,
  • menipu,
  • menghalalkan segala cara?

Karena ia merasa:

hidup hanya di dunia.

Tidak percaya:

  • hisab,
  • surga,
  • neraka,
  • pertanggungjawaban.

Dalil Al-Qur’an

Surah Al-Jātsiyah ayat 24

وَقَالُوْا مَا هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَآ اِلَّا الدَّهْرُ

Artinya:
“Mereka berkata: kehidupan hanyalah kehidupan dunia saja, kita mati dan hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.”


Penjelasan

Kalau manusia merasa:

“hidup cuma sekali…”

Maka ia mudah:

  • curang,
  • korupsi,
  • berbuat zalim,
  • lupa dosa.

Karena tidak merasa akan diadili Allah.


3. Allah Memiliki Sifat Yang Mahasempurna

Allah memiliki:

  • rahmat sempurna,
  • ilmu sempurna,
  • keadilan sempurna,
  • kekuasaan sempurna.

Tidak ada cacat sedikit pun pada Allah.


Dalil Al-Qur’an

Surah Asy-Syūrā ayat 11

لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Artinya:
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”


4. Akhlak Buruk Berasal dari Hati yang Rusak

Rasulullah ﷺ menjelaskan:

Hadis Nabi ﷺ

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ

أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Artinya:
“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)


5. Orang Beriman Punya Akhlak Mulia

Semakin kuat iman kepada akhirat, semakin baik akhlaknya.

Karena ia sadar:

  • semua dicatat,
  • semua dipertanggungjawabkan,
  • semua akan dibalas.

Hadis Nabi ﷺ

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Artinya:
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Sunan at-Tirmidzi)


6. Allah Mahaperkasa dan Mahabijaksana

Ayat ditutup dengan:

وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya:

  • Allah Mahaperkasa,
  • Allah Mahabijaksana.

Azab Allah bukan zalim.

Tetapi:

  • adil,
  • tepat,
  • sesuai amal manusia.

7. Ulasan Ulama

Imam al-Qurthubi menjelaskan:

“Al-matsalul-a‘lā berarti seluruh sifat kesempurnaan hanya milik Allah.”

Kitab Rujukan

  • Tafsir al-Qurthubi

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:

“Orang kafir memiliki sifat buruk karena kebodohan, kesyirikan, dan pengingkaran terhadap akhirat.”

Kitab Rujukan

  • Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim

8. Muhasabah Kehidupan Modern

Hari ini banyak manusia:

  • takut kehilangan followers,
  • tapi tidak takut kehilangan iman.

Takut:

  • baterai HP 1%, tetapi tidak takut:
  • pahala 0%.

Ada juga yang: setiap 5 menit cek notifikasi…

tetapi Al-Qur’an di rumah: debu setebal karpet masjid.


9. Dunia Hanya Sementara

Dalil Al-Qur’an

Surah Al-Ḥadīd ayat 20

وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Artinya:
“Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu.”


Penjelasan

Dunia:

  • sementara,
  • fana,
  • cepat berlalu.

Yang kekal:

  • iman,
  • amal saleh,
  • akhlak baik.

10. Cara Memperbaiki Diri

a. Perkuat iman kepada akhirat

Ingat:

  • kubur,
  • hisab,
  • surga,
  • neraka.

b. Perbaiki akhlak

Jangan:

  • iri,
  • dengki,
  • sombong,
  • suka merendahkan.

c. Kenali sifat-sifat Allah

Semakin mengenal Allah, semakin takut bermaksiat.


Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah…

Orang yang jauh dari akhirat:

  • hidupnya gelisah,
  • akhlaknya rusak,
  • hatinya keras.

Tetapi orang yang mengenal Allah:

  • hatinya lembut,
  • akhlaknya baik,
  • hidupnya penuh keberkahan.

Mari kita:

  • memperbaiki iman,
  • memperbaiki hati,
  • memperbaiki akhlak, agar tidak termasuk أصحاب “مَثَلُ السَّوْءِ”.

Doa 

اللَّهُمَّ حَسِّنْ أَخْلَاقَنَا كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقَنَا

“Ya Allah, perbaikilah akhlak kami sebagaimana Engkau telah memperindah rupa kami.”

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ الصَّادِقِينَ

“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang mukmin yang jujur imannya.”

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا

“Ya Allah, jangan jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami.”

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا خَشْيَتَكَ فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ

“Ya Allah, karuniakan kepada kami rasa takut kepada-Mu dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan.”

آمين يا رب العالمين.

Tidak ada komentar