Jangan Kembali kepada Jahiliyah: Memuliakan Anak Perempuan dalam Islam
Materi Ceramah
“Jangan Kembali kepada Jahiliyah: Memuliakan Anak Perempuan dalam Islam”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، الحمد لله الذي خلق الإنسان وكرّمه، وجعل النساء شقائق الرجال، وأمر بالإحسان إلى البنات والأولاد أجمعين.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Salah satu tanda kebiadaban jahiliyah dahulu adalah: mereka malu memiliki anak perempuan.
Bahkan ada yang:
- menyembunyikan diri,
- merasa hina,
- sampai tega mengubur bayi perempuan hidup-hidup.
Lalu Islam datang… mengangkat martabat wanita, menghapus kezhaliman, dan menjadikan anak perempuan sebagai pintu surga.
1. Ayat Utama Ceramah
Al-Qur’an Surah An-Naḥl ayat 59
يَتَوٰرٰى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوْۤءِ مَا بُشِّرَ بِهٖۗ اَيُمْسِكُهٗ عَلٰى هُوْنٍ اَمْ يَدُسُّهٗ فِى التُّرَابِۗ اَلَا سَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ
Artinya:
“Dia bersembunyi dari orang banyak disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah hidup-hidup? Ingatlah, alangkah buruknya keputusan yang mereka tetapkan itu.”
2. Jahiliyah Menganggap Anak Perempuan Aib
Orang Arab jahiliyah:
- bangga punya anak laki-laki,
- malu punya anak perempuan.
Mereka menganggap perempuan:
- lemah,
- tidak berguna,
- dan memalukan.
Padahal itu adalah kebodohan besar.
Dalil Al-Qur’an
Surah At-Takwīr ayat 8–9
وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْ بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْ
Artinya:
“Dan apabila bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya: karena dosa apa dia dibunuh?”
Penjelasan
Allah menggambarkan bayi itu kelak bertanya:
“Apa salahku?”
Padahal ia:
- belum berdosa,
- belum berbicara,
- belum berbuat apa-apa.
Ini menunjukkan betapa besarnya dosa membenci dan menzhalimi anak perempuan.
3. Islam Datang Membawa Kemuliaan Wanita
Islam mengubah total budaya jahiliyah.
Wanita:
- diberi hak waris,
- dimuliakan sebagai ibu,
- dihormati sebagai anak,
- dijaga sebagai amanah.
Hadis Nabi ﷺ
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ
Artinya:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.”
(HR. Sunan at-Tirmidzi)
4. Anak Perempuan adalah Jalan ke Surga
Hadis Nabi ﷺ
مَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وَأَطْعَمَهُنَّ وَسَقَاهُنَّ وَكَسَاهُنَّ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ
Artinya:
“Barang siapa memiliki tiga anak perempuan lalu ia bersabar merawat mereka, memberi makan, minum, dan pakaian kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”
(HR. Sunan Ibnu Majah)
Penjelasan
Anak perempuan bukan sumber malu.
Justru:
- sumber pahala,
- sumber kasih sayang,
- sumber keberkahan.
5. Banyak Orang Tua Baru Sadar Saat Tua
Jamaah sekalian…
Kadang orang tua dulu berharap:
“Semoga anak laki-laki yang merawat saya nanti.”
Tetapi saat tua… yang paling perhatian justru anak perempuan.
- yang sering telepon ibu,
- yang bawakan makanan,
- yang ingat obat ayah.
Humor
Anak laki-laki kadang kalau ditanya:
“Nak, kapan pulang?”
Jawab:
“Lagi sibuk, Yah…”
Anak perempuan:
“Bu, makan belum? Obatnya diminum ya…”
Makanya banyak ayah yang dulu ingin anak laki-laki… akhirnya jadi “tim anak perempuan”.
6. Allah Menilai Ketakwaan, Bukan Jenis Kelamin
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Ḥujurāt ayat 13
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ
Artinya:
“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
Penjelasan
Yang membuat mulia bukan:
- laki-laki atau perempuan,
- kaya atau miskin,
- terkenal atau tidak.
Tetapi:
- iman,
- akhlak,
- ketakwaan.
7. Ulasan Ulama
Imam Fakhruddin ar-Razi menjelaskan:
“Allah mencela keras tradisi jahiliyah yang memandang rendah anak perempuan.”
Kitab Rujukan
- Mafātīḥ al-Ghaib
8. Bahaya Mental Jahiliyah Modern
Hari ini mungkin tidak ada yang mengubur anak hidup-hidup.
Tetapi ada bentuk jahiliyah modern:
- membedakan kasih sayang,
- lebih bangga anak laki-laki,
- menganggap perempuan lemah,
- meremehkan pendidikan anak perempuan.
Ini juga keliru.
9. Rasulullah ﷺ Sangat Memuliakan Putrinya
Rasulullah ﷺ sangat mencintai putrinya: Fatimah az-Zahra.
Ketika Fatimah datang:
- Nabi berdiri menyambutnya,
- mencium keningnya,
- mempersilahkannya duduk.
Hadis
كَانَ إِذَا دَخَلَتْ فَاطِمَةُ قَامَ إِلَيْهَا فَقَبَّلَهَا
Artinya:
“Apabila Fatimah datang, Nabi berdiri menyambut dan menciumnya.”
(HR. Sunan Abi Dawud)
10. Muhasabah Diri
Mari bertanya:
- apakah kita sudah adil kepada anak-anak?
- apakah kita menghormati perempuan?
- apakah kita masih memiliki mental jahiliyah?
Karena Islam datang untuk memuliakan manusia, bukan merendahkannya.
Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Anak perempuan:
- bukan kehinaan,
- bukan beban,
- bukan aib.
Mereka adalah:
- amanah,
- rahmat,
- dan peluang menuju surga.
Jangan kembali kepada mental jahiliyah.
Didiklah anak-anak kita:
- dengan iman,
- kasih sayang,
- dan kemuliaan akhlak.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا مِنَ الصَّالِحِينَ وَالصَّالِحَاتِ
“Ya Allah, jadikan anak-anak kami termasuk anak-anak yang saleh dan salehah.”
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُسْنَ تَرْبِيَتِهِمْ
“Ya Allah, karuniakan kepada kami kemampuan mendidik mereka dengan baik.”
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بُيُوتَنَا مَمْلُوءَةً بِالْمَوَدَّةِ وَالرَّحْمَةِ
“Ya Allah, jadikan rumah-rumah kami penuh cinta dan kasih sayang.”
اللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنَّا أَخْلَاقَ الْجَاهِلِيَّةِ
“Ya Allah, jauhkan kami dari akhlak jahiliyah.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment