Tugas Kita Menyampaikan, Hidayah Milik Allah
Materi Ceramah
“Tugas Kita Menyampaikan, Hidayah Milik Allah”
Tadabbur Al-Qur'an Surah Surah An-Naḥl Ayat 82
Pembukaan
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِلْإِيمَانِ، وَجَعَلَ الدَّعْوَةَ سَبِيلًا لِنَشْرِ الْهُدَى وَالْإِحْسَانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ.
Amma ba’du…
Jamaah yang dirahmati Allah…
Kadang orang semangat menasihati:
- anak
- pasangan
- teman
- tetangga
Tapi ketika tidak didengar… langsung stres.
Baru nasihati sekali:
“Jangan main HP terus.”
Dijawab:
“Iya…”
Lima menit kemudian: main HP lagi.
Akhirnya yang menasihati: lebih emosi daripada yang dinasihati.
Ayat Utama
Firman Allah
Surah An-Naḥl ayat 82
فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ
Artinya:
“Maka jika mereka berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan kepadamu hanyalah menyampaikan dengan jelas.”
Penjelasan Ayat
Ayat ini adalah hiburan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Ketika:
- dakwah ditolak
- nasihat diabaikan
- kebenaran ditentang
Allah menegaskan:
tugas Rasul hanyalah menyampaikan.
Hidayah bukan milik manusia. Hidayah milik Allah.
Tafsir Para Ulama
Tafsir Ibnu Katsir
Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim beliau menjelaskan:
Tugas Rasul hanyalah menyampaikan risalah dengan jelas. Adapun memberi hidayah kepada hati manusia adalah urusan Allah.
Tafsir Ath-Thabari
Dalam Jami’ al-Bayan disebutkan:
Nabi ﷺ tidak dibebani untuk memaksa manusia beriman, tetapi menyampaikan hujah dan penjelasan.
Bahkan Nabi Tidak Bisa Memberi Hidayah
Dalil Al-Qur'an
Surah Al-Qashash ayat 56
اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ
Artinya:
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.”
Kisah Abu Thalib
Paman Nabi ﷺ:
- sangat mencintai Nabi
- melindungi Nabi
- membela Nabi
Tetapi beliau wafat belum masuk Islam.
Ini menunjukkan: bahkan Nabi Muhammad ﷺ tidak mampu memasukkan hidayah ke hati seseorang.
Tugas Kita dalam Dakwah
1. Menyampaikan dengan baik
2. Menjadi contoh akhlak
3. Bersabar
4. Tidak memaksa
5. Mendoakan
Dakwah Harus dengan Hikmah
Surah An-Nahl ayat 125
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
Artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.”
Jangan Kasar dalam Berdakwah
Kadang ada orang: baru belajar agama seminggu… sudah jadi “hakim internasional”.
Lihat orang salah sedikit: langsung ceramah 45 menit.
Padahal dakwah itu: mengajak, bukan mengejek.
Hadis Tentang Kemudahan
Rasulullah ﷺ bersabda:
يَسِّرُوْا وَلَا تُعَسِّرُوْا وَبَشِّرُوْا وَلَا تُنَفِّرُوْا
Artinya:
“Permudahlah dan jangan mempersulit. Berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
Jangan Putus Asa dalam Menasihati
Kadang kita sedih:
- anak belum berubah
- pasangan belum hijrah
- teman belum sadar
Ingat: bahkan para nabi pun menghadapi penolakan.
Nabi Nuh berdakwah hampir 1000 tahun.
Kalau kita baru nasihati dua kali sudah menyerah… itu belum apa-apa.
Ulasan Ulama
Perkataan Imam Asy-Syafi'i
Barang siapa menasihati saudaranya secara diam-diam, maka ia telah menghiasinya. Barang siapa menasihatinya di depan umum, maka ia telah mempermalukannya.
Perkataan Ibnul Qayyim
Dalam Madarij as-Salikin beliau berkata:
Hidayah adalah cahaya yang Allah letakkan di hati hamba yang Dia kehendaki.
Humor
Jamaah…
Kadang orang kalau menasihati itu unik.
Baru lihat teman telat salat: langsung pidato seperti khutbah Jumat.
Padahal dirinya sendiri: azan subuh masih dijawab:
“Nanti dulu…”
Ada juga: status WA tiap hari ceramah panjang.
Tapi kalau ibunya panggil:
“Tolong buang sampah!”
Jawabannya:
“Sebentar…”
Sampahnya belum dibuang, tapi sudah merasa jadi dai internasional.
Dakwah Terbaik adalah Akhlak
Banyak orang masuk Islam: bukan karena debat, tetapi karena akhlak.
Senyum, kejujuran, kesabaran, kelembutan…
itu dakwah yang paling menyentuh hati.
Hadis Tentang Akhlak
Rasulullah ﷺ bersabda:
اِنَّمَا بُعِثْتُ لِاُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْاَخْلَاقِ
Artinya:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Musnad Ahmad)
Pelajaran Besar dari Ayat
1. Tugas manusia adalah menyampaikan kebenaran
2. Hidayah sepenuhnya milik Allah
3. Dakwah harus dengan hikmah dan kasih sayang
4. Jangan putus asa ketika ditolak
5. Akhlak adalah dakwah terbaik
Muhasabah
Mari bertanya:
- apakah nasihat kita sudah lembut?
- apakah kita lebih banyak menghakimi daripada mendoakan?
- apakah akhlak kita sudah menjadi contoh?
Karena kadang… orang tidak mendengar ucapan kita, tetapi melihat perilaku kita.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Jangan lelah menyampaikan kebaikan. Jangan bosan mengajak kepada Allah.
Kalau hari ini belum berubah, mungkin besok hatinya dibuka Allah.
Tugas kita: menanam.
Yang menumbuhkan adalah Allah.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الدُّعَاةِ إِلَيْكَ بِالْحِكْمَةِ وَالرَّحْمَةِ، وَافْتَحْ قُلُوبَنَا وَقُلُوبَ أَهْلِنَا لِلْهِدَايَةِ وَالطَّاعَةِ.
“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang mengajak kepada-Mu dengan hikmah dan kasih sayang. Bukakan hati kami dan keluarga kami untuk menerima hidayah dan ketaatan.”
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Post a Comment