Bahaya Tidak Beriman kepada Hari Akhir dan Kepastian Azab Allah

TAFSIR SURAH AL-ISRĀ' AYAT 10

Tema: Bahaya Tidak Beriman kepada Hari Akhir dan Kepastian Azab Allah

Muqaddimah

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونؤمن به ونتوكل عليه، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد،

Jamaah yang dirahmati Allah,

Pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Namun, Al-Qur'an bukan hanya membawa kabar gembira (بشارة), melainkan juga membawa peringatan (نذارة).

Surah Al-Isrā' ayat 10 menjelaskan ancaman bagi mereka yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat.

Membaca Ayat

Firman Allah Ta'ala

وَّاَنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا

Artinya

"Dan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih."

(QS. Al-Isrā': 10)


I. IMAN KEPADA HARI AKHIR ADALAH RUKUN IMAN

Iman kepada hari akhir merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim.

Dalil Al-Qur'an

QS. Al-Baqarah: 177

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ

Artinya:

"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah beriman kepada Allah dan hari akhir."

QS. At-Taghābun: 7

زَعَمَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنْ لَّنْ يُّبْعَثُوْا ۗ قُلْ بَلٰى وَرَبِّيْ لَتُبْعَثُنَّ

Artinya:

"Orang-orang kafir mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: Tidak demikian, demi Tuhanku, sungguh kamu pasti akan dibangkitkan."


Hadis Jibril

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Artinya:

"Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk."

(HR. Muslim no. 8)

Penjelasan Imam An-Nawawi

Beliau menjelaskan:

"Hari akhir mencakup seluruh peristiwa setelah kematian, mulai dari alam kubur, kebangkitan, hisab, mizan, shirath, surga dan neraka."

Rujukan: Syarh Shahih Muslim.


II. MENGAPA ORANG KAFIR MENOLAK HARI AKHIR?

Al-Qur'an menjelaskan bahwa banyak manusia mengingkari hari akhir karena mengikuti hawa nafsu.

Dalil Al-Qur'an

QS. Al-Qiyāmah: 5

بَلْ يُرِيْدُ الْاِنْسَانُ لِيَفْجُرَ اَمَامَهٗ

Artinya:

"Tetapi manusia hendak berbuat maksiat terus-menerus."

QS. Al-Jātsiyah: 24

وَقَالُوْا مَا هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَآ اِلَّا الدَّهْرُ

Artinya:

"Mereka berkata: Tidak ada kehidupan selain kehidupan dunia ini. Kita mati dan hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain waktu."


Tafsir Ibnu Katsir

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:

"Mereka mengingkari kebangkitan karena hati mereka telah tertutup oleh syahwat dan kecintaan kepada dunia."

Rujukan: Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim.


III. IMAN KEPADA AKHIRAT MELAHIRKAN KESALEHAN

Salah satu rahasia mengapa para sahabat memiliki akhlak yang luar biasa adalah karena kuatnya keyakinan mereka terhadap kehidupan akhirat.

Dalil Al-Qur'an

QS. Al-Mulk: 2

الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

Artinya:

"Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapa di antara kamu yang terbaik amalnya."

QS. Al-Baqarah: 4

وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ

Artinya:

"Dan mereka meyakini adanya kehidupan akhirat."


Hadis Nabi ﷺ

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Artinya:

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam."

(HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47)

Penjelasan Imam Al-Qurthubi

Beliau berkata:

"Allah sering menggandengkan iman kepada Allah dan iman kepada hari akhir karena keduanya merupakan sumber seluruh amal saleh."

Rujukan: Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'an.


IV. AZAB PEDIH BAGI ORANG YANG MENDUSTAKAN AKHIRAT

Allah berfirman:

اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا

"Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih."

Kata "أَعْتَدْنَا" menunjukkan bahwa azab itu telah dipersiapkan oleh Allah.

Dalil Al-Qur'an

QS. An-Nisā': 56

كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَ

Artinya:

"Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab."

QS. Al-Hajj: 19-22

لَهُمْ مَقَامِعُ مِنْ حَدِيْدٍ

Artinya:

"Untuk mereka disediakan cambuk-cambuk dari besi."


Hadis Nabi ﷺ

يُؤْتَى بِالْمَوْتِ كَهَيْئَةِ كَبْشٍ أَمْلَحَ فَيُذْبَحُ

Artinya:

"Kematian akan didatangkan seperti seekor kambing lalu disembelih."

Kemudian diumumkan:

يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ خُلُودٌ فَلَا مَوْتَ وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُودٌ فَلَا مَوْتَ

Artinya:

"Wahai penghuni surga, kalian kekal dan tidak mati lagi. Wahai penghuni neraka, kalian kekal dan tidak mati lagi."

(HR. Bukhari no. 6548 dan Muslim no. 2849)


V. PANDANGAN PARA ULAMA TENTANG IMAN KEPADA AKHIRAT

Imam Al-Ghazali

Beliau berkata:

"Kerusakan hati manusia bermula ketika dunia menjadi tujuan utama dan akhirat terlupakan."

Rujukan: Ihyā' 'Ulūmiddīn.

Ibnul Qayyim

Beliau berkata:

"Orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelahnya."

Rujukan: Al-Fawā'id.

Syaikh As-Sa'di

Beliau menjelaskan:

"Iman kepada akhirat adalah pendorong terbesar untuk melakukan kebaikan dan penghalang terkuat dari kemaksiatan."

Rujukan: Taisīr al-Karīm ar-Rahmān.


VI. HIKMAH DAN PELAJARAN

Dari Surah Al-Isrā' ayat 10 kita dapat mengambil pelajaran:

  1. Iman kepada hari akhir adalah bagian pokok akidah Islam.
  2. Al-Qur'an memberi kabar gembira sekaligus peringatan.
  3. Orang yang mengingkari akhirat mudah terjerumus dalam dosa.
  4. Keyakinan terhadap hisab membuat seseorang berhati-hati dalam bertindak.
  5. Neraka adalah kenyataan yang wajib diimani.
  6. Kehidupan dunia hanyalah tempat persinggahan menuju akhirat.
  7. Kesuksesan sejati adalah keselamatan di hadapan Allah pada hari kiamat.

Penutup

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Jika seseorang yakin bahwa setiap amal akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, maka ia akan menjaga lisan, menjaga pandangan, menjaga harta, menjaga amanah, dan menjaga ibadahnya.

Sebaliknya, ketika keyakinan terhadap akhirat melemah, manusia akan mudah mengikuti hawa nafsu dan melupakan batas-batas yang ditetapkan Allah.

Karena itu marilah kita memperkuat iman kepada hari akhir agar hidup kita lebih terarah dan penuh keberkahan.

Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ بِالْيَوْمِ الْآخِرِ حَقًّا، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ، وَأَجِرْنَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang benar-benar beriman kepada hari akhir, anugerahkan kepada kami husnul khatimah, dan lindungilah kami dari azab kubur serta azab neraka."

آمين يا رب العالمين


Kitab Rujukan Utama

Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim – Imam Ibnu Katsir.

Jāmi' al-Bayān fi Ta'wīl al-Qur'ān – Imam Ath-Thabari.

Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'ān – Imam Al-Qurthubi.

Taisīr al-Karīm ar-Rahmān – Syaikh Abdurrahman As-Sa'di.

Syarh Shahih Muslim – Imam An-Nawawi.

Fathul Bāri Syarh Shahih Al-Bukhari – Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani.

Ihyā' 'Ulūmiddīn – Imam Al-Ghazali.

Al-Fawā'id dan Madarijus Sālikīn – Imam Ibnul Qayyim.

Tidak ada komentar