Pelajaran dari Hari Sabat: Bahaya Menyelisihi Perintah Allah dan Pentingnya Ketaatan

Materi Ceramah Tafsir Surah An-Naḥl Ayat 124

"Pelajaran dari Hari Sabat: Bahaya Menyelisihi Perintah Allah dan Pentingnya Ketaatan"

Mukadimah

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.

أما بعد،

فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فإن تقوى الله خير زاد ليوم المعاد.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pada kesempatan ini kita akan mengambil pelajaran dari Surah An-Naḥl ayat 124 yang mengisahkan tentang Bani Israil dan kewajiban menghormati hari Sabat (Sabtu).


Ayat yang Dibahas

Teks Arab

اِنَّمَا جُعِلَ السَّبْتُ عَلَى الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِيْهِۗ وَاِنَّ رَبَّكَ لَيَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ

Artinya

"Sesungguhnya (menghormati) hari Sabtu hanya diwajibkan atas orang-orang yang memperselisihkannya. Dan sesungguhnya Tuhanmu pasti akan memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang dahulu mereka perselisihkan." (QS. An-Naḥl: 124)


Kandungan Umum Ayat

Ayat ini menjelaskan bahwa:

  1. Kewajiban memuliakan hari Sabtu merupakan syariat khusus bagi Bani Israil.
  2. Sebagian mereka melanggar dan memperselisihkan perintah Allah.
  3. Allah menurunkan hukuman kepada pelanggar.
  4. Semua perselisihan akan diputuskan secara adil pada Hari Kiamat.

Ayat ini sekaligus menjadi bantahan terhadap orang-orang yang menganggap syariat Nabi Musa harus diikuti oleh Nabi Muhammad ﷺ.


Latar Belakang Hari Sabat

Allah menetapkan hari Sabtu sebagai hari ibadah khusus bagi Bani Israil.

Mereka diperintahkan meninggalkan pekerjaan duniawi dan fokus beribadah kepada Allah.

Namun sebagian dari mereka melanggar perintah tersebut.


Dalil Al-Qur'an

QS Al-Baqarah Ayat 65

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

Artinya

"Dan sungguh kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran pada hari Sabat, lalu Kami berfirman kepada mereka: Jadilah kamu kera yang hina."


Tafsir Ibnu Katsir

Dalam Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm dijelaskan:

Mereka dilarang menangkap ikan pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan banyaknya ikan yang muncul pada hari itu. Mereka membuat tipu daya dengan memasang perangkap pada hari Jumat dan mengambil hasilnya pada hari Ahad.

Akibatnya mereka dianggap melanggar perintah Allah meskipun berusaha mencari alasan secara lahiriah.


Bahaya Mencari Celah untuk Menghalalkan yang Haram

Kisah Bani Israil mengajarkan bahwa Allah tidak hanya melihat bentuk lahiriah suatu perbuatan, tetapi juga niat dan hakikatnya.

Mereka tidak menangkap ikan secara langsung pada hari Sabtu, namun membuat rekayasa agar tetap memperoleh hasil tangkapan.


Hadis Rasulullah ﷺ

Teks Arab

لَا تَرْتَكِبُوا مَا ارْتَكَبَتِ الْيَهُودُ فَتَسْتَحِلُّوا مَحَارِمَ اللَّهِ بِأَدْنَى الْحِيَلِ

Artinya

"Janganlah kalian melakukan sebagaimana yang dilakukan orang-orang Yahudi, sehingga kalian menghalalkan apa yang diharamkan Allah dengan berbagai tipu daya."

(HR. Abu Ya'la; dinilai hasan oleh sebagian ulama)


Ulasan Ulama

Imam Ibnul Qayyim

Dalam kitab I'lām al-Muwaqqi'īn:

Hiyal (rekayasa hukum) yang bertujuan membatalkan maksud syariat termasuk perbuatan tercela yang menyerupai tindakan Bani Israil.


Hari Sabtu Bukan Syariat Nabi Ibrahim

Salah satu tujuan ayat ini adalah menjelaskan bahwa kewajiban Sabat bukan berasal dari millah Nabi Ibrahim a.s.

Syariat para nabi memiliki persamaan dalam akidah, tetapi berbeda dalam sebagian hukum cabang.


Dalil Al-Qur'an

QS Al-Mā'idah Ayat 48

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا

Artinya

"Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang."


Tafsir Imam Al-Qurṭubi

Dalam Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān:

Aqidah para nabi adalah satu, yaitu tauhid. Adapun rincian syariat dapat berbeda sesuai hikmah Allah pada masing-masing umat.


Keutamaan Hari Jumat bagi Umat Islam

Allah mengganti hari Sabat dengan hari Jumat sebagai hari agung umat Muhammad ﷺ.


Hadis Shahih

Teks Arab

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَحُذَيْفَةَ رضي الله عنهما قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

أَضَلَّ اللَّهُ عَنِ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا، فَكَانَ لِلْيَهُودِ يَوْمُ السَّبْتِ، وَلِلنَّصَارَى يَوْمُ الْأَحَدِ، فَجَاءَ اللَّهُ بِنَا فَهَدَانَا لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya

"Allah memalingkan umat sebelum kita dari hari Jumat. Maka orang Yahudi memiliki hari Sabtu dan orang Nasrani memiliki hari Ahad. Kemudian Allah memberi petunjuk kepada kita menuju hari Jumat."

(HR. Muslim No. 856)


Penjelasan Imam An-Nawawi

Dalam Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim:

Hari Jumat merupakan hari paling mulia dalam satu pekan dan menjadi kekhususan umat Muhammad ﷺ.


Keutamaan Hari Jumat

Hadis Shahih

Teks Arab

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ

Artinya

"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat."

(HR. Muslim No. 854)


Ulasan Imam Al-Munawi

Dalam Faidh al-Qadīr:

Pada hari Jumat terjadi banyak peristiwa agung: penciptaan Adam, masuknya Adam ke surga, dan terjadinya kiamat.


Allah Akan Memutuskan Semua Perselisihan

Ayat ini ditutup dengan peringatan:

Teks Arab

وَاِنَّ رَبَّكَ لَيَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ

Artinya

"Dan sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan perkara di antara mereka pada Hari Kiamat."


Dalil Pendukung

QS Az-Zumar Ayat 3

إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

Artinya

"Sesungguhnya Allah akan memberi keputusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan."


Tafsir As-Sa'di

Dalam Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān:

Semua perselisihan yang tidak terselesaikan di dunia akan diputuskan Allah dengan keadilan yang sempurna pada Hari Kiamat.


Pelajaran Penting dari Ayat Ini

1. Jangan Bermain-main dengan Syariat

Bani Israil dihukum bukan karena ketidaktahuan, tetapi karena mencari celah untuk menghindari perintah Allah.

QS Al-Baqarah Ayat 85

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ

Artinya:

"Apakah kalian beriman kepada sebagian Kitab dan mengingkari sebagian yang lain?"


2. Ketaatan Lebih Penting daripada Logika Pribadi

Seorang mukmin tunduk kepada perintah Allah meskipun belum memahami seluruh hikmahnya.

QS Al-Ahzab Ayat 36

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

Artinya:

"Tidak patut bagi laki-laki maupun perempuan mukmin apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan lalu mereka memiliki pilihan lain."


3. Persatuan Dibangun di Atas Kebenaran

Perpecahan yang lahir karena hawa nafsu akan membawa kehancuran.

QS Ali 'Imran Ayat 105

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا

Artinya:

"Janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang berpecah belah dan berselisih."


4. Hari Jumat Adalah Karunia Besar

Sebagai umat Nabi Muhammad ﷺ, kita memperoleh kemuliaan yang tidak diberikan kepada umat terdahulu.

Karena itu jangan meremehkan:

  • Shalat Jumat.
  • Membaca Surah Al-Kahfi.
  • Memperbanyak shalawat.
  • Berdoa pada waktu mustajab.

Hikmah Menurut Para Ulama

Imam Ibnu Katsir

(Tafsīr Ibn Kathīr)

Ayat ini menunjukkan bahwa hukuman Allah sangat berat bagi orang yang mengetahui kebenaran namun sengaja menyelisihinya.

Imam Al-Qurṭubi

(Tafsīr Al-Qurṭubi)

Kisah Sabat merupakan pelajaran agar manusia tidak menjadikan agama sebagai permainan.

Imam As-Sa'di

(Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān)

Orang yang benar-benar tunduk kepada Allah akan selamat dari perselisihan yang menyesatkan.


Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah,

Surah An-Naḥl ayat 124 mengajarkan bahwa kebinasaan Bani Israil bukan karena kurangnya ilmu, tetapi karena mereka mengetahui perintah Allah lalu berusaha menghindarinya dengan tipu daya.

Maka marilah kita menjadi hamba yang tunduk sepenuhnya kepada Allah, memuliakan syariat-Nya, menghidupkan sunnah Rasul-Nya, dan menjadikan hari Jumat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Doa Penutup

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُسْتَمْسِكِينَ بِكِتَابِكَ وَسُنَّةِ نَبِيِّكَ ﷺ

"Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan karuniakan kepada kami kemampuan untuk mengikutinya. Tunjukkanlah kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan karuniakan kepada kami kemampuan untuk menjauhinya. Jadikanlah kami orang-orang yang berpegang teguh kepada Kitab-Mu dan Sunnah Nabi-Mu."

والله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar