Allah Lebih Mengetahui Siapa yang Layak Menjadi Nabi dan Allah Menganugerahkan Keutamaan kepada Sebagian Nabi atas Sebagian yang Lain

Materi Ceramah

Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 55

"Allah Lebih Mengetahui Siapa yang Layak Menjadi Nabi dan Allah Menganugerahkan Keutamaan kepada Sebagian Nabi atas Sebagian yang Lain"


Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Amma ba'du.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik menuju keselamatan dunia dan akhirat.

Pada kesempatan ini kita akan mentadabburi firman Allah dalam Surah Al-Isrā' ayat 55.


Dalil Utama

Firman Allah

Surah Al-Isrā' Ayat 55

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

Artinya:

"Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang ada di langit dan di bumi. Sungguh, Kami telah melebihkan sebagian nabi atas sebagian yang lain, dan kepada Dawud Kami berikan Kitab Zabur." (QS. Al-Isrā': 55)


Kandungan Ayat

Ayat ini mengandung beberapa pelajaran besar:

  1. Allah Maha Mengetahui seluruh makhluk.
  2. Allah memilih para nabi berdasarkan hikmah-Nya.
  3. Allah memberikan keutamaan yang berbeda kepada setiap nabi.
  4. Nabi Muhammad ﷺ adalah nabi yang paling utama.
  5. Kitab Zabur merupakan salah satu kitab samawi yang Allah turunkan kepada Nabi Dawud.

Pembahasan Pertama

Allah Maha Mengetahui Seluruh Makhluk

Allah mengetahui seluruh makhluk di langit dan bumi.

Tidak ada yang tersembunyi dari ilmu Allah.

Firman Allah

إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

"Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati."

(QS. Ali 'Imran: 154)


Firman Allah

إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ

"Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah baik di bumi maupun di langit."

(QS. Ali 'Imran: 5)


Pelajaran

Manusia sering menilai berdasarkan:

  • kekayaan
  • jabatan
  • keturunan
  • penampilan

Sedangkan Allah menilai:

  • keimanan
  • ketakwaan
  • keikhlasan
  • hati

Dalil Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ، وَلَا إِلَى أَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Artinya:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian dan tidak pula harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian."

(HR. Muslim no. 2564)


Penjelasan Imam An-Nawawi

Dalam Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan:

Allah tidak menjadikan kemuliaan seseorang berdasarkan rupa dan harta, tetapi berdasarkan ketakwaan dan amal salehnya.

Rujukan: Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim karya Imam An-Nawawi.


Pembahasan Kedua

Allah Memilih Para Nabi Berdasarkan Hikmah-Nya

Kaum Quraisy menolak Nabi Muhammad ﷺ karena beliau bukan orang kaya dan bukan pemuka Quraisy.

Mereka berkata:

Firman Allah

وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا الْقُرْآنُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ

Artinya:

"Mereka berkata, 'Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang pembesar dari salah satu dua negeri (Mekah atau Thaif)?'"

(QS. Az-Zukhruf: 31)


Namun Allah menjawab:

Firman Allah

اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ

Artinya:

"Allah lebih mengetahui kepada siapa Dia memberikan tugas kerasulan."

(QS. Al-An'ām: 124)


Tafsir Ibnu Katsir

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:

Allah lebih mengetahui siapa yang pantas menerima wahyu, siapa yang memiliki hati paling suci, akhlak paling mulia, dan kesabaran paling tinggi.

Rujukan: Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm karya Ibnu Katsir.


Pembahasan Ketiga

Allah Melebihkan Sebagian Nabi Atas Sebagian yang Lain

Allah berfirman:

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ

Artinya:

"Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain."

(QS. Al-Baqarah: 253)


Bentuk Keutamaan Para Nabi

Nabi Ibrahim

خَلِيلُ اللَّهِ

"Kekasih Allah."

(QS. An-Nisā': 125)


Nabi Musa

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا

"Allah berbicara langsung kepada Musa."

(QS. An-Nisā': 164)


Nabi Isa

Dikuatkan dengan Ruhul Qudus.

(QS. Al-Baqarah: 253)


Nabi Dawud

Diberikan Kitab Zabur.

(QS. Al-Isrā': 55)


Nabi Muhammad ﷺ

Diberikan:

  • Al-Qur'an
  • Isra Mi'raj
  • Syafaat Kubra
  • Penutup para nabi
  • Rahmat bagi seluruh alam

Allah berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Artinya:

"Kami tidak mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."

(QS. Al-Anbiyā': 107)


Hadis Tentang Keutamaan Nabi Muhammad ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا فَخْرَ

Artinya:

"Aku adalah pemimpin seluruh anak Adam pada hari kiamat, dan ini bukanlah kesombongan."

(HR. Muslim no. 2278)


Penjelasan Imam Al-Qadhi 'Iyadh

Dalam kitab Asy-Syifā', beliau menjelaskan:

Hadis ini menunjukkan kemuliaan Rasulullah ﷺ yang paling tinggi dibanding seluruh nabi.


Pembahasan Keempat

Zabur Nabi Dawud

Allah berfirman:

وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

"Kami memberikan kepada Dawud Kitab Zabur."


Apa Itu Zabur?

Zabur adalah kitab yang berisi:

  • pujian kepada Allah
  • doa-doa
  • nasihat
  • hikmah
  • dzikir

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa Zabur tidak memuat syariat baru sebagaimana Taurat.


Firman Allah

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

Artinya:

"Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur bahwa bumi akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh."

(QS. Al-Anbiyā': 105)


Tafsir Ath-Thabari

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa ayat ini merupakan kabar gembira tentang kemenangan orang-orang yang beriman dan bertakwa di dunia dan akhirat.

Rujukan: Jāmi' al-Bayān karya Imam Ath-Thabari.


Hikmah Ayat

  1. Allah mengetahui siapa yang paling layak menerima amanah.
  2. Jangan menilai manusia hanya dari dunia.
  3. Para nabi memiliki keutamaan yang berbeda sesuai hikmah Allah.
  4. Nabi Muhammad ﷺ adalah nabi yang paling utama.
  5. Semua nabi wajib kita imani tanpa membeda-bedakan dalam keimanan kepada mereka.
  6. Kitab Zabur merupakan salah satu kitab yang wajib diimani.
  7. Kemuliaan sejati adalah iman, ilmu, dan takwa.

Nasihat Para Ulama

Imam As-Sa'di

Dalam Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān, beliau menjelaskan bahwa Allah memilih para rasul berdasarkan ilmu-Nya yang sempurna, bukan karena ukuran manusia seperti harta, keturunan, atau kedudukan.

Imam Al-Qurthubi

Dalam Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān, beliau menerangkan bahwa keutamaan para nabi merupakan hak Allah semata. Kaum mukmin wajib meyakini adanya perbedaan derajat di antara para nabi sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an, namun tetap menghormati dan mengimani seluruh nabi tanpa mengurangi kedudukan salah seorang dari mereka.


Penutup

Kaum muslimin rahimakumullah,

Ayat ini mengajarkan agar kita tidak mengukur kemuliaan seseorang dengan standar dunia. Allah memilih hamba-hamba-Nya berdasarkan ilmu, hikmah, dan kehendak-Nya. Sebagaimana Allah memilih para nabi, kita pun hendaknya berusaha menjadi hamba yang mulia di sisi-Nya dengan memperbaiki iman, akhlak, dan amal saleh.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang saleh, mencintai seluruh nabi dan rasul, serta meneladani Rasulullah ﷺ sebagai penutup para nabi.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Tidak ada komentar