Bahaya Menjadikan Dunia Sebagai Tujuan Hidup
Materi Ceramah Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 18
"Bahaya Menjadikan Dunia Sebagai Tujuan Hidup"
Mukadimah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، ونصلي ونسلم على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Salah satu penyakit hati yang paling berbahaya adalah ketika dunia menjadi tujuan utama hidup. Islam tidak melarang seorang muslim menjadi kaya, memiliki jabatan, atau menikmati nikmat dunia yang halal. Namun Islam melarang apabila dunia menjadi tujuan akhir sehingga melupakan Allah, akhirat, dan kehidupan yang kekal. Surah Al-Isrā' ayat 18 memberikan peringatan keras kepada orang-orang yang hanya mengejar kehidupan dunia.
Ayat yang Dikaji
Al-Qur'an Surah Al-Isrā' Ayat 18
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَّدْحُورًا
Artinya:
"Barang siapa menghendaki kehidupan yang segera (dunia), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi siapa yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya neraka Jahanam. Ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir."
Kandungan Pokok Ayat
Ayat ini menjelaskan lima pelajaran penting:
- Ada manusia yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidup.
- Allah memberikan dunia kepada siapa yang Dia kehendaki, bukan semata-mata karena kecintaan-Nya.
- Kekayaan dunia bukan tanda kemuliaan di sisi Allah.
- Orang yang hanya mengejar dunia dan melupakan akhirat akan merugi.
- Keselamatan sejati adalah menjadikan akhirat sebagai tujuan utama tanpa melupakan bagian dunia yang halal.
Pertama: Dunia Disebut Al-'Ājilah (Yang Cepat Berlalu)
Allah berfirman:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ
"Barang siapa menghendaki kehidupan yang segera (dunia)."
Allah menyebut dunia dengan العاجلة karena:
- cepat berlalu,
- kenikmatannya sebentar,
- tidak kekal,
- sering melalaikan manusia.
Dalil Al-Qur'an
Surah Al-Qiyāmah Ayat 20–21
كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَ
Artinya:
"Sekali-kali tidak! Bahkan kalian mencintai kehidupan yang segera (dunia), dan kalian meninggalkan akhirat."
Surah Al-A'lā Ayat 16–17
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى
Artinya:
"Tetapi kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat itu lebih baik dan lebih kekal."
Tafsir Ibnu Katsir
Imam Ibnu Katsir menjelaskan:
"Ayat ini ditujukan kepada orang yang seluruh tujuan hidupnya hanyalah dunia. Allah mungkin memberikan sebagian keinginannya, tetapi tidak semuanya, sesuai hikmah dan kehendak-Nya."
Rujukan: Tafsir Ibnu Katsir
Kedua: Allah Memberi Dunia kepada Siapa yang Dia Kehendaki
Allah berfirman:
عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُّرِيدُ
"Kami segerakan baginya apa yang Kami kehendaki bagi siapa yang Kami kehendaki."
Ayat ini mengajarkan bahwa:
- tidak semua orang memperoleh apa yang diinginkannya,
- dunia diberikan sesuai hikmah Allah,
- kekayaan bukan ukuran kemuliaan.
Dalil Al-Qur'an
Surah Asy-Syūrā Ayat 20
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
Artinya:
"Barang siapa menghendaki keuntungan akhirat, Kami tambahkan keuntungan itu baginya. Dan barang siapa menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya, tetapi di akhirat ia tidak memperoleh bagian."
Surah Āli 'Imrān Ayat 145
وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا ۖ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا
Artinya:
"Barang siapa menghendaki pahala dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya. Dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan kepadanya pahala akhirat."
Ketiga: Dunia Bukan Bukti Allah Mencintai Seseorang
Hadis Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لَا يُحِبُّ، وَلَا يُعْطِي الدِّينَ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada orang yang Dia cintai maupun kepada orang yang tidak Dia cintai. Tetapi Allah tidak memberikan agama kecuali kepada orang yang Dia cintai."
Hadis ini diriwayatkan oleh Musnad Ahmad dengan makna yang dinilai hasan oleh sejumlah ulama.
Keempat: Orang yang Hanya Mengejar Dunia Akan Merugi
Allah berfirman:
ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ
"Kemudian Kami sediakan baginya neraka Jahanam."
Ini berlaku bagi orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama dan mengingkari atau melupakan akhirat.
Dalil Al-Qur'an
Surah Hūd Ayat 15–16
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا... أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ
Artinya:
"Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, Kami berikan balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna... Mereka itulah orang-orang yang di akhirat tidak memperoleh selain neraka."
Surah Āli 'Imrān Ayat 178
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا
Artinya:
"Janganlah orang-orang kafir mengira bahwa penangguhan yang Kami berikan kepada mereka itu baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh agar dosa mereka bertambah."
Kelima: Jadikan Akhirat Tujuan Utama
Ayat berikutnya (Al-Isrā' ayat 19) menjelaskan kebalikan dari ayat ini, yaitu orang yang menghendaki akhirat.
Hadis Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ
Artinya:
"Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya, menyatukan urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, Allah akan menjadikan kefakiran di depan matanya, mencerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan baginya."
Diriwayatkan oleh Sunan Ibnu Majah dan Jami' at-Tirmidzi; dinilai hasan oleh sejumlah ulama.
Penjelasan Para Ulama
Imam Ath-Thabari
Beliau menjelaskan:
"Allah menyebutkan bahwa orang yang hanya menghendaki dunia tidak otomatis memperoleh semua yang diinginkannya, tetapi hanya apa yang Allah kehendaki untuk diberikan kepadanya."
Rujukan: Jami' al-Bayan
Imam Al-Qurthubi
Beliau berkata:
"Ayat ini merupakan dalil bahwa dunia bukan ukuran kemuliaan. Orang kafir pun bisa diberi kekayaan, sedangkan kemuliaan yang hakiki adalah iman dan keselamatan di akhirat."
Rujukan: Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an
Ibn al-Qayyim
Dalam Al-Fawā'id, beliau menjelaskan bahwa kecintaan berlebihan kepada dunia adalah sumber berbagai penyakit hati. Dunia seharusnya menjadi sarana menuju akhirat, bukan tujuan akhir seorang mukmin.
Imam As-Sa'di
Beliau menjelaskan:
"Orang yang hanya menginginkan dunia telah memilih bagian yang kecil dan sementara, sedangkan ia meninggalkan bagian yang lebih besar, lebih sempurna, dan lebih kekal."
Rujukan: Taisir al-Karim ar-Rahman
Hikmah yang Dapat Diambil
- Dunia adalah nikmat yang boleh dicari dengan cara yang halal, tetapi tidak boleh menjadi tujuan hidup.
- Kekayaan, jabatan, dan kemewahan bukan ukuran cinta Allah kepada seseorang.
- Seorang mukmin hendaknya bekerja keras di dunia sambil menjadikan ridha Allah dan kebahagiaan akhirat sebagai tujuan utama.
- Keberhasilan sejati adalah ketika dunia berada di tangan, bukan menguasai hati.
- Amal yang dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah akan mendatangkan kebaikan di dunia dan pahala yang kekal di akhirat.
Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Surah Al-Isrā' ayat 18 mengingatkan kita agar tidak tertipu oleh gemerlap dunia. Dunia hanyalah tempat singgah, sedangkan akhirat adalah negeri yang kekal. Carilah rezeki yang halal, manfaatkan nikmat Allah untuk beribadah dan berbuat baik, namun jangan sampai dunia menguasai hati kita. Jadikanlah dunia sebagai kendaraan menuju akhirat, bukan sebagai tujuan akhir perjalanan hidup.
Marilah kita berdoa kepada Allah:
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا إِلَى النَّارِ مَصِيرَنَا، وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ هِيَ دَارَنَا، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ.
"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami, jangan pula menjadi puncak pengetahuan kami, jangan Engkau jadikan neraka sebagai tempat kembali kami. Jadikanlah surga sebagai tempat tinggal kami, dan anugerahkan kepada kami husnul khatimah."
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment