Hamba-Hamba Allah yang Tidak Dapat Dikuasai Setan

Materi Ceramah

"Hamba-Hamba Allah yang Tidak Dapat Dikuasai Setan"

Tadabbur Surah Al-Isrā' Ayat 65


Khutbatul Hājah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.


Muqaddimah

Segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta'ālā yang telah menciptakan manusia, memberikan petunjuk melalui Al-Qur'an, dan memperingatkan kita tentang musuh terbesar sepanjang zaman, yaitu Iblis dan bala tentaranya.

Pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan berbagai cara setan menggoda manusia. Namun pada ayat ini Allah memberikan kabar gembira yang menenangkan hati orang-orang beriman, bahwa setan tidak memiliki kekuasaan atas hamba-hamba Allah yang tulus beriman dan bertawakal kepada-Nya.

Allah Ta'ālā berfirman:


Dalil Utama

Al-Qur'an Surah Al-Isrā' Ayat 65

اِنَّ عِبَادِيْ لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنٌۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ وَكِيْلًا

Artinya:

"Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidak mempunyai kekuasaan terhadap mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Pemelihara."


Tafsir Ayat

Ayat ini merupakan jawaban Allah terhadap kesombongan Iblis.

Setelah Iblis menyatakan akan menyesatkan manusia, Allah menegaskan bahwa ada satu golongan yang tidak akan mampu dikuasai olehnya, yaitu 'ibādī (hamba-hamba-Ku).

Kata عبادي (hamba-hamba-Ku) adalah bentuk pemuliaan (idhafah tasyrif), menunjukkan kedudukan mulia bagi orang-orang yang benar-benar menghambakan diri kepada Allah.


Penjelasan Para Ulama

1. Tafsir Ibnu Katsir

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:

"Yang dimaksud adalah hamba-hamba Allah yang ikhlas dalam beribadah kepada-Nya. Setan tidak memiliki jalan untuk menguasai mereka."

Rujukan: Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, jilid 5, tafsir QS. Al-Isrā': 65.

Beliau mengaitkan ayat ini dengan firman Allah dalam Surah Al-Ḥijr ayat 40.


Dalil Pendukung

Surah Al-Ḥijr ayat 39–40

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ۝ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Artinya:

"Iblis berkata, 'Ya Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti akan aku jadikan mereka memandang baik perbuatan maksiat di bumi, dan pasti akan aku sesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.'"

Pelajaran

Bahkan Iblis sendiri mengakui bahwa ia tidak mampu menyesatkan orang-orang yang ikhlas.


2. Tafsir Imam Ath-Thabari

Imam Ath-Thabari menjelaskan:

Yang dimaksud "tidak mempunyai kekuasaan" adalah:

Setan tidak mampu memaksa orang beriman melakukan kemaksiatan.

Yang dimiliki setan hanyalah:

  • membisikkan
  • menghias dosa
  • mengajak

Sedangkan keputusan tetap berada di tangan manusia.

Rujukan: Jāmi' al-Bayān, tafsir QS. Al-Isrā': 65.


3. Tafsir Imam Al-Qurthubi

Imam Al-Qurthubi berkata:

"Ayat ini merupakan dalil bahwa setan tidak memiliki hujjah, kekuasaan, ataupun kemampuan memaksa seorang mukmin."

Rujukan: Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān, juz 10.


Makna "Sulṭān"

Allah berfirman:

لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ

Kata سلطان mempunyai beberapa makna:

  • kekuasaan
  • kemampuan memaksa
  • hujjah
  • dominasi

Artinya:

Setan hanya bisa mengajak, bukan memaksa.


Bukti Al-Qur'an

Surah Ibrāhīm ayat 22

وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي

Artinya:

"Aku tidak mempunyai kekuasaan atas kalian selain sekadar mengajak kalian, lalu kalian memenuhi ajakanku."

Inilah pengakuan Iblis sendiri pada Hari Kiamat.


Mengapa Orang Beriman Selamat?

Karena Allah melindungi mereka.

Allah berfirman:

Surah An-Naḥl ayat 99–100

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ۝ إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ

Artinya:

"Sesungguhnya setan tidak mempunyai kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya pemimpin dan orang-orang yang mempersekutukan Allah."


Hadis-Hadis Pendukung

1. Setan Lari dari Orang yang Berdzikir

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا نُودِيَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ

Artinya:

"Apabila azan dikumandangkan, setan lari terbirit-birit hingga tidak mendengar suara azan."

HR. al-Bukhari no. 608 dan Muslim no. 389

Hikmah

Azan adalah zikir.

Semakin banyak zikir, semakin sempit ruang gerak setan.


2. Membaca Ayat Kursi

Rasulullah ﷺ bersabda melalui kisah Abu Hurairah:

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ... فَإِنَّهُ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

Artinya:

"Apabila engkau hendak tidur bacalah Ayat Kursi. Niscaya Allah akan mengutus penjaga bagimu dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi."

HR. al-Bukhari no. 2311


3. Doa Perlindungan

Rasulullah ﷺ membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Artinya:

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan dan aku berlindung kepada-Mu agar mereka tidak mendekatiku."

Doa ini sejalan dengan perintah Allah dalam QS. Al-Mu'minūn: 97–98.


Siapakah Hamba-Hamba Allah yang Dilindungi?

1. Orang yang Ikhlas

Allah berfirman:

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

"Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas." (QS. Al-Ḥijr: 40)

Ikhlas adalah benteng pertama dari tipu daya setan.


2. Orang yang Bertawakal

Allah berfirman:

وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

"Dan mereka bertawakal kepada Tuhannya." (QS. An-Naḥl: 99)

Tawakal berarti menyerahkan seluruh urusan kepada Allah setelah berikhtiar.


3. Orang yang Berdzikir

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Artinya:

"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dan orang yang mati."

HR. al-Bukhari no. 6407

Ulasan Imam Ibnul Qayyim

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa zikir adalah benteng terkuat bagi hati. Hati yang selalu mengingat Allah akan sulit dimasuki bisikan setan, sedangkan hati yang lalai menjadi tempat yang mudah untuk dikuasai hawa nafsu dan godaan. (Al-Wābil aṣ-Ṣayyib)


Mengapa Allah Disebut Sebagai "Wakīl"?

Allah berfirman:

وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا

Al-Wakīl berarti:

  • Pelindung
  • Penjaga
  • Penolong
  • Tempat bersandar

Imam As-Sa'di menjelaskan

Orang yang menjadikan Allah sebagai Wakil akan dicukupi segala urusannya, dijaga dari musuh-musuhnya, dan diberikan pertolongan sesuai kadar tawakalnya.

Rujukan: Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān.


Cara Agar Tidak Dikuasai Setan

  1. Memurnikan tauhid.
  2. Ikhlas dalam seluruh amal.
  3. Bertawakal kepada Allah.
  4. Menjaga shalat lima waktu.
  5. Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
  6. Membaca zikir pagi dan petang.
  7. Menjaga kehalalan makanan dan rezeki.
  8. Berkumpul dengan orang-orang saleh.
  9. Memperbanyak istighfar dan taubat.
  10. Senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan.

Pelajaran yang Dapat Diambil

  • Setan memiliki kemampuan menggoda, tetapi tidak memiliki kekuasaan untuk memaksa manusia bermaksiat.
  • Perlindungan sejati dari tipu daya setan hanya datang dari Allah Subḥānahu wa Ta'ālā.
  • Keikhlasan, iman, tawakal, zikir, dan ketaatan adalah benteng utama menghadapi godaan setan.
  • Hamba yang dekat dengan Allah akan mendapatkan penjagaan-Nya sehingga tipu daya setan menjadi lemah.
  • Setiap mukmin hendaknya tidak merasa aman dari godaan setan, tetapi juga tidak putus asa, karena Allah adalah Al-Wakīl, sebaik-baik Pelindung bagi orang-orang yang beriman.

Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah,

Ayat ini mengajarkan bahwa kekuatan seorang mukmin bukan terletak pada dirinya sendiri, melainkan pada pertolongan Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam tafsir para ulama, manusia tidak memiliki kekebalan terhadap setan dengan kemampuannya sendiri. Keselamatan adalah anugerah Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, bertawakal, dan senantiasa memohon perlindungan kepada-Nya.

Marilah kita memperbarui iman, memperbanyak zikir, menjaga shalat, membaca Al-Qur'an, dan menggantungkan seluruh harapan hanya kepada Allah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang tidak dapat dikuasai oleh setan dan selalu berada dalam penjagaan-Nya.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُخْلَصِينَ، وَاحْفَظْنَا مِنْ كَيْدِ الشَّيْطَانِ، وَاجْعَلْكَ أَنْتَ وَكِيلَنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. آمِينy

Tidak ada komentar