Ketika Peringatan Allah Justru Ditolak

Materi Ceramah

Tadabbur Surah Al-Isrā' Ayat 41

"Ketika Peringatan Allah Justru Ditolak"


Mukadimah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم تسليمًا كثيرًا.

Amma ba'du.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Al-Qur'an adalah petunjuk yang Allah turunkan sebagai rahmat bagi manusia. Namun, tidak semua orang memperoleh hidayah darinya. Ada yang semakin dekat kepada Allah ketika membaca Al-Qur'an, tetapi ada pula yang semakin jauh karena kesombongan dan kerasnya hati. Inilah pelajaran besar yang Allah jelaskan dalam Surah Al-Isrā' ayat 41.


Ayat Utama

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لِيَذَّكَّرُوْاۗ وَمَا يَزِيْدُهُمْ اِلَّا نُفُوْرًا

Artinya:

"Dan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami jelaskan berulang-ulang berbagai peringatan agar mereka selalu ingat. Tetapi peringatan itu hanya menambah mereka lari dari kebenaran." (QS. Al-Isrā': 41)


Tafsir Ayat

Imam Ibnu Katsir berkata

"Allah mengulang berbagai hujjah, perumpamaan, ancaman, kabar gembira dan pelajaran agar manusia mengambil manfaat. Akan tetapi orang-orang kafir tidak memperoleh tambahan selain semakin jauh dari kebenaran."

Rujukan: Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, Ibnu Katsir, tafsir QS. Al-Isra': 41.


Imam Ath-Thabari menjelaskan

Yang dimaksud صرفنا adalah Allah menjelaskan ayat-ayat dengan berbagai bentuk; kadang berupa kisah, ancaman, janji, perumpamaan maupun dalil-dalil tauhid agar manusia memahami kebenaran.

Rujukan:

Jāmi' al-Bayān, Imam Ath-Thabari.


Imam Al-Qurthubi berkata

Pengulangan dalam Al-Qur'an bukanlah kelemahan bahasa, tetapi bentuk kasih sayang Allah kepada manusia agar semakin mudah memahami petunjuk.

Rujukan:

Tafsir Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'an.


Mengapa Al-Qur'an Diulang-ulang?

Allah berfirman:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Artinya:

"Dan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"

(QS. Al-Qamar: 17)

Hikmah pengulangan

  • agar mudah dihafal
  • mudah dipahami
  • menguatkan keimanan
  • menjadi hujjah atas manusia

Al-Qur'an Menjadi Hidayah Bagi Orang Beriman

Allah berfirman:

هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Artinya:

"Al-Qur'an adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa."

(QS. Al-Baqarah: 2)

Tetapi bagi orang yang keras hati justru sebaliknya.

Allah berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Artinya:

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang zalim hanya menambah kerugian."

(QS. Al-Isrā': 82)


Penyebab Manusia Menolak Al-Qur'an

1. Kesombongan

Allah berfirman:

سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ

Artinya:

"Aku akan memalingkan dari ayat-ayat-Ku orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar."

(QS. Al-A'rāf: 146)


2. Hati telah tertutup

Allah berfirman:

خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ

Artinya:

"Allah telah mengunci hati mereka."

(QS. Al-Baqarah: 7)


3. Mengikuti hawa nafsu

Allah berfirman:

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلٰهَهُ هَوَاهُ

Artinya:

"Maka pernahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?"

(QS. Al-Jātsiyah: 23)


Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهٰذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

Artinya:

"Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Al-Qur'an ini dan merendahkan kaum yang lain dengannya."

(HR. Muslim no. 817)

Penjelasan Imam An-Nawawi

Orang yang mengamalkan Al-Qur'an akan dimuliakan Allah, sedangkan orang yang meninggalkannya akan dihinakan.

Rujukan: Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi.


Hadis tentang Hati yang Mati

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Artinya:

"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan yang tidak berdzikir seperti orang hidup dengan orang mati."

(HR. Al-Bukhari no. 6407)

Orang yang hidup hatinya akan mudah menerima Al-Qur'an.


Ucapan Ulama

Ibnul Qayyim رحمه الله

"Tidak ada hukuman yang lebih berat daripada kerasnya hati."

Rujukan

Al-Fawā'id.

Beliau juga menjelaskan bahwa dosa yang terus-menerus dilakukan akan menutupi hati hingga sulit menerima nasihat.


Sufyan Ats-Tsauri رحمه الله

"Aku dihalangi dari qiyamul lail karena dosa yang kulakukan."

Ini menunjukkan bahwa maksiat menghalangi seseorang menerima cahaya hidayah.


Imam Malik رحمه الله

Beliau pernah berkata kepada Imam Syafi'i:

"Aku melihat Allah telah meletakkan cahaya di hatimu, maka jangan engkau padamkan dengan maksiat."

Disebutkan dalam Hilyatul Auliya' karya Abu Nu'aim.


Pelajaran yang Dapat Diambil

  1. Al-Qur'an telah menjelaskan kebenaran dengan sangat sempurna.
  2. Hidayah hanya masuk ke hati yang bersih.
  3. Kesombongan menjadi penghalang terbesar menerima kebenaran.
  4. Dosa yang terus-menerus dilakukan akan mengeraskan hati.
  5. Orang beriman semakin dekat kepada Allah dengan Al-Qur'an, sedangkan orang kafir semakin menjauh.
  6. Kita harus terus membaca, mentadabburi, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur'an agar hati tetap hidup.

Penutup

Marilah kita bermuhasabah. Jangan sampai kita sering membaca Al-Qur'an tetapi hati kita tidak berubah. Ukuran keberhasilan membaca Al-Qur'an bukan hanya banyaknya bacaan, tetapi sejauh mana ayat-ayatnya mengubah akhlak, ibadah, dan ketakwaan kita.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang ketika mendengar ayat-ayat-Nya, hati mereka tunduk, iman mereka bertambah, dan mereka istiqamah mengamalkannya.

Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُومِنَا وَغُمُومِنَا.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah Al-Qur'an sebagai penyejuk hati kami, cahaya dada kami, penghilang kesedihan kami, serta lenyapnya kegelisahan dan kesusahan kami."

Amin ya Rabbal 'alamin.

Tidak ada komentar