Keutamaan Akhirat di Atas Dunia dan Tingginya Derajat Orang Beriman

Materi Ceramah Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 21

"Keutamaan Akhirat di Atas Dunia dan Tingginya Derajat Orang Beriman"

Mukadimah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، والصلاة والسلام على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Pada ayat-ayat sebelumnya Allah menjelaskan dua golongan manusia: mereka yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidup dan mereka yang mengutamakan akhirat. Dalam Surah Al-Isrā' ayat 21 ini Allah mengajak manusia untuk memperhatikan kenyataan kehidupan bahwa manusia memang berbeda-beda dalam rezeki, kedudukan, ilmu, dan kekuatan. Namun Allah mengingatkan bahwa semua perbedaan di dunia hanyalah sementara. Adapun kehidupan akhirat memiliki derajat yang jauh lebih tinggi dan keutamaannya tidak dapat dibandingkan dengan dunia.


Ayat yang Dikaji

Al-Qur'an Surah Al-Isrā' Ayat 21

اُنْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ وَلَلْآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا

Artinya:

"Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Dan sungguh kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya."


Kandungan Pokok Ayat

Ayat ini mengandung beberapa pelajaran penting:

  1. Perbedaan keadaan manusia di dunia adalah ketetapan Allah.
  2. Perbedaan tersebut merupakan ujian, bukan ukuran kemuliaan.
  3. Derajat manusia di akhirat jauh lebih tinggi dan lebih beragam daripada derajat di dunia.
  4. Amal, iman, dan ketakwaan menjadi sebab tingginya kedudukan di sisi Allah.
  5. Seorang mukmin hendaknya berlomba mengejar derajat akhirat, bukan sekadar kemuliaan dunia.

Pertama: Perbedaan Rezeki dan Kedudukan Adalah Sunnatullah

Allah berfirman:

اُنْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ

"Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain."

Allah membagi manusia dengan hikmah-Nya. Ada yang:

  • kaya dan miskin,
  • kuat dan lemah,
  • pemimpin dan rakyat,
  • berilmu dan awam,
  • sehat dan sakit.

Semua itu bukan kebetulan, melainkan bagian dari ujian kehidupan.


Dalil Al-Qur'an

Surah Al-An‘ām Ayat 165

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ

Artinya:

"Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat untuk mengujimu terhadap apa yang diberikan-Nya."


Surah Az-Zukhruf Ayat 32

نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ

Artinya:

"Kami telah menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat."


Kedua: Dunia Bukan Ukuran Kemuliaan

Banyak orang tertipu oleh jabatan, kekayaan, dan popularitas. Padahal semua itu belum tentu menunjukkan kemuliaan di sisi Allah.


Dalil Al-Qur'an

Surah Al-Ḥujurāt Ayat 13

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Artinya:

"Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa."


Surah Āli 'Imrān Ayat 185

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya:

"Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdayakan."


Ketiga: Derajat Akhirat Jauh Lebih Tinggi

Allah berfirman:

وَلَلْآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا

"Akhirat itu lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya."

Perbedaan dunia sangat terbatas.

Namun perbedaan derajat di surga sangat besar.

Setiap penghuni surga memperoleh kedudukan sesuai:

  • iman,
  • amal,
  • keikhlasan,
  • kesabaran,
  • pengorbanan.

Dalil Al-Qur'an

Surah An-Nisā' Ayat 95–96

فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا ۝ دَرَجَاتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً

Artinya:

"Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar, berupa beberapa derajat, ampunan, dan rahmat."


Surah Al-Mujādilah Ayat 11

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Artinya:

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."


Hadis Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ لَيَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ كَمَا تَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ فِي الْأُفُقِ مِنَ الْمَشْرِقِ أَوِ الْمَغْرِبِ، لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ

Artinya:

"Sesungguhnya penghuni surga akan melihat penghuni kamar-kamar yang tinggi di atas mereka sebagaimana kalian melihat bintang yang bercahaya di ufuk timur atau barat karena perbedaan derajat di antara mereka."

Diriwayatkan oleh Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.


Keempat: Berlomba Meraih Derajat Surga

Islam tidak mengajarkan berlomba dalam kesombongan dunia.

Yang diperintahkan adalah berlomba dalam kebaikan.


Dalil Al-Qur'an

Surah Āli 'Imrān Ayat 133

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ

Artinya:

"Bersegeralah menuju ampunan Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi."


Surah Al-Muṭaffifīn Ayat 26

وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

Artinya:

"Untuk memperoleh kenikmatan itulah hendaknya orang-orang berlomba-lomba."


Hadis Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ الْجَنَّةَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَعْلَى الْجَنَّةِ وَأَوْسَطُ الْجَنَّةِ

Artinya:

"Apabila kalian memohon surga kepada Allah, maka mintalah Surga Firdaus, karena ia adalah surga yang paling tinggi dan paling utama."

Diriwayatkan oleh Shahih al-Bukhari.


Penjelasan Para Ulama

Imam Ath-Thabari

Beliau menjelaskan:

"Perbedaan rezeki dan kedudukan di dunia merupakan bagian dari hikmah Allah dalam mengatur makhluk-Nya. Namun perbedaan derajat di akhirat jauh lebih besar dan berlangsung kekal."

Rujukan: Jami' al-Bayan


Imam Al-Qurthubi

Beliau berkata:

"Ayat ini mendorong manusia agar tidak terpukau oleh kelebihan dunia, karena semua itu akan berakhir. Yang patut dikejar adalah derajat di sisi Allah."

Rujukan: Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an


Ibn al-Qayyim

Dalam Ṭarīq al-Hijratain, beliau menjelaskan bahwa penghuni surga memiliki tingkatan yang berbeda-beda sesuai kadar iman, keikhlasan, ilmu, kesabaran, dan amal mereka. Perbedaan itu merupakan bentuk keadilan sekaligus karunia Allah.


Imam As-Sa'di

Beliau menjelaskan:

"Apabila manusia melihat adanya perbedaan di dunia, hendaknya mereka mengetahui bahwa perbedaan di akhirat jauh lebih besar. Oleh karena itu, orang yang berakal akan lebih bersungguh-sungguh mengejar kemuliaan akhirat."

Rujukan: Taisir al-Karim ar-Rahman


Hikmah yang Dapat Diambil

  1. Perbedaan rezeki dan kedudukan merupakan ketetapan Allah yang penuh hikmah.
  2. Jangan mengukur kemuliaan seseorang dari harta, jabatan, atau popularitasnya.
  3. Kemuliaan sejati di sisi Allah ditentukan oleh iman dan ketakwaan.
  4. Derajat di akhirat jauh lebih tinggi dan lebih kekal daripada seluruh kemuliaan dunia.
  5. Jadikan hidup sebagai perlombaan dalam ilmu, amal saleh, akhlak mulia, dan ketakwaan agar memperoleh derajat tertinggi di surga.

Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah,

Surah Al-Isrā' ayat 21 mengajarkan kita untuk melihat kehidupan dengan pandangan yang benar. Perbedaan yang kita saksikan di dunia hanyalah ujian sementara. Jangan iri terhadap kenikmatan dunia yang dimiliki orang lain, dan jangan pula sombong atas nikmat yang Allah titipkan kepada kita. Yang paling penting adalah berusaha memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah, karena kemuliaan akhirat jauh lebih besar, lebih sempurna, dan kekal selamanya.

Marilah kita berdoa:

اللَّهُمَّ ارْفَعْ دَرَجَاتِنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْفِرْدَوْسِ الْأَعْلَى، وَارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ وَالتَّقْوَى وَالْعِلْمَ النَّافِعَ وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا.

"Ya Allah, angkatlah derajat kami di dunia dan di akhirat. Jadikanlah kami termasuk penghuni Surga Firdaus yang tertinggi. Karuniakan kepada kami keikhlasan, ketakwaan, ilmu yang bermanfaat, dan amal saleh. Janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami."

آمين يا رب العالمين

Tidak ada komentar