Luasnya Karunia Allah dan Perbedaan Antara Rezeki dengan Kemuliaan

Materi Ceramah Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 20

"Luasnya Karunia Allah dan Perbedaan Antara Rezeki dengan Kemuliaan"

Mukadimah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، والصلاة والسلام على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Setelah Allah menjelaskan dua golongan manusia pada ayat sebelumnya—golongan yang hanya menginginkan dunia dan golongan yang mengutamakan akhirat—pada ayat ke-20 ini Allah menerangkan bahwa keduanya tetap memperoleh karunia dan rezeki dari-Nya. Hal ini menunjukkan luasnya rahmat Allah di dunia. Akan tetapi, karunia dunia tidak selalu menunjukkan kemuliaan seseorang di sisi Allah. Kemuliaan yang hakiki adalah iman, ketakwaan, dan keselamatan di akhirat.


Ayat yang Dikaji

Al-Qur'an Surah Al-Isrā' Ayat 20

كُلًّا نُّمِدُّ هَٰؤُلَاءِ وَهَٰؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ ۚ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا

Artinya:

"Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini (yang menghendaki dunia) maupun golongan itu (yang menghendaki akhirat), Kami berikan bantuan dari karunia Tuhanmu. Dan karunia Tuhanmu tidak dapat dihalangi."


Kandungan Pokok Ayat

Ayat ini mengandung beberapa pelajaran penting:

  1. Allah adalah Pemberi rezeki kepada seluruh makhluk.
  2. Orang mukmin maupun kafir sama-sama dapat menikmati karunia dunia.
  3. Rezeki dunia bukan ukuran kemuliaan seseorang.
  4. Karunia terbesar adalah hidayah dan iman.
  5. Seorang mukmin diperintahkan memanfaatkan nikmat dunia untuk meraih kebahagiaan akhirat.

Pertama: Allah Memberikan Rezeki kepada Semua Makhluk

Allah berfirman:

كُلًّا نُّمِدُّ هَٰؤُلَاءِ وَهَٰؤُلَاءِ

"Kepada masing-masing golongan Kami berikan."

Artinya, Allah memberikan:

  • kehidupan,
  • kesehatan,
  • kekayaan,
  • ilmu,
  • kekuasaan,
  • anak,
  • makanan,
  • udara,
  • hujan,

kepada orang mukmin maupun orang kafir.

Hal ini menunjukkan luasnya sifat Ar-Raḥmān, yaitu kasih sayang Allah yang meliputi seluruh makhluk di dunia.


Dalil Al-Qur'an

Surah Hūd Ayat 6

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Artinya:

"Tidak ada satu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya."


Surah Ar-Raḥmān Ayat 29

يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

Artinya:

"Semua yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia berada dalam kesibukan (mengurus makhluk-Nya)."


Kedua: Kekayaan Dunia Bukan Bukti Kemuliaan

Banyak orang mengira:

  • kaya berarti dicintai Allah,
  • miskin berarti dimurkai Allah.

Padahal Al-Qur'an membantah anggapan tersebut.


Dalil Al-Qur'an

Surah Al-Fajr Ayat 15–16

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ ۝ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

Artinya:

"Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi nikmat, ia berkata: 'Tuhanku telah memuliakanku.' Tetapi apabila Dia mengujinya lalu disempitkan rezekinya, ia berkata: 'Tuhanku menghinakanku.'"

Ayat ini menunjukkan bahwa kaya dan miskin sama-sama merupakan ujian.


Surah Āli 'Imrān Ayat 26

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ

Artinya:

"Katakanlah: Ya Allah, Pemilik segala kerajaan, Engkau memberikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan mencabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki."


Ketiga: Karunia Terbesar Adalah Hidayah

Rezeki dunia dapat dinikmati semua manusia.

Tetapi iman, taufik, dan hidayah adalah karunia khusus.


Dalil Al-Qur'an

Surah Yunus Ayat 58

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Artinya:

"Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan."

Mayoritas ahli tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud karunia Allah pada ayat ini adalah petunjuk, Al-Qur'an, dan keimanan.


Hadis Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لَا يُحِبُّ، وَلَا يُعْطِي الدِّينَ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ

Artinya:

"Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada orang yang Dia cintai maupun kepada orang yang tidak Dia cintai. Tetapi Allah tidak memberikan agama kecuali kepada orang yang Dia cintai."

Diriwayatkan dalam Musnad Ahmad, dan maknanya dinilai hasan oleh sejumlah ulama.


Keempat: Jangan Terpedaya Oleh Dunia

Allah memberikan dunia kepada siapa saja.

Namun dunia hanyalah ujian.


Dalil Al-Qur'an

Surah Al-Kahfi Ayat 46

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ

Artinya:

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal-amal saleh yang kekal lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu."


Surah At-Taghābun Ayat 15

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ

Artinya:

"Sesungguhnya harta dan anak-anak kalian hanyalah cobaan."


Hadis Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ، مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

Artinya:

"Seandainya dunia ini di sisi Allah sebanding dengan sayap seekor nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi orang kafir seteguk air pun."

Diriwayatkan oleh Jami' at-Tirmidzi.


Kelima: Gunakan Dunia untuk Mencari Akhirat

Islam tidak mengajarkan meninggalkan dunia.

Islam mengajarkan menjadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat.


Dalil Al-Qur'an

Surah Al-Qaṣaṣ Ayat 77

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Artinya:

"Carilah dengan apa yang telah Allah karuniakan kepadamu negeri akhirat, tetapi janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia."


Hadis Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلرَّجُلِ الصَّالِحِ

Artinya:

"Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh orang yang saleh."

Diriwayatkan dalam Musnad Ahmad dan dinilai sahih oleh sejumlah ulama.


Penjelasan Para Ulama

Imam Ath-Thabari

Beliau menjelaskan:

"Allah memberikan rezeki dunia kepada orang yang taat maupun yang durhaka. Namun balasan akhirat berbeda sesuai dengan iman dan amal mereka."

Rujukan: Jami' al-Bayan


Imam Al-Qurthubi

Beliau berkata:

"Ayat ini menunjukkan luasnya kemurahan Allah. Rezeki dunia adalah karunia umum, sedangkan rahmat berupa iman dan surga adalah karunia khusus bagi hamba-hamba yang beriman."

Rujukan: Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an


Ibn al-Qayyim

Dalam Madarij as-Salikin, beliau menjelaskan bahwa karunia Allah terbagi menjadi dua: karunia umum ('athā' 'ām) yang meliputi seluruh makhluk, dan karunia khusus ('athā' khāṣ) berupa hidayah, iman, serta taufik untuk beramal saleh. Karunia khusus inilah yang mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan abadi.


Imam As-Sa'di

Beliau menjelaskan:

"Allah tidak menghalangi karunia dunia dari siapa pun yang dikehendaki-Nya. Namun kebahagiaan akhirat hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman dan taat."

Rujukan: Taisir al-Karim ar-Rahman


Hikmah yang Dapat Diambil

  1. Semua rezeki berasal dari Allah semata.
  2. Kekayaan bukan ukuran kemuliaan, dan kemiskinan bukan tanda kehinaan.
  3. Hidayah, iman, dan istiqamah adalah nikmat yang paling besar.
  4. Seorang mukmin bersyukur atas nikmat dunia dan menggunakannya untuk meraih ridha Allah.
  5. Jangan iri kepada orang yang diberi kemewahan dunia, karena ukuran keberuntungan yang hakiki adalah keselamatan di akhirat.

Penutup

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Surah Al-Isrā' ayat 20 mengajarkan kita untuk memandang nikmat dunia dengan benar. Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki, baik mukmin maupun kafir. Namun yang membedakan di sisi Allah adalah iman, ketakwaan, dan cara seseorang memanfaatkan nikmat tersebut. Oleh karena itu, janganlah kita tertipu oleh gemerlap dunia, tetapi jadikan setiap karunia Allah sebagai bekal menuju kehidupan akhirat yang kekal.

Marilah kita berdoa:

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا وَاسِعًا، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الشَّاكِرِينَ، وَارْزُقْنَا الْفِرْدَوْسَ الْأَعْلَى بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

"Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami rezeki yang halal, baik, dan luas. Limpahkan keberkahan pada apa yang Engkau karuniakan kepada kami. Jangan jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai bersyukur, dan karuniakanlah kepada kami Surga Firdaus dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang."

آمين يا رب العالمين

Tidak ada komentar