Selasa, 24 April 2012

BURUKNYA DUNIA DAN INDAHNYA AKHIRAT


BURUKNYA DUNIA DAN INDAHNYA AKHIRAT


"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sesungguhnya kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa, maka tidakkah kamu memahaminya." (Q.S. Al-A'raf (6) : 32)
Dunia dan akhirat adalah dua wujud yang berbeda. Keduanya bak sepasang pengantin yang berdampingan. Artinya, jika kehidupan duniawi seseorang baik, maka baik pula kehidupan ukhrawinya. Begitupun sebaliknya. Secara substantif, hanya ada suatu sekat tipis pemisah antara dunia dan akhirat, yaitu barzah. Kehidupan dunia yang begitu rapuh sangat mudah pecah lalu menembus batas keduanya, sehingga seseorang dapat dengan mudah berpindah ke alam ukhrawinya. Dan seseorang tidak akan sekali-kali dapat kembali menuju alam dunianya lagi. Akankah manusia mengetahui hakikat kedua wujud yang berbeda ini?
Seorang muslim tentunya mengetahui bahwa kehidupan yang baik di dunia hanya dapat dicapai dengan ketakwaan pada Allah. Berjalan di muka bumi berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan-Nya. Kedengarannya mudah tetapi nyatanya begitu sulit untuk dilakukan. Realitas dunia dengan beragam perhiasannya membuat manusia mudah lupa dengan janjinya pada Allah swt. Keindahan dunia terasa nyata dirasakan oleh manusia, membuat banyak manusia berlomba meraih satu demi satu gemerlapnya dengan meninggalkan bahkan melupakan sama sekali keabadian akhirat. Sebegitu dahsyatnyakah magnet keindahan dunia?
Padahal sangat jelas dikatakan bahwa kehidupan akhirat itu lebih baik dari dunia (Q.S. 3:14, 4:77, 6:32). Kehidupan real dunia yang jelas-jelas dijalani oleh semua manusia sebenarnya hanyalah kesenangan semu yang melenakan belaka, sedangkan akhirat dengan segala keabadiannya adalah suatu kehidupan yang tiada akhir, sesuai subtansi di atas di mana manusia tak akan dapat kembali lagi ke dunia jika telah meninggalkan dunia, dalam satu riwayat disebutkan : "Jika engkau menyanjung dunia, maka dunia akan terlihat tinggi di depanmu, namun jika engkau menganggap rendah dunia, maka dunia akan bertekuk lutut di depanmu."
Sebegitu bodohnyakah manusia sehingga dengan mudah tertipu dengan nikmatnya dunia? Seberapa jauh engkau berlari, mengejar, mencoba meraih setiap perhiasan dunia, maka semakin dalam engkau terperosok direndahkan oleh dunia. Secara tak sadar engkau menjadi "budak dunia," bersedia melakukan apa saja asalkan keinginan duniamu terpenuhi. Sebegitu bodohnyakah engkau wahai manusia, menyerah bertekuk lutut menjadi budaknya.
Oleh karena itu diberikan pada kehidupan dunia tempat yang sesuai dengannya, tidak berlebih-lebihan kadarnya. Maka dunia akan sendirinya menjadi budakmu, mengikuti segala kehendakmu. Karena sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah sebagian kecil dari kehidupan manusia. Dunia merupakan jembatan yuang akan mengantarkan kepada kehidupan akhirat yang abadi dan yang lebih indah. Sebenarnya tidak seutuhnya kehidupan akhirat begitu jauh dari jangkauan manusia. Bagi seorang muslim yang bertakwa keindahan-keindahan akhirat tersebut akan mudah terasa dan tergambar dalam benaknya, sehingga seluruh ruh dan jiwanya akan di korbankannya untuk meraih indahnya kampung akhirat. Akirnya kemanakah kita akan mengkondisikan diri kita, apakah kita orang yang menjadi budak dunia atau menjadi tuan bagi dunia? hanya Allah kemudian diri kitalah yang mengetahuinya

Tidak ada komentar: