Klik dong

Selasa, 24 April 2012

TAWAKKAL DAN SABAR


TAWAKKAL DAN SABAR
 "Apa yang menyebabkan kita tidak bertawakkal kepada Allah, sedangkan Ia telah menunjukan jalan-jalan kita, dan hendaklah kita sabar atas segala yang menimpa kita, Dan Atas Allah lah tempat bertawakkalnya orang-orang yang bertawakkal." ( Q.S. Ibrahim 14:12).
Pada ayat yang mulia ini Allah swt memberikan teguran keras pada manusia yang selalu mengandalkan kemampuannya yang jelas sangat terbatas, sementara Allah-lah yang menunjukkannya jalan-jalan kehidupan ini. Sehebat apapun rencana yang telah dirancang manusia, kemungkinan gagal tentu bisa saja terjadi, hal demikian adalah wajar kerena keterbatasan yang selalu menjadi identitas kemakhluqannya. Permasalahan yang terjadi, manusia justru jarang sekali menyadarinya. Keyakinan akan keberhasilan yang kemudian berbuah dengan kegagalan, membuatnya menjadi frustasi dan hilang semangat hidup. Hal inilah yang disinyalir dalam ayat yang mulia ini. Sebagai solusi dalam permasalahan ini, Allah memberikan petunjuk pada manusia untuk selalu menyerahkan segala urusan yang telah dia usahakan (ikhtiar) hanyalah kepada-Nya, inilah makna tawakkal yang sebenarnya.
Gambaran tawakkal yang paling rendah adalah seperti orang yang mewakilkan perkaranya kepada orang lain. Dalam keadaan ini dia akan selalu penuh harap akan suksesnya usaha orang tersebut dalam mengemban perkara yang dia percayakan. Tentu pula ia akan memenuhi segala sesuatu yang diminta oleh orang itu dalam melaksanakan misinya. Bahkan setiap kata dan saran orang itu menjadi sesuatu yang sangat disimaknya. Kalau gambaran ini sudah bisa difahami, maka selayaknya sebagai seorang Muslim, ia menyerahkan segala urusanya hanya kepada Allah semata, Dengan segala keyakinan apapun yang terjadi setelah ketawakkalannya merupakan sesuatu yang terbaik. Hal ini akan menjadikannya semakin tenang dengan menempatkan harapannya kepada Dzat yang telah menunjukannya jalan-jalan kehidupan ini. Tawakkal ini menjadi hal sebenarnya apabila ia telah menegakkan hak-hak Allah swt, yaitu dengan menyempurnakan ketauhidan sepenuhnya kepada Allah.
Gambaran tawakkal yang selanjutnya adalah seperti seorang bayi yang selalu bergantung pada ibunya.Tidak ada kekuatan yang bisa ia lakukan kecuali dengan bantuan ibunya sebagaimana tidak ada orang yang lebih ia kenal kecuali ibunya, ketika ia memerlukan makanan maka orang pertama yang ia harapkan menghilangkan laparnya itu adalah ibunya. Begitu pula seorang ibu ketika cinta dan sayangnya pada anaknya membuat dia selalu khawatir akan keselamatannya. Begitulah seorang hamba yang selalu menyadari kelemahan dirinya, ketidak mampuanya untuk mengetahui apa yang akan terjadi di kemudian hari, akan membuatnya selalu menyerahkan segala perkaranya kepada Allah, yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Allah swt pun akan selalu mencintai hambanya ini dan akan memberikan dia petunjuk jalan yang lurus, sebagai mana Ia akan menambahkan nikmat pada hamba-Nya itu. Gambaran tawakkal yang kedua ini adalah gambaran tawakkal seorang hamba kerena cintanya kepada sang Khaliq. Tentunya gambaran-gambaran ini tidaklah sepenuhnya mampu memberikan petunjuk bagaimana seharusnya seorang hamba bertawakkal kepada Allah, kerena Allah lebih agung dari apa yang kita gambarkan.
Faktor yang paling penting dalam ketawakkalan seorang hamba adalah kesabaran dia dalam menghadapi segala kesusahan yang mungkin menghiasi kehidupan. Hal itu bisa terjadi dari orang lain atau bisa timbul dari dirinya sendiri. Kesabaran itulah yang akan membimbing seseorang untuk selalu menyempurnakan ketawakkalannya kepada Allah swt

Tidak ada komentar: