Jumat, 18 Januari 2013

Sebab-Sebab Masuk Jannah

Sebab-Sebab Masuk Jannah



Ma'asyiral muslimin rakhimakumullah!
Sesungguhnya kehidupan orang mukmin di dunia ini memiliki tujuan. Tujuannya adalah meraih ridha Allah Azza wa Jalla? mencapai jannah yang luasnya seluas langit-langit dan bumi dan itu adalah kemenangan yang nyata. Allah SWT berfirman yang artinya, "Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan jannah (surga), maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."
Ya, tujuannya adalah mencari ridha Allah? meggapai surga karena surga adalah tempat tinggal yang pertama, tempatnya yang asli. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT berfirman, "Wahai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makakanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai."
Jannah (surga) adalah tempat tinggal ayah kita, lalu ayah kita dikeluarkan darinya dengan perbuatan musuh kita, Iblis yang dilaknat Allah, yang menipu ayah kita dan istrinya dengan makan dari pohon yang dilarang Allah untuk dimakannya. Allah Ta'ala berfirman, "?nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanaya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Rabb mereka menyeru mereka, 'Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu, 'Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua'."
Tujuan seorang muslim di dunia ini adalah sampai ke tempat tinggal tersebut, karena ia adalah tempat tinggal kemuliaan dan senikmat-nikmatnya tempat tinggal bagi orang yang bertakwa, disamping ia juga merupakan tempat tinggal keselamatan. Allah Ta'ala berfirman, "Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Rabbnya dan Dialah pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan."
Mereka sampai ke rumah itu karena tempat tinggal itu adalah tempat tinggal yang dimuliakan Allah Azza wa Jalla yang di dalamnya bisa melihat wajah-Nya yang Maha Mulia. Surga juga merupakan tempat tinggal yang di dalamnya berkumpul para nabi, sidik, syuhada, dan orang-orang saleh. Surga adalah tempat tinggal yang seseorang tidak melihat dan mendengar di dalamnya kecuali kebaikan pula. Allah Azza wa Jalla berfirman, "Doa mereka di dalamnya ialah 'Subhanakallahumma' dan salam penghormatan mereka ialah: 'Salam'. Dan penutup doa mereka ialah 'Alhamdulillahi Rabbil 'aalamin'." "?sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): 'Salamun 'alaikum bima shabartum,' maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu."
Namun, yang menjadi pertanyaan adalah amalan apakah yang bisa menghantarkan seorang mukmin ke surga yang luas tesebut, yang seorang mukmin bila berjalan di bawah naungan satu pohon selama 100 tahun, maka ia belum bisa melewati naungan tersebut. Di dalam surga tersebut berada dalam kenikmatan dan amat senang. Mereka tidak haus dan tidak pula menjadi tua renta, tidak sakit, tidak mati, tidak tidur, dan tidak bosan, awet muda dan pakaiannya tidak akan usang atau rusak. Tempat tinggal ini haruslah dicapai dengan amal. Allah Ta'ala berfirman, "Itulah jannah yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan."
Harus beramal darlam rangka untuk mendapatkan jannah. Allah Ta'ala berfirman: "(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun." "Barang siapa yang beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Ma'asyiral muslimin rakhimakumullah!
Amalan pertama yang akan menghantarkan kita kepada surga keimanan yang benar. Keyakinan yang kuat. Iman kepada Allah SWT, malaikat, kitab dan rasul-Nya , hari kiamat, dan takdir-Nya yang baik maupun yang buruk. Iman yang tidak becampur dengan keraguan, iman yang murni kepada Allah SWT dengan segala apa yang telah diberitahukannya dari persolan yang gaib dan apa yang juga diberitahukan oleh Rasulullah saw. Karena, surga itu diharamkan bagi orang yang kafir, musyrik, haram bagi yang ragu atau menentang. "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang yang zalim itu seorang penolong pun."
"Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizqikan Allah kepadamu." Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (yaitu) orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan sendau gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka...." Itulah pahala mereka di sisi Allah harus dengan iman yang kuat.
Kemudian sebab yang kedua yang biasa menghantarkan ke surga adalah jujur. Jujur kepada Allah, jiwa, dan manusia. Dhahirnya tidak menyelisihi batinnya, begitu pula sebaliknya. Rasulullah saw bersabda, "Hendaklah kalian jujur, karena kejujuran itu akan memberi petunjuk kepada kebaikan. Dan kebaikan akan memberi petunjuk kepada surga. Dan seseorang itu masih dalam keadaan jujur dan mencari kejujuran sehingga Allah pun menulisnya sebagai orang yang jujur. Dan hendakhlah kalian menjauhi dusta. Karena dusta itu akan memberi petunjuk kepada kemaksiatan. Dan kemaksiatan itu akan memberi petunjuk kepada neraka. Dan seseorang masih dalam keadaan dusta dan mencari kedustaan, sehingga Allah pun menulis sebaga orang yang dusta."
Lalu sebab yang ketiga adalah sabar atas qadha' dan taqdir Allah Ta'ala. Seorang mukmin hidup di dunia ini dalam keadaan susah payah. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir. Maka, yang diminta bagi orang mukmin adalah bersabar terhadap apa yang menimpa badannya, dirinya, keluarganya, hartanya, anaknya, sabar terhaap qadha' Allah dan taqdir-Nya karena Allah SWT telah memberitahukan bahwa sabar itu balasannya adalah surga. Allah Azza wa Jalla berfirman, "Sesungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."
Kita berdoa semoga Allah melimpahkan surga kepada kita. Dan, melimpahkan perkataan dan perbuatan yang bisa mendekatkan kepada jannah tersebut. Kita juga berlindung kepada Allah dari neraka dan berlindung dari perkataan maupun perbuatan yang mendekatkan kepada neraka, amin.
Posting Komentar