Senin, 08 April 2013

PENYAKIT-PENYAKIT DA’WAH


PENYAKIT-PENYAKIT DA’WAH

Ternyata penyakit itu tidak hanya terdapat ditubuh manusia saja, tapi didalam medan da’wah pun ada.  Kalau kita   mengetahui penyakit tersebut, ada dua hal yang bisa kita lakukan : Pertama, kalau sekiranya kita terserang penyakit tersebut, tentulah kita akan segara mengobatinya. Kalau penyakit tersebut didiamkan bisa jadi akan semakin parah. Bahkan mengganggu organ tubuh lainnya yang masih sehat. Kedua, kalau penyakit tersebut tidak menyerang kita, berarti kita harus  melakukan tindakan preventif, bagaimana kiranya agar penyakit tersebut tidak menyerang kita (bisa kita hindari).

PENYAKIT INFIRADIYAH (Menyendiri – singgle fighter)

Tabiat da’wah Islamiah itu Syamillah Al Mutakamillah (menyeluruh dan sempurna). Sedangkan kita sebagai pribadi atau manusia itu mempunyai sifat dan kemampuan sifat dan kemampuan Juz’iyah Mahmudah (parsial serta terbatas). Persoalannya, bagaimana agar amanat da’wah yang menyeluruh serta sempurna itu bisa dipikul (oleh kita) yang punya kemampuan terbatas dan parsial ini. Maka tidak ada alternatif lain, kita harus bersatu dalam lembaga Islam. Karena dengan begitu, segala kekurangan dan keterbatasan kita akan tertanggulangi, dimana-mana segalapotensi kita yang terbatas terhimpun menjadi satu, menjadi kekuatan pengerak sebagaimana halnya yang dikehendaki Allah di dalam Qur’an :

“Dan siapkanlah olehmu (untuk menghadapi musuh) apa saja yang kamu mampui dari kekuatan dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang yang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya ………”. (8 : 60)

Islam itu ibarat sebuah bangunan yang besar dan megah. Seorang insinyur bisa saja mendesain bentuk bangunan tersebut. Tetapi setelah dihadapkan pada kenyataan, bangunantersebut tidak bisa didirikan sendirian, tetapi membutuhkan tenaga bantuan orang lain. Demikian juga halnya  dengan kerja-kerja Islam. Hal itu tidak akan pernah terselenggara kalau sekiranya dilakukan dengan cara sendirian.
Betapa banyaknya  ayat-ayat Qur’an yang memerintahkan bagaimana agar kita sebagai umat untuk bersatu. Hal tersebut bisa dilihat diantaranya pada Qur’an :

“Dan perpeganglah kamu sekalian dengan tali Allah, dan janganlah kamu berpisah-pisah dan berpecah belah”. (3 : 103)

Di ayat lain :

“Sesungguhnya Allah cinta kepada orang-orang yang berperang dijalannya dengan barisan seolah-olah   mereka satu bangunan yang kokoh”. (61 : 4)

Perkataan sahabat Nabi, Ali r.a. :

“Bahwa kebatilan yang terkoordinir dengan rapi akan mampu mengalahkan kebenaran yang tidak terkoordinir dengan rapi”


Poskan Komentar