Bila Bangkit dari Tempat Tidur, lalu Kembali Lagi Hendaklah Ia Membersihkan Tempat Tidurnya

Bila Bangkit dari Tempat Tidur, lalu Kembali Lagi Hendaklah Ia Membersihkan Tempat Tidurnya 


923/1217. Dari Abu Hurairah, berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
إذا أوى أحدكم إلى فراشه فليأخذ داخلة إزاره فلينفض بها فراشه وليسم الله فإنه لا يعلم ما خلفه بعده على فراشه فإذا أراد أن يضطجع فليضطجع على شقه الأيمن وليقل سبحانك ربي بك وضعت جنبي وبك أرفعه ان أمسكت نفسي فاغفر لها وإن أرسلتها فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصالحين

'Bila seseorang beranjak ke tempat tidurnya hendaklah ia mengambil bagian kainnya untuk membersihkan tempat tidurnya, dan hendaknya ia menyebut noma Allah, karena ia tidak mengetahui apa yang ia tinggalkan setelah itu pada tempat tidurnya. Apabila ia hendak berbaring hendaklah berbaring pada sisi kanannya dan hendaklah membaca, "Maha suci engkau wahai Tuhanku, dengan-Mu (dalam riwayat lain, dengan nama-Mu/1210) aku merebahkan lambungku, dan dengan-Mu jugalah aku mengangkamya. Bila engkau merenggut jiwaku maka ampunilah diriku, dan bila Engkau biarkannya hidup maka jagalah ia, sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shalih."'"

Shahih, di dalam kitab Al Kalimuth-Thayyib (34). [Bukhari, 80-kitab Ad Da'awah, 13- bab Haddatsanaa Ahmad bin Yunus. Muslim, 48-kitab Adz-Dzikru wad-Dua^u, hadits 64].1


_________________
1    Kukatakan: Lafazhnya pada Muslim sama persis, kecuali ia berucap, "Subhaanaka Allahumma Rabbi" (Maha Suci Engkau Ya Allah, Tuhanku). Ada juga di Shahih lbnu Hibban (5509) dengan lafazh seperti di kitab dan pada muallif di Ash-Shahih tidak terdapat perintah berbaring dengan sisi sebelah kanan itu ada pada Ibnu Hibban dalam suatu riwayat (5510) dan muallif dalam suatu riwayamya di As-Shahihnya (7393) menambahkan: "Maka hendaklah ia mengibaskan tempat tidurnya (untuk membersihkan)."
      Itu ada pada Tirmidzi (3398) dengan tambahan lain di akhirnya. Syaikhul Islam menisbatkannya pada Muttafaq Alaihi, dan ini diantara kesalahannya yang aku cantumkan dalam Ta'liq atas AI Kalimuth-Thayyib, dan diriwayatkan Ahmad (2/295,432, 432,433) dengan sedikit diringkas.



Tidak ada komentar