Kamis, 22 Mei 2014

Doa yang Dibaca ketika Sore Hari

Doa yang Dibaca ketika Sore Hari 

913/1202. Dari Abu Hurairah berkata, "Abu Bakar berkata,
يَا رَسُوْلُ اللهِ عَلِمُنِي شَيْئًا أَقُوْلُهُ إِذَا أَصْبَحْتُ وَأَمْسَيْتُ قَالَ قُلْ اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ كُلَّ رَبَّ شَيْءٍ وَمَلِيْكُهُ أََشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شّرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ قُلْهُ إِذَا أَصْبَحْتَ وَإِذَا أَمْسَيْتَ وَإِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ

'Wahai Rasulullah! Ajarkanlah Saya sesuatu (doa) yang dapat Saya dibaca di pagi dan sore hari.' Jawab Rasul, 'Bacalah, "Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang tersembunyi dan tersirat. Pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan penguasanya,1 Saya bersaksi tiada Tuhan selain Engkau. Saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan diri Saya dan dan kejahatan syetan dan sekutunya." Bacalah olehmu doa tersebut ketika engkau berada di pagi dan sore hari, dan bila engkau akan berbaring."'

Shahih, di dalam kitab Al Kalimuth-Thayyib (22). Ash-Shahihah (2753). [Abu Daud, 40- Kitab Al Adab, 101- Bab Ma Yaqulu Idza Ashbah, hadits (5067). Tirmidzi, 45-Kitab Ad-Da'awaah, 14- Bab Minhu].
914/1204. Dari Abu Rasyid Al Hubrani,
أَتَيْتُ عَبْدُ الله بْنُ عُمْرُو فَقُلْتُ لَهُ حَدَّثَنَا بِمَا سَمِعْتُ مِنْ رُسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَلْقَى إِلَيَّ صَحِيْفَةَ فَقَالَ هَذَا مَا كَتَبَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَظَرْتُ فِيْهَا فَإِذَا فِيْهَا  :  إِنَّ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيْقُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا رَسُوْلُ اللهِ عَلِمْنِي مَا أَقُولُ إِذَا أَصْبَحْتُ وَإِذَا أَمْسَيْتُ فَقَالَ يَا أَبَا بَكْرٍ قَلْ اَللَّهُمَّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلَّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

"Saya mendatangi Abdullah bin Amru dan Saya berkata kepadanya, 'Beritahukanlah kepada kami apa yang engkau dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi loasallam.' Lalu ia pun memberikan Saya lembaran, dan berkata, 'Ini yang ditulis Nabi shallallahu 'alaihi wa Sallam2 kepada Saya' Lalu Saya melihamya ternyata isinya adalah, bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu 'anhu bertanya kepada Nabi sliallallahu 'alaihi wasallam, 'Wahai Rasulullah! Ajarkanlah Saya sesuatu yang diucapkan di pagi dan di sore hari.' Rasulullah sliallallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Wahai Abu Bakar! Ucapkanlah, "Ya Allah!, pencipta langit dan bumi yang Maha Mengetahui yang tersembunyi dan yang tersirat, Tuhan segala sesuatu dan penguasanya. Saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan diri Saya dan kejahatan syetan beserta sekutunya. (Saya berlindung) dari berbuat kejelekan terhadap diri Saya sendiri, atau menimpakannya kepada seorang muslim."'"

Shahih, di dalam kitab Al Kalimuth-Thayyib kritik terhadap hadits (9). [Tirmidzi, 45- Kitab Ad-Da'awaah, 94- Bab Haddatsana Al Hasan bin 'Azmah].3



______________
1      Asalnya Kullu Syai'in bi Kaffaika (Segala sesuatu ada di tangan-Mu), demikian pula di cetakan India dan lainnya. Ini adalah takhrif (penyelewengan kata) yang ganjil yang menyalahi semua buku pokok yang meriwayatkan hadits yaitu Musnad Thayalisi dan yang meriwayatkan darinya Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, Musnad Ahmad, Khalqu Afalil 'Ibaad susunan muallif, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Kubra An-Nasai, Al Yaum wal Lailah milik Ibnu Sunny, Sunan Ad-Darimi, Musnad Abu Ya'la, Shahih Ibnu Hibban, Mustadrak Al Hakim, dan Dua'nya Thabrani, Saya telah mentakhrij hadits tersebut dari jalan-jalan yang ada pada mereka dalam Ash-Shahihah. Tidak ada pada seorangpun dari mereka melainkan apa yang Saya tetapkan. Anehnya hal tersebut tidak diketahui oleh pensyarah; Jailani!
2       Artinya: Bahwa Nabi menyuruh menuliskannya karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak bisa menulis, seperti dalam Shahihnya muallif. Sepertinya maksudnya adalah bahwa yang diperintahkan untuk menulis shahifah (lembaran) tersebut tidak lain adalah Ibnu 'Amr radhiyallahu 'anhu. Dia bisa menulis seperti dalam Shahih juga. Wallahu a'lam.
3       Saya berkata: Inilah yang betul dalam menisbatkan hadits. Adapun perkataan pensyarah (2/613): "Diriwayatkan Imam yang tiga, dan dianggap shahih oleh Hakim dan Ibnu Hibban." Ini diantara wahamnya (kesalahannya). Hadits ini diriwayatkan mereka dari hadits Abu Hurairah sebelumnya, sebagaimana sebelumnya Syaikh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnu Qayyim Al Jauziyah juga salah dalam hal ini, dimana mereka berdua dalam hadits Tirmidzi menyebut kalimat  terakhir  hadits   ini   "Wa  An  Aqtarifa(dan Saya  berlindung  dari) berbuat" dan    Syaikh    Anshari    mendiamkan    hal tersebut   untuk penghormatan bagi kedua Syaikh tersebut! Seperti kebiasaannya dalam Ta'liq (komentar) nya atas Al Wabilus Shayyib, padahal itu tidak shahih dari hadits Abu Hurairah! Bahkan ia memberi gambaran kepada pembaca seolah-olah tercatat pada muallif dalam Afalul Ibaad, tanpa memberi peringatan bahwa itu kesalahan dari salah seorang juru tulis, atau Syadz (keganjilan) dari sebagian perawi, sebagaimana yang dihasilkan dari penelitian ilmiah. Keterangan rinci dari keterangan global ini dapat engkau dapatkan di As-Shahihah" (2753).

Poskan Komentar