Minggu, 25 Mei 2014

HAL YANG DI SYARIAT KAN BAGI YANG HENDAK BERQURBAN

BERQURBAN BERSAMA RASULULLAH صلي الله عليه وسلم
Abu Ibrohim Muhammad Ali AM خفظه الله

HAL YANG DI SYARIAT KAN BAGI YANG HENDAK BERQURBAN

Disyari'atkan bagi seorang yang hendak berqurban apabila datang bulan Dzul Hijjah untuk tidak memotong atau mengambil sedikitpun dari rambut1, kuku dan kulitnya, sehingga dia telah menyembelih qurbannya, sebagaimana sabda Rosululloh صلي الله عليه وسلم;
إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَأْخُذُنَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَرِهِ شَيْئًا حَتَّي يُضَحِّيَ
Apabila masuk sepuluh hari (awal bulan Dzul Hijjah), lalu di antara kamu hendak berqurban, maka sungguh janganlah mengambil/ memotong rambut, dan kukunya sedikitpun sampai benar-benar dia menyembelih (qur­bannya) (HR. Muslim 1566)
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum memotong atau mengambil rambut dan kukunya bagi orang yang hendak berqurban sebelum menyembelih qurbannya, Sebagian ulama berpendapat makruh,2 akan tetapi pendapat yang lebih dekat kepada dalil adalah yang mengharamkannya.3 Ini didasari oleh asal hukum larangan adalah haram selama tidak terdapat dalil lain yang memalingkannya dan dalam masalah ini tidak terdapat dalil lain yang memalingkan asal hukum ini, ditambah lagi Rosululloh melarang dengan tam­bahan huruf نّ (nun ditasydid yang berfungsi sebagai penguat) pada kata فَلَا يَأْخُذُنَّ (maka sungguh janganlah mengambil/memotong)

Catatan Kaki:

  1. Kata "rambut" mencakup semua rambut yang tumbuh di tubuh manusia baik rambut yang asal hukumnya boleh dipotong (seperti rambut kepala), atau rambut yang disunnahkan untuk dipotong (seperti kumis), atau rambut yang disunnahkan untuk dicukur (seperti rambut kemaluan), maka semuanya dilarang untuk dipotong atau dihilangkan bagi orang yang hendak berqurban sampai benar- benar telah menyembelih qurbannya. (lihat as-Syarh al-Mumthi' 7/315)
  2. Ini adalah pendapat Imam Syafi'i dan para pengikut madzhabnva, sebagaimana dikatakan oleh al-Mahdi dalam al-Bahr (lihat at-Ta'liqot ar-Rodhiyah ala ar-Roudhoh an-Nadiyah 3/136)
  3. Demikian pendapat Said Ibnul Musayyib, Robi'ah, Ahmad, Ishaq, Dawud, dan sebagian pengikut madzhab Syafi'i.






Posting Komentar