Senin, 19 Mei 2014

Harta yang Baik Milik Orang yang Baik

Harta yang Baik Milik Orang yang Baik
229/299. Dari Amru ibnu 'Ash berkata,
بعث إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأمرنى أن آخذ على ثيابي وسلاحى ثم آتيه ففعلت فأتيته وهو يتوضأ فصعد إلى البصر ثم طأطأ ثم قال يا عمرو إني أريد أن أبعثك على جيش فيغنمك الله وأزعب لك زعبة من المال صالحة
 قلت إني لم اسلم رغبة في المال إنما أسلمت رغبة في الإسلام فأكون مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال يا عمرو نعم المال الصالح للمرء الصالح

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus seseorang kepada saya, (memberitahukan saya), bahwa saya diperintahkan mengambil baju-baju dan pedang saya, kemudian menghadap kepadanya. Saya melaksanakan semua perintahnya, kemudian mendatanginya dan beliau shallallahu alaihi wassalam sedang berwudhu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memandang saya, lalu menganggukkan kepalanya dan berkata, 'Wahai Amru! sesungguhnya saya ingin mengutusmu bersama para tentara, sehingga Allah memberikan ghanimah (rampasan perang) kepadamu, dan saya betul-betul senang engkau memiliki harta yang baik.'"
Saya berkata, "Sesungguhnya saya tidak masuk Islam karena senang harta, dan saya masuk Islam karena senang agama Islam, sehingga saya dapat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Lalu Rasulullah bersabda, "Wahai Amru! sebaik-baiknya harta yang baik adalah milik orang yang baik."

Shahih, di dalam kitab Al Misykah (3756/'di dalam revisi yang kedua)
230/300.  Dari  Ubaidillah  ibnu  Mihshan  Al  Anshari,  dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

من أصبح آمنا في سربه معافى في جسده عنده طعام يومه فكأنما حيزت له الدنيا
"Barangsiapa menjelang pagi harinya dalam keadaan aman, tersedia baginya minumannya, makanan sehari-harinya, maka seakan-akan dunia ini telah diperolehnya."

Hasan, di dalam kitab Ash-Shahihah (2318). [Tirmidzi, 34-Az-Zuhdu, 34- Bab Haddatsana Amru Ibnu Malik. Ibnu Majah, 37- Kitab Az-Zuhdu, 9- Bab Al Qana'ah, hadits 4141).

Poskan Komentar