Selasa, 20 Mei 2014

Mengangkat Tangan dalam Berdoa

 Mengangkat Tangan dalam Berdoa 


476/610. Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwa dia melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdoa sambil mengangkat kedua tangannya seraya berucap.

إنما أنا بشر فلا تعاقبنى أيما رجل من المؤمنين آذيته أو شتمته فلا تعاقبنى فيه

"Sesungguhnya Saya tidak lain adalah manusia, maka janganlah Engkau siksa Saya, dan siapapun dari orang mukmin yang Saya sakiti atau aku caci maki, maka janganlah Engkau menyiksa Saya karenanya."

Shahih lighairihi, di dalam kitab Ash-Shahihah (82, 83). [Muslim, 45- Kitab Al Birru wash-Shilatu wal Adab, hadits 88].1
477/611. Dari Abu Hurairah berkata,

قدم الطفيل بن عمرو الدوسي على رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله إن دوسا قد عصت وأبت فادع الله عليها فاستقبل رسول الله صلى الله عليه وسلم القبلة ورفع يديه فظن الناس أنه يدعو عليهم فقال اللهم اهد دوسا وائت بهم

At-Thufail Ibnu Amru Ad-Dausi datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata, "Wahai Rasulullah!, sesungguhnya kabilah Daus telah melanggar dan membangkang, maka berdoalah kepada Allah (semoga kemelaratan menyertai mereka)," lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya, kemudian orang-orang mengira bahwa Rasulullah mendoakan kemelaratan atas mereka, lalu Rasulullah berdoa, "Ya Allah, berilah petunjuk kepada kabilah Daus dan datangkan petunjuk itu bagi mereka."

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (2941). [Bukhari, 56-Kitab Al Jihad, 100- Bab Ad Dua'u lil-Musyrikiin bil Hadyi. Muslim, 44- Kitab Fadhailush-ShahabaH, Hadits 197].2

478/612. Dari Anas berkata.

قحط المطر عاما فقام بعض المسلمين إلى النبي صلى الله عليه وسلم يوم الجمعة فقال يا رسول الله قحط المطر وأجدبت الأرض وهلك المال فرفع يديه وما يرى في السماء من سحابة فمد يديه حتى رأيت بياض إبطيه يستسقى الله فما صلينا الجمعة حتى أهم الشاب القريب الدار الرجوع إلى أهله فدامت جمعة فلما كانت الجمعة التي تليها فقال يا رسول الله تهدمت البيوت واحتبس الركبان فتبسم لسرعة ملالة بن آدم وقال بيده اللهم حوالينا ولا علينا فتكشطت عن المدينة

"Hujan tidak turun selama setahun, lalu sebagian orang-orang Islam datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada hari jum'at, lalu berkata, 'Wahai Rasulullah!, hujan tidak turun, tanah menjadi tandus dan gersang, dan harta benda menjadi hancur' Lalu beliau mengangkat kedua tangannya dan di langit tidak terlihat ada awan (mendung), lalu Rasulullah meninggikan kedua tangannya sehingga Saya melihat kedua ketiaknya yang putih. Beliau meminta siraman hujan kepada Allah, kami tidak shalat jum'at sehingga pemuda yang rumahnya dekat (dengan masjid) berkeinginan pulang kepada keluarganya!, kemudian jum'at itu berlangsung lama. Tatkala datang jum'at berikutnya, maka Anas berkata, "Wahai Rasulullah! rumah-rumah menjadi roboh dan angkutan menjadi terhalang!, lalu Rasulullah tersenyum karena (melihat) cepat bosannya manusia, dan Rasulullah berdoa dengan tangannya, "Ya Allah, (turunkanlah hujan) di sekitar kami, dan (jangan Engkau turunkan hujan) yang membawa kemelaratan kepada kami." Kemudian awan itu hilang (sirna) dari Madinah.

Shahih, di dalam kitab Al Inva (2/144-145), At-Ta'liqu 'ala Shahihi Ibnu Khuzaimah (1789).

479/615. Dari Anas Ibnu Malik berkata,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يتعوذ يقول اللهم إني أعوذ بك من الكسل وأعوذ بك من الجبن وأعوذ بك من الهرم وأعوذ بك من البخل

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memohon perlindungan (kepada Allah) seraya berdoa, 'Ya Allah! sesungguhnya Saya berlindung kepada-Mu dari kemalasan, Saya berlindung kepada-Mu dan sifat penakut, Saya berlindung kepada-Mu dari pikun, dan Saya berlindung kepada-Mu dari bakhil (pelit).'"

Shahih, di dalam kitab Shahih Abu Daud (1377). [Bukhari, 8-Kitab Ad Da'awah, 36- Bab At-Ta'awwudzu min Ghalabatir-Rijal. Muslim, 48- Kitab Adz-Dzikru wad-Dua'u, hadits 50].
480/616.   Dari  Abu   Hurairah,   dari   Rasulullah  shallallahu   'alaihi wasallam bersabda,

قال الله عز وجل أنا عند ظن عبدي وأنا معه إذا دعاني

"Allah Azza wa Jalla berfirman, 'Aku seperti prasangka hamba-Ku (kepada-Ku) dan Aku bersamanya ketika dia berdoa kepada-Ku."'

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (2942). [Bukhari, 97-Kitab At-Tauhid, 15- Bab Qaulullahu Ta'ala, (Wa Yukhadzdzirukumullahu Nafsah). Muslim, 48- Adz-Dzikru wad-Dua’u, hadits 2,19].3

1          Saya berkata, "Tetapi dalam Shahih Muslim tidak terdapat perkataan mengangkat kedua tangan. Al Hafizh Ibnu Hajar telah menyebutkannya dalam Fathul Baari (11/142) dari riwayat pengarang dan berkata ; 'Itu hadits shahih sanadnya."'
2              Saya berkata; "Dalam Shahih Bukhari Muslim tidak terdapat perkataan; 'Dan mengangkat kedua tangannya'. Hal itu telah ditegaskan AI Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari, seperti yang telah disebutkan tadi. Sanad hadits tersebut shahih, sesuai syarat yang telah ditetapkan Bukhari dan Muslim, sedangkan Al Baihaqi telah menisbahkan hadits tersebut dalam kitabnya Dalaailun Nubuwwah kepada Bukhari, dan shahihnya ! itu merupakan tahasul (terlalu bersikap mudah)nya Al Baihaqi, sebagaimana yang telah saya jelaskan dalam As-Shahihah. Dalam hadits tersebut terdapat suatu hikmah yang penting yaitu doa dengan menghadap kiblat Oleh karena itu Syaikhul Islam (Ibnu Taimiyah) berkata dalam sebagian kitab-kitabnya ; 'Tidaklah berdoa menghadap (ke suatu tempat) kecuali ke tempat-tempatyang digunakan untuk menghadap dalam waktu shalat (kiblat).'
Hal itu mengisyaratkan bahwa tidak boleh berdoa menghadap ke makam-makam, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak tahu di masjid Nabawi (Madinah), mereka berdoa menghadap makam Nabi shallallahu alaihi wasallam dan dari arah yang jauh. Demikian pula berdoa menghadap bulan ketika bulan itu terbit Hendaknya masalah ini menjadi catatan penting."
3          Dalam Takhrij ini terdapat suatu tinjauan dalam hal yang berkaitan dengan Shahih Al Bukhari, karena Al Bukhari tidak meriwayatkan hadits dengan lafazh/kata yang ada di sini, melainkan dengan redaksi; Wa Ana Ma'ahu Idza Dzakarami. Hadits tersebut riwayat Muslim dalam bab (Adz-Dzikr) dengan nomor pertama (2). Adapun nomor yang yang lain (19), maka riwayatnya seperti ada dalam kitab, karena itu sebaiknya takhrij tersebut diperinci atau cukup menisbahkannya kepada Muslim.

Posting Komentar