Minggu, 25 Mei 2014

Ramadhan yang Dirindukan

images/index_r1_c1.gif
 
 
Ramadhan yang Dirindukan
 
Tak terasa kita sudah berada di hadapan  bulan agung dan mulya. Bulan yang di rindukan kedatanganya oleh para kekasih Allah SWT. Dan hanya kekasih Allah-lah yang merindukan bulan mulya ini.
Yang tidak pernah merindukanya tidak akan pernah merasa perlu untuk menyambutnya. Yang tidak rindu untuk menyambutnya tidak akan bisa memuliakanya.  Dan yang tidak memuliakanya tidak akan dimuliakan oleh Allah SWT.
Jangan ada yang tertinggal di antara kita di bulan suci Ramadhan dari rombongan orang-orang pilihan Allah SWT. Jangan tunda esok hari, akan tetapi sekarang dan saat inilah waktunya kita untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan. Mengatur waktu kegiatan yang akan kita laksanakan di hari-hari Ramadhan. Kapan kita bekerja dan kapan kita beribadah. Jadwal harus  kita buat atas dasar kerinduan kepada Allah SWT.
Mari kita sadari bahwa di bulan ramadhan ini adalah bulan mulia bulan Allah SWT  melipat-gandakan pahala amal kebaikan yang kita lakukan. Yang tidak menyadari kedatangan dan kemuliaan bulan ramadhan ia akan keluar dari ramadhan seperti orang yang tidak pernah memasuki bulan Ramadhan. Tidak mendapatkan pengampunan dan kemuliaan dari Allah SWT. Itulah orang-orang celaka yang pernah disebutkan oleh Rasulullah SAW.


Dan disaat kita sudah memasuki bulan Ramadan nanti, senatiasa hadirkan  kemuliaan ramadhan di hati kita dalam segala aktivitas kita. Kalau bisa kita perbanyak untuk bisa beritikaf di masjid. Jika kita tergolong orang yang sibuk dengan pekerjaan dipasar atau di kantor. Jadikanlah sepanjang kita di dalam tugas pekerjaan tersebut senantiasa dalam dzikir kepada Allah SWT.
Hal lain yang harus kita persiapkan untuk menyambut ramadhan adalah persiapan hati yang lapang kepada sesama. Lebih khusus adalah kepada orang tua, suami, istri, kerabat dekat dan tetangga. Kelapangan dada itu adalah  kunci untuk mewujudkan  keindahan kita dalam beribadah dibulan Ramadhan. Adanya  rasa saling mencintai karena Allah SWT baik itu antara suami istri, tetangga atau yang lainnya. Hal ini akan mempermudah untuk melakukan amal baik bersama dalam kebersamaan. Kedengkian hanya akan menghadirkan gunjingan dan kebencian yang akhirnya menjadikan hidup ini tidak nyaman. Lapar dan dahaga di siang hari  bulan Ramadhan akan semakin terasa berat jika di barengi dengan hati yang saling membenci dan bermusuhan.
Alangkah tepatnya jika ramadhan kita jadikan bulan untuk memulai segala keindahan dan mengakhiri segala kebencian dan kekerasan.
Wallahu a'lam bishshowab


 
 
images/index_r1_c1.gif
Poskan Komentar