Selasa, 20 Mei 2014

Sesungguhnya Kambing itu Berkah

    Sesungguhnya Kambing itu Berkah 

445/572. Dari Humaid ibnu Malik ibnu Khutsaim, bahwa dia berkata,

كنت جالسا مع أبى هريرة بأرضه بالعقيق فأتاه قوم من أهل المدينة على دواب فنزلوا قال حميد فقال أبو هريرة اذهب إلى أمى وقل لها ان ابنك يقرئك السلام ويقول أطعمينا شيئا قال فوضعت ثلاثة أقراص من شعير وشيئا من زيت وملح في صحفة فوضعتها على رأسي فحملتها إليهم فلما وضعته بين أيديهم كبر أبو هريرة وقال الحمد لله الذي أشبعنا من الخبز بعد أن لم يكن طعامنا إلا الأسودان التمر والماء فلم يصب القوم من الطعام شيئا فلما انصرفوا قال يا بن أخى أحسن إلى غنمك وامسح الرغام عنها وأطب مراحها وصل في ناحيتها فإنها من دواب الجنة والذي نفسي بيده ليوشك أن يأتى على الناس زمان تكون الثلة من الغنم أحب إلى صاحبها من دار مروان

"Saya duduk bersama Abu Hurairah di ladangnya di Al Aqiq, lalu sekelompok kaum dari penduduk Madinah mendatanginya dengan menunggang hewan tunggangan mereka, dan kemudian mereka turun." Humaid berkata, "Lalu Abu Hurairah berkata, 'Pergilah ke ibu saya dan katakan kepadanya, bahwa sesungguhnya anakmu mengirim salam kepadamu dan mengatakan, buatkanlah kami sedikit makanan.'" Humaid berkata, "Kemudian ibunya meletakkan tiga butir sya'ir, sedikit minyak dan garam dalam piring. Lalu dia meletakkan piring tersebut di atas kepala saya, dan saya membawa piring itu kepada mereka. Tatkala saya meletakkan piring itu di hadapan mereka, Abu Hurairah bertakbir dan berkata, Segala puji bagi Allah yang telah mengenyangkan kami dari roti setelah makanan yang kami makan yang hanya kurma dan air. Makanan itu tidak mengenyangkan sedikitpun bagi kaum!' Tatkala mereka telah pergi, Abu Hurairah berkata, Wahai anak laki-laki saudaraku! Peliharalah kambingmu dengan baik, usaplah debu dari kambing itu, carilah tempat istirahatnya dan doakanlah untuknya!, karena kambing-kambing itu termasuk binatang surga. Demi Dzat yang jiwa ragaku berada pada tangan-Nya, sungguh hampir datang suatu zaman dimana sekelompok kambing lebih dicintai pemiliknya dari rumah Marwan"

Shahih sanadnya, dan kalimat Ash-Shalatu fi Marahil Ghanami wa Masaha Rughamaha wa Annaha win Dawabil-Jannati, shahih dengan riwayat marfu' di dalam kitab Ash-Shahihah (1128). [Tidak tercantum dalam Kutubus-Sittah],

Poskan Komentar