Jumat, 16 Mei 2014

Tidak Boleh Mencaci Maki Kedua Orang Tua

Tidak Boleh Mencaci Maki Kedua Orang Tua 


21/27. Dari Abdullah ibnu Amru berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

٢۱/٢٧  مِنَ الْكَبَائِرِ أَنْ يَشْتُمَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ. فَقَالُوْا: كَيْفَ يَشْتُمُ؟ قَالَ: يَشْتُمُ الرَّجُلُ فَيَشْتُمُ أَبَاهُ وَأُمَّهُ  
    'Termasuk dosa besar, seseorang mencaci maki kedua orang tuanya.' Para sahabat bertanya, 'Bagaimana dia mencaci maki?' Rasulullah menjawab, 'Dia mencaci seseorang, lalu orang itu mencaci maki bapak dan ibunya.'

Shahih, di dalam kitab At-Ta'liqur-Raghib (3/221). (Muslim), 1-Kitabul Iman, hadits 146, Bukhari, 78, Kitabul Adab, 4- Bab La Yasubbur-Rajulu Walidaihi).
22/28. Dari Abdullah bin Amru bin Al 'Ash, dia berkata,

٢٢/٢٨  مِنَ الْكَبَائِرْ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى أَنْ يَسْتَسَبَّ الرَّجُلُ لِوَالِدِهِ  

"Termasuk dosa-dosa besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah seseorang menjadi caci makian bagi kedua orang tuanya."

Hasan sanadnya.


Poskan Komentar