Kamis, 22 Mei 2014

Tidur Di Penghujung Siang

 Tidur Di Penghujung Siang 


942/1242. Dari Khawwat bin Jubair, berkata,

نوم أول النهار خرق وأوسطه خلق وآخره حمق

"Tidur pada permulaan siang adalah kebodohan, pertengahan-nya adalah sebuah perilaku baik, sedangkan pada penghujungnya adalah kebodohan."1

Shahih sanadnya.


___________
1      Dalam naskah India yang dicetak di percetakan Al Khalili ditetapkan -dengan dua dhammah- Khuluqun ganti dari Khulqun itu juga benar. Sepertinya maksudnya adalah bahwa tidur di pertengahan siang merupakan wujud perangai yang baik. Ini memberi isyarat pada sabdanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam: "Tidur Qailulahlah kamu karena syetan tidak tidur Qailulah." Ada dalam Ash-Shahihah seperti yang sudah lalu dan sepertinya juga menguatkan perkataan "Dan (tidur) di penghujungnya adalah kebodohan. Karena hakikat kebodohan -sebagaimana dalam An-Nihayah- (meletakkan sesuatu tidak pada tempamya padahal sudah diketahui jeleknya). Kebalikannya berarti pujian terhadap orang yang tidur di tengah hari. Adapun hadits: "Barang siapa tidur setelah Ashar, lalu akalnya terganggu maka janganlah ia mencela kecuali pada dirinya sendiri." Hadits tersebut adalah dhaif.


Poskan Komentar