Minggu, 25 Mei 2014

Untuk Menggapai Nikmat Allah

images/index_r1_c1.gif
 
 
Untuk Menggapai Nikmat Allah
 
Allah SWT adalah tuhan kita yang maha pengasih dengan kasih yang tak berbatas. Senantiasa melimpahkan rahmat Nya kepada semua hambaNya, baik hamba yang berbakti atau hamba yang durhaka. Dengan penuh kasih syang Allah SWT memberikan karunia yang beragam kepada semua hambaNya termasuk hamba yang memusuhi Allah sekalipun. Kasih sayang Allah SWT tersebut adalah nikmat besar yang sering dilupakan oleh hamba-hambanya. Dan dari nikmat tersebut tidak akan abadi dan berlanjut kehadiranya setelah kehidupan didunia ini kecuali nikmat yang di syukuri. Jika Allah telah berjanji akan menambah nikmat kepada hamba yang bersykur, maknanya adalah adalah Allah akan mejaga kelestarianya didunia dan di akhirat.

Akan tetapi dalam kehidupan kita ini seringkali lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang Allah berikan kepada kita. Ada dua hal yang menjadikan seorang hamba yang tidak bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Jika Allah telah berjanji akan menambah nikmat kepada hamba yang bersykur, maknanya adalah adalah Allah akan mejaga kelestarianya didunia dan di akhirat.

Pertama, karena kurang menyadari akan agungnya nikmat tersebut. Maka suatu kemulyaan adalah bertafakkur akan nikmat Allah SWT. Nikmat mata, pendengaran dan semua yang Allah ciptakan pada diri kita, termasuk rasa lapar dan kantuk adalah nikmat Allah untuk kita agar kita lahab dalam menikmati makanan dan nyenyak dalam tidur.Dan semua yang ada disekitar kita, di hadirkan oleh Allah SWT adalah nikamat Allah sebagai tanda kasih sayang Allah SWT kepada kita. Orang tua kita adalah nikmat yang dihadirkan oleh Allah SWT untuk merawat kita disaat kita lemah dan belum mampu berbuat apa-apa, bahkan meminta tolongpun kita belum mamapu.

Akan tetapi karena kaih sayang Allah, telah diberikan kepada orang tua kita kasih–sayang dan jiwa pengabdian yang menjadikan ibunda kita denga penuh kesabaran rela kita kencing di atas pangkuanya. Rela kita bangunkan di saat mereka lelap dalam tidurnya hanya untuk menyusui kita dan begitu seterusnya dengan beragam kebaikan yang di titipkan oleh Allah SWT kepada orang tua kita untuk melayani kita. Begitu juga Nikmat pasangan suami atau istri, anak-anak dan para sahabat yang tulus, semua adalah nikmat besar dari Allah SWT untuk kita yang jika kita tidak menyadari kebesaran nikmat tersebut maka akan kita gunakan untuk kerendahan dan kehinakan. Mata untuk melihat yang haram, orang tua di durhakai, suami atau istri yang di aniaya,sahabat yang dikhianati dan anak anak yang di telantarkan.

Sungguh semua nikmat didunia ini jika tidak disyukuri akan hilang kelak di akhirat. Bukan saja hilang, akan tetapi akan berubah menjadi becana dan sebab datangnya siksa di akhirat.

Kedua, tidak mengerti bagaimana bersyukur. Seorang hamba yang telah sadar akan nikmat Allah akan menyia-nyiakan nikmat tersebut adalah di kala tidak mengerti makna dan bagaimana bersyukur. Kadang cara bersyukur yang maknanya menggunakan dan menjaga nikamat agar senatiasa dalam ridho Allah akan berubah menjadadi suatu sebab murka Allah SWT. Mata kita gunakan untuk melihat yang haram dengan alasan mensyukuri nikmat Allah SWT, acara pernikahan yang semestinya acara walimah dalam irama bersyukur kepada Allah SWT akan tetapi telah berubah menjadi acara yang sungguh membuat Allah SWT murka dengan dibarenginya acara pernikahan yang sangat mulya tersebut dengan tontonan yang bertentangan denga tuntunan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Anak yang merupakan karunia dari Allah telah berubah menjadi bencana sebab masuk kenerakan karena tidak mengerti mensyukuri dan menjaga anak yang benar. Yaitu di saat nikmat anak tidak di kenalkan kepada Allah swt, dan tidak di beri pedidikan yang akan menyelamatkanya di akhirat.

Sungguh semua nikmat didunia ini jika tidak disyukuri akan hilang kelak di akhirat. Bukan saja hilang, akan tetapi akan berubah menjadi becana dan sebab datangnya siksa di akhirat.

Maka takutlah jika Allah SWT menyiksa kita karena mata kita, takutlah jika Allah menyiksa kita karena anak-anak kita, takutlah jika Allah SWT menyiksa kita karena pekerjaan kita dan takutlah jika nikmat Allah SWT yang di berikan kepada kita di duni ini hanya untuk di jadikan sebab kita untuk masuk neraka Allah SWT.

Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang benar-benar menyadari nikmat Allah dan bisa Mensyukurinya dengan sungguh dan benar agar nikmat tersebut bisa kita rasakan sebagai nikmat didunia dan di akhirat.

Wallahu a'lam bishshowab.
 

 
 
images/index_r1_c1.gif
Poskan Komentar