Rabu, 27 Agustus 2014

Raih Kebahagianmu



Raih Kebahagianmu
Segala puji hanya bagi Allah Shubhanahu wa ta’alla, kami memuji -Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada -Nya, kami berlindung kepada -Nya dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah Shubhanahu wa ta’alla beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah Shubhanahu wa ta’alla sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Shubhanahu wa ta’alla semata, yang tidak ada sekutu bagi -Nya. Dan aku juga bersaksi bahwasannya Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul -Nya. Amma Ba'du:
Sesungguhnya Islam adalah agama yang diperuntukan bagi alam semesta yang bisa mengatur kehidupan individu pemeluknya, demikian pula mengatur kehidupan komunal dan umat manusia. Baik ketika di pabrik, dirumah, di daratan atau lautan, ketika bepergian atau tinggal, ketika kondisi takut dan senang, untuk kaum laki-laki  mapun wanita, ketika bersama teman maupun musuh, bersama orang dekat maupun orang jauh. Sesungguhnya Islam agama universal yang akan mengatur segala persoalan hidup umat manusia. Sebagaimana dijelaskan oleh Allah ta'ala di dalam firman -Nya:
﴿ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِيناۚ [ المائدة:3]
"Pada hari ini telah -Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu". (QS al-Maa-idah: 3).

Maka mari kita jadikan aturan Islam untuk semua urusan kehidupan kita, agar kita bisa merengkuh kebahagian dunia dan akhirat. Allah ta'ala menegaskan didalam firman -Nya:

﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَجِيبُواْ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمۡ لِمَا يُحۡيِيكُمۡۖ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَقَلۡبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ ٢٤ [ الأنفال: 24]
"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada -Nyalah kamu akan dikumpulkan". (QS al-Anfaal: 24).
Sesungguhnya Islam adalah agama -Nya yang diberikan untuk seluruh umat manusia dalam kondisi apapun juga, Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan hal itu didalam firman -Nya:

﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِي ٱلسِّلۡمِ كَآفَّةٗ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّ مُّبِين ٢٠٨ [ البقرة: 208]
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu". (QS al-Baqarah: 208).

Sungguh Islam yang telah membawa umat Arab dari zaman jahiliyah kubra menuju hukum Islam, didalam moralitas maupun akhlak, dalam pendidikan dan pembelajaran, dalam aturan maupun hubungan sosial. Membawa mereka dari kekufuran menjadi tunduk kepada Islam, dari kesyirikan menuju tauhid, dari kebodohan menuju ilmu, dari perpecahan menjadi bersatu dan dari kelaliman menjadi adil.
Oleh karena itu mari kita ambil dari ajaran Islam untuk akhlak kita, perilaku kita, ilmu pengetahuan kita, aturan hukum, ibadah dan hubungan sosial kita. Karena didalam ajaran tersebut telah dijelaskan segala sesuatu. Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan didalam firman -Nya:
"Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri". (QS an-Nahl: 89).

Sesungguhnya agama Islam telah membawa kaum Arab dari semangat golongan dan perselisihan sosial, peperangan sengit antar kabilah, menjadi umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menjadi umat yang bersatu, menyembah satu Rabb, memiliki satu kitab, mengarah pada satu kiblat, dan mempunyai satu tujuan risalah, dengan persatuan ini mereka mampu melampaui ruang pembatas hati dan akal, agama Islam mampu mendekati umat manusia dengan lemah lembut dan adil, sehingga manusia berbondong-bondong masuk agama Islam, kemudian cahaya Islam menyinari ke seluruh penjuru dunia. Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan dalam firman -Nya:
﴿ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُشۡرِكُونَ ٣٣ [ التوبة: 33]
"Dialah yang telah mengutus Rasul -Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan -Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai". (QS at-Taubah: 33).

Agama Islam adalah agama Allah Shubhanahu wa ta’alla yang diperuntukan bagi umat manusia, maka tidak mungkin menjadi baik akhir dari umat ini melainkan dengan apa yang menjadi baik pada awal umat ini, maka wajib bagi kita untuk menyampaikan ajaran agama Islam secara total, Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan didalam firman -Nya:

﴿ هَٰذَا بَلَٰغ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُواْ بِهِۦ وَلِيَعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا هُوَ إِلَٰه وَٰحِد وَلِيَذَّكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٥٢ [ ابراهيم: 52]
"(Al-Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan -Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran". (QS Ibrahim: 52).
Maka hendaknya kita mengambil metode yang agung ini sebagaimana yang Allah Shubhanahu wa ta’alla turunkan sebagai petunjuk dan obat, oleh karena itu kita mengajak orang ke agama       -Nya dengan penuh hikmah dan nasehat yang baik. Allah Shubhanahu wa ta’alla menjelaskan hal tersebut didalam firman -Nya:

﴿ í÷Š$# 4n<Î) È@Î6y y7În/u ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9Ï»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7­/u uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê `tã ¾Ï&Î#Î6y ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïÏtGôgßJø9$$Î/   [ النحل: 125]
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan -mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan -Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk". (QS an-Nahl: 125).

Sesungguhnya agama Islam telah membawa kaum Arab dari umat yang tertidur dalam kelalain mabuk-mabukan dan perjudian, menyembah patung, terbiasa mendatangi pintu dukun dan tukang sihir, memakan riba, menghalalkan zina, menjadi umat yang tunduk kepada Rabb semesta alam, memakan makanan yang halal dan baik, berhias dengan keutamaan, menyembah Allah Shubhanahu wa ta’alla semata, berdakwah kepada -Nya semata, tidak menginginkan pengganti selain dari Islam. Maka Allah Shubhanahu wa ta’alla mengangkat dengan agama Islam kulit jahiliyah yang menyesatkan, sehingga umat manusia nampak jelas sebagaimana Allah Shubhanahu wa ta’alla memberi fitrah kepadanya.
Jujur dalam keimanannya, baik budi pekertinya, mulia dalam menginfakkan, kuat dalam berjihad, santun bersama keluarga, tetangga dan saudaranya, ikhlas dalam beribadah, bersyukur kepada Rabbnya, dan mentaati Allah Shubhanahu wa ta’alla dan Rasul -Nya. Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan didalam firman -Nya:

﴿ مُّحَمَّد رَّسُولُ ٱللَّهِۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعا سُجَّدا يَبۡتَغُونَ فَضۡلا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰناۖ سِيمَاهُمۡ فِي وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِۚ ٢٩ [ الفتح: 29]
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan -Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud".(QS al-Fath: 29).
Maka mari kita ambil dengan perkara yang Allah Shubhanahu wa ta’alla dan Rasul -Nya perintahkan pada kita, supaya kita bisa meraih kebahagian didunia dan akhirat. Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan dalam firman -Nya:

﴿ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا ٧١ [ الأحزاب: 71]
"Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul -Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar". (QS al-Ahzab: 71).

Ketahuilah betapa perlunya kita terhadap seorang ulama yang mengajari manusia dengan ikhlas dan jujur, dokter yang mau mengobati dengan penuh kasih sayang dan kecintaan, pedagang yang berjualan dengan penuh amanah dan kejujuran, pekerja yang tekun dalam bekerja dan penuh keikhlasan, petani yang menanam dengan niat yang jujur dan keinginan yang kuat, ahli ibadah yang menyembah Rabbnya dengan penuh keikhlasan dan khusyu'.
Memadukan antara Keimanan dan ketaatan, ibadah dan dakwah, kejujuran dan ikhlas, cinta dan kasih sayang, kesabaran dan amanah. Duhai betapa indah mutiara-mutiara Islam, sungguh itu semua lebih mahal harganya bila dibanding dengan emas murni. Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan didalam firman -Nya:

﴿ وَٱلۡعَصۡرِ ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣ [ العصر: 1-3]
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran". (QS al-Ashr: 1-3).

Betapa besar peranan petunjuk dari kitab Rabb kita, maka, mari kita segera ambil kitab tersebut karena didalamnya tersimpan petunjuk bagi semua kebaikan, Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan hal tersebut didalam firman -Nya:

﴿ إِنَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَهۡدِي لِلَّتِي هِيَ أَقۡوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرا كَبِيرا ٩ [ الإسراء: 9]
"Sesungguhnya al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar". (QS al-Israa': 9).

Sesungguhnya Allah Shubhanahu wa ta’alla Maha mendengar lagi dekat dan Maha mengabulkan do'a, oleh karena itu, mari kita berdo'a kepada -Nya, memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan, kita berserah diri kepada -Nya, tunduk atas segala perintah -Nya, bukankah Allah azza wa jalla sendiri yang menegaskan didalam firman -Nya:

﴿ وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ ١٨٦ [ البقرة: 186]
"Dan apabila hamba-hamba -Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran". (QS al-Baqarah: 186).

Tidakkah kita sadar betapa banyak dosa dan maksiat yang kita lakukan, apakah kita sudah mencoba untuk bertaubat dan kembali kepada Allah azza wa jalla, karena sesungguhnya Allah Shubhanahu wa ta’alla telah memanggil kita dengan firman -Nya:

﴿ قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٥٣ [ الزمر: 53]
"Katakanlah: "Hai hamba-hamba -Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS az-Zumar: 53).

Sesungguhnya Rabbmu adalah Maha penyayang lagi pengasih, yang menjadikan bagi para pendosa tiga telaga besar, yang bisa mereka gunakan untuk mensucikan seluruh dosa-dosanya ketika didunia, dan jikalau mereka enggan untuk membersihkan dirinya disana, maka kelak mereka akan disucikan di neraka jahanam pada hari kiamat.
Dan tiga telaga tersebut ialah, telaga taubat nashuha, telaga kebaikan yang akan menghapus bagi kesalahan dan dosa, dan telaga musibah yang menimpa sebagai penghapus dosa baginya. Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan didalam firman -Nya:
﴿ وَمَن يَعۡمَلۡ سُوٓءًا أَوۡ يَظۡلِمۡ نَفۡسَهُۥ ثُمَّ يَسۡتَغۡفِرِ ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورا رَّحِيما ١١٠﴾ [النساء: 110]
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS an-Nissa': 110).

Betapa besar kebodohan kita tentang hak yang dimiliki oleh Rabb kita, betapa besar kedzaliman kita terhadap diri sendiri, apakah kita sudah bertaubat kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla, mudah-mudahan dengan itu kita mendapat ampunan dan kasih sayangNya, sesungguhnya Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan didalam firman -Nya:
﴿ كَتَبَ رَبُّكُمۡ عَلَىٰ نَفۡسِهِ ٱلرَّحۡمَةَ أَنَّهُۥ مَنۡ عَمِلَ مِنكُمۡ سُوٓءَۢا بِجَهَٰلَة ثُمَّ تَابَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ وَأَصۡلَحَ فَأَنَّهُۥ غَفُور رَّحِيم ٥٤ [ الأنعام: 54]
"Tuhanmu telah menetapkan atas Diri -Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS al-An'aam: 54).

Ketahuilah akan betapa keras siksaan bagi kedzaliman dan orang yang berlaku dzalim, oleh karena itu, mari kita menghindar sejauh-jauhnya dari perbuatan dzalim serta kedzaliman, agar supaya kita bisa selamat dari siksa api neraka, bukankah Allah Shubhanahu wa ta’alla telah menegaskan didalam firman -Nya:
﴿ وَلَا تَرۡكَنُوٓاْ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنۡ أَوۡلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ ١١٣ [ هود: 113]
"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan". (QS Huud: 113).

Tidakkah kita sadar betapa besar fitnah yang telah menimpa kita terhadap penghidupan dunia, dan betapa besar kelalaian kita terhadap akhirat. Bukankah Allah Shubhanahu wa ta’alla telah menegur kita didalam firman -Nya:

﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ٥ [ فاطر: 5]
"Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah". (QS Faathir: 5).

Apakah kita sudah bertakwa kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla, mempersembahkan amal sholeh, bagi kehidupan yang abadi, kita memohon kepada- Nya agar selalu memberi petunjuk jalan yang lurus kepada kita semua. Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan didalam firman -Nya:

﴿ قُلۡ مَتَٰعُ ٱلدُّنۡيَا قَلِيل وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡر لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ وَلَا تُظۡلَمُونَ فَتِيلًا ٧٧ [ النساء: 77]
"Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun". (QS an-Nisaa': 77).

Waspadailah betapa besarnya permusuhan setan terhadap umat manusia, dan betapa liciknya dia untuk menyesatkan manusia, oleh karena itu kita harus menjauh dari setan, hati-hati dari tipu daya dan jerat-jeratnya, sungguh Allah Shubhanahu wa ta’alla telah menegaskan pada kita didalam firman -Nya:

﴿ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لَكُمۡ عَدُوّ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّاۚ إِنَّمَا يَدۡعُواْ حِزۡبَهُۥ لِيَكُونُواْ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ ٦ [ فاطر: 6]
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala". (QS Faathir: 6).

Pahamilah akan besarnya dosa kesyirikan dan maksiat, dan betapa besar siksaan bagi siapapun yang terjerumus kedalamnya, apakah kita mau bertaubat kepada –Nya dari segala dosa syirik dan maksiat, agar kita bisa selamat dari siksa api neraka? Allah Shubhanahu wa ta’alla telah menegaskan didalam firman -Nya:

﴿ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدۡخِلۡهُ نَارًا خَٰلِدا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَاب مُّهِين ١٤ [ النساء: 14]
"Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul -Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan -Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan". (QS an-Nisaa': 14).
                Ketahuilah betapa indah keimanan dan istiqomah diatas petunjuk, dan betapa bahaya jikalau mengikuti hawa nafus dan perilaku musuh, oleh karena itu mari kita selalu istiqomah diatas petunjuk, dan jangan sekali-kali mengekor pada hawa nafsu dan musuh, sesungguhnya Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan kepada kita didalam firman -Nya:

﴿ فَلِذَٰلِكَ فَٱدۡعُۖ وَٱسۡتَقِمۡ كَمَآ أُمِرۡتَۖ وَلَا تَتَّبِعۡ أَهۡوَآءَهُمۡۖ وَقُلۡ ءَامَنتُ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِن كِتَٰبٖۖ وَأُمِرۡتُ لِأَعۡدِلَ بَيۡنَكُمُۖ ٱللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمۡۖ لَنَآ أَعۡمَٰلُنَا وَلَكُمۡ أَعۡمَٰلُكُمۡۖ لَا حُجَّةَ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمُۖ ٱللَّهُ يَجۡمَعُ بَيۡنَنَاۖ وَإِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ ١٥ [ الشورى: 15]
"Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah -lah Tuhan Kami dan Tuhan kamu. bagi Kami amal-amal Kami dan bagi kamu amal-amal kamu. tidak ada pertengkaran antara Kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada -Nyalah kembali (kita)". (QS asy-Syuura: 15).

Betapa bahagia orang yang mau taat kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla dan Rasul -Nya, mulia dan bahagia ketika didunia, dan meraih kebahagian surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai ketika diakhirat kelak, Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan didalam firman -Nya:
﴿ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ يُدۡخِلۡهُ جَنَّٰت تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ وَذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ١٣ [ النساء: 13]
"Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul -Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah kemenangan yang besar". (QS an-Nisaa': 13).

Ketahuilah sesungguhnya Allah Shubhanahu wa ta’alla telah memuliakan kita dengan al-Qur'an sebagai petunjuk yang membimbing kita, seorang Rasul yang bisa kita ikuti, akal pikiran untuk membedakan, maka mari kita bersegera berlomba-lomba dalam kebaikan supaya kita meraih ampunan dan surganya Allah jalla wa 'ala. Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan didalam firman       -Nya:
﴿ وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَة مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ ١٣٣ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٣٤ [ آل عمران: 133- 134]
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan". (QS al-Imraan: 133-134).

Ketahuilah sesungguhnya kemenangan itu adalah hak, kebahagiaan adalah hak, bagi orang yang mau beriman kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla dan Rasul -Nya, beribadah kepada -Nya, bertakwa serta istiqomah diatas agama -Nya. Apakah kita sudah mentaati Allah Shubhanahu wa ta’alla dan Rasul -Nya, menyembah    -Nya sebagaimana yang diperintahkan, istiqomah diatas agama -Nya. Ya Allah, kami memohon kepada -Mu agar senantiasa diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Sesungguhnya Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan didalam firman -Nya:

﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ٣٠ نَحۡنُ أَوۡلِيَآؤُكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَشۡتَهِيٓ أَنفُسُكُمۡ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ ٣١ نُزُلا مِّنۡ غَفُور رَّحِيم ٣٢ [ فصلت: 30-32]
"Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan menegaskan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS Fushshilat: 30-32).

Ya Allah, terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau Maha mendengar lagi maha mengetahui, ampunilah dosa-dosa kami sesungguhnya Engkau adalah maha pengampun lagi maha penyayang. Sholawat serta salam semoga senantiasa Allah Shubhanahu wa ta’alla curahkan kepada nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau dan seluruh sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir nanti.

﴿ سُبۡحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ ١٨٠ وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٨١ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٨٢ [ الصفات: 180-182]
"Maha suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. dan Kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam". (QS ash-Shaaffat: 180-182).

Maha suci Allah Shubhanahu wa ta’alla, ya Allah pujian untuk -Mu, hamba bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Engkau, hamba memohon ampun pada -Mu serta bertaubat kepada -Mu.
﴿ إِنۡ أُرِيدُ إِلَّا ٱلۡإِصۡلَٰحَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُۚ وَمَا تَوۡفِيقِيٓ إِلَّا بِٱللَّهِۚ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُ وَإِلَيۡهِ أُنِيبُ ٨٨ [ هود: 88]
"Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada –Nya lah aku kembali". (QS Huud: 88).


Penutup
Segala puji bagi Allah Shubhanahu wa ta’alla yang dengan nikmat       -Nya menjadi sempurna amal sholeh, turun barakah padanya. Shalawat serta salam semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla curahkan kepada nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, pada keluarga beliau dan seluruh para sahabatnya. Saudarku muslim yang mulia, sesungguhnya hanya kebaikan dan nasehat yang ingin saya sampaikan pada rangkaian tulisan ini, dan orang-orang yang beriman harusnya saling memberi nasehat kebaikan pada para kekasihnya yang mulia.
Jika engkau melihat ada kebenaran disana maka ambil dan sampaikanlah pada yang lain, semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla memberimu taufik dan manfaat pada yang lain, dan jangan lupa sertakan kami dalam do'amu yang ikhlas, semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla mengampuni kita semua dan seluruh kaum muslimin.
Dan jika engkau mendapati ada kesalahan segeralah mintakan ampun kepada -Nya untukku semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla mengampunimu, dan segera ingatkan kami, sesungguhnya setiap anak cucu Adam berpotensi melakukan salah, hanyalah orang-orang yang beriman saudara yang saling menasehati. Semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla memberi kami dan anda taufik –Nya, untuk senantiasa mengerjakan apa yang dicintai dan di ridhoi -Nya, hanya kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla tempat meminta pertolongan, kepada -Nya kita bersandar, sesungguhnya tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari -Nya yang maha tinggi lagi agung. Ya Allah, berilah kami taufik untuk bisa mengamalkan kitab -Mu dan sunah nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam. Akhirnya kami ucapkan: 

﴿ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٢٨٦ [ البقرة: 286]
"(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir". (QS al-Baqarah: 286).

Shalawat serta salam semoga senantiasa Allah Shubhanahu wa ta’alla curahkan kepada nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau dan para sahabatnya.
Poskan Komentar