Jumat, 05 Desember 2014

Anjuran Untuk Selalu Bertaqwa Kepada Allah



Anjuran Untuk Selalu Bertaqwa Kepada Allah

Segala puji bagi Allah, Yang memuliakan hamba yang taat dan bertaqwa kepadaNya, dan menghinakan orang yang menyia-nyiakan perintah Allah serta bermaksiat kepadaNya. Dia-lah yang memberikan kemudahan bagi orang yang taat kepadaNya kepada apa yang dicintai oleh Allah dan disenangiNya, dan memberikan balasan bagi mereka yang bermaksiat kepadaNya apa-apa yang telah ditentukan oleh Allah dalam qadha’Nya. Dialah yang memberikan pertolongan kepada orang yang menolong Allah, yaitu orang-orang yang taat kepada Allah dan bertaqwa kepadaNya, mereka marah karena Allah dan mencintai sesuatu karena Allah:
قال الله تعالى: ﴿ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

 “Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” QS. Al-munafiqun: 8
Aku memuji kepada Allah atas segala kenimatannya dan kepahitan segala ujianNya:
قال الله تعالى: ﴿ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".. QS. Ibrahim: 7.
Dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, kita tidak menyembah kecuali kepadaNya:
قال الله تعالى:﴿ وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاء إِلَهٌ وَفِي الْأَرْضِ إِلَهٌ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ

Dan Dia-lah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”. QS. Al-Zukhruf: 84.
            Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya, yang membawa kabar gembira dan pemberi peringatan, sebagai pelita penerang yang dengannya kenabian menjadi sempurna, maka beruntung bagi orang yang menjadikan beliau sebagai peminpin dan penolong. Ya Allah curahkanlah shalawat dan salam kepada hambaMu dan RasulMu Muhammad dan kepada keluarga, para shahabat beliau yang telah berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad dan hawa nafsu mereka tunduk kepada apa yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
            Amma ba’du:
Wahai sekalian manusia, aku berwasiat kepada kalian dan kepada diriku sendiri untuk selalu bertaqwa kepada Allah dan taat kepadaNya, sebab inilah wasiat seluruh nabi sebelum Muhammad shallallau alaihi wa sallam kepada umat mereka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى: ﴿ وَللّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُواْ اللّهَ وَإِن تَكْفُرُواْ فَإِنَّ لِلّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَانَ اللّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا

 “Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah) sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” QS. Al-Nisa’: 131.
Diriwayatkan oleh Irbad bin Saryah radhiallahu anhu bahwa dia berkata: Rasulullah shallallau alaihi wa sallam telah memberikan nasehat kepada kami dengan sebuah nasehat yang membuat hati bergetar dan air mata berlinang, maka kami berkata: Wahai Rasulullah, nasehat ini seakan –akan nasehat perpisahan, maka berikanlah kami wasiat!. Maka Rasulullah shallallau alaihi wa sallam bersabda: Aku berwasiat kepada kalian agar kalian bertaqwa kepada Allah, mendengarkan dan taat kepada pemimpin walaupun yang memerintahkan kalian adalah seorang dari Habsy (budak Ethiopia), hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafairrasyidin yang mendapat petunjuk sepeninggalku, gigitlah (sunnah itu) dengan gigi gerahammu dan jauhilah perkara-perkara yang baru di dalam agama, sebab setiap perkara yang baru dalam agama ini adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu adalah kesesatan”. HR. Abu Dawud dan Turmudzi.
            Wahai anak Adam bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaNya pada segala perkara yang diperintahkanNya dan jauhilah segala perkara yang larangNya. Fikirkanlah tentang perintah Allah sebab engkaulah yang paling berhak untuk berfikir dan merenung lalu dengarkanlah firman Allah Yang Maha Tinggi:
قال الله تعالى: ﴿ وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ وَفِي أَنفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ وَفِي السَّمَاء رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ فَوَرَبِّ السَّمَاء وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنطِقُونَ

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?, Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan. QS. Al-Dzariyat: 20-23.
Apakah ada manfaatnya di sisi Allah harta yang berlimpah, jabatan tinggi atau kekuasaan atau kelompok?.Dialah yang menegaskan di dalam firmanNya:
قال الله تعالى: ﴿ قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

 “Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”. QS. Al-Taubah: 24.
Renungkanlah bagaimana Allah memberikan nikmat bagimu, mejagamu, mencurahkan dan melimpahkan berbagai nikmat bagimu, memberikanmu pengelihatan dan pendengaran serta hati, dan setiap nikmat tersebut pasti akan ditanya oleh Allah, lalu apakah alasanmu jika Dia bertanya kepadamu tentang kesyukuran kalian kepada Allah terhadap nikmat-nikmat yang telah dilimpahkanNya kepadamu di hari kiamat kelak?.
قال الله تعالى: ﴿ يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا يَتَخَافَتُونَ بَيْنَهُمْ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا عَشْرًا نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا يَوْمًا

 (yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram, mereka berbisik-bisik di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh ( hari)". Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sehari saja". QS. Thaha: 102-104.
            Bagaimana kamu bisa melewati shirat, sebab dia lebih kecil dari sehelai rambut, lebih panas dari bara api, lebih tajam dari pedang yang tajam, maka barangsiapa yang selamat maka dia akan menetap di dalam surga yang tetap dan barangsiapa yang terjatuh karena dosa-dosanya maka dia menjadi penghuni neraka saqar:
قال الله تعالى: ﴿ وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?. Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).QS. Al-Mudatsir: 27-30.
قال الله تعالى: ﴿ وَإِن مِّنكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوا وَّنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. QS. Maryam: 72.
Diriwayatkan oleh imam Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah radhiallahu anhu bahwa beliau berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda; Amanah dan rahim akan didatangkan pada hari kiamat, kedua-duanya akan berdiri di setiap sisi kiri dan kanan shirat (jembatan diatas neraka Jahannam) , maka orang-orang pertama akan melewati shirat bagai  kilat, kemudian bagai angin, kemudian secepat burung, kemudian secepat kuda yang bagus, dan orang-orang yang mengendarai kendarraanya, amal-amalan mereka akan berlari mengikuti mereka, sementara Nabi kalian shallallahu alaihi wa sallam akan berdiri diujung shirat dengan berdo’a: Ya Allah, selamatkanlah (umatku) – selamatkanlah,  sehingga amal-amalan para hamba yang lemah , dan bahkan ada orang yang tidak mampu melewati shirat   kecuali dengan merangkak, sementara di sisi kedua shirat tersebut terdapat jangkar-jangkar tajam yang tergantung dan diperintah untuk menggaet orang yang diperintahkan untuk diambil, maka ada orang muslim yang selamat dan ada pula yang terjatuh ke dalam api neraka. Demi yang jiwa Abi Hurairah berada di tanganNya, sesungguhnya tempat jahannam itu melebihi tujuh puluh tahun perjalanan, demi Allah neraka itu akan terpenuhi dan bagaimana mungkin tidak terjadi sebab Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى: ﴿ يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِن مَّزِيدٍ وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَن بِالْغَيْبِ وَجَاء بِقَلْبٍ مُّنِيبٍ ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ لَهُم مَّا يَشَاؤُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahanam: "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab: Masih adakah tambahan?. Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertaqwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). Yaitu orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya. QS. Qaf: 30-35.
Semoga Allah memberikan keberkahannya bagiku dan bagi kalian semua di dalam Al-Qur’an yang mulia, dan Allah memberikan manfaat bagiku dan bagi kalian dengan ayat-ayat  Allah Yang Maha Bijaksana yang tertera di dalamnya. Hanya inilah yang bisa aku katakan dan aku memohon ampunan bagi diriku dan bagi kalian serta seluruh kaum muslimin kepada Allah yang Maha Mulia dari segala dosa. Mohonlah ampun kepadaNya dan bertaubatlah kepada Allah, sebab Dia adalah Zat Yang Pengampun lagi Maha Penyayang.














Khutbah kedua

Segala puji atas segala anugrah kebaikan yang telah diberikan oleh Allah, dan syukur kepadaNya atas segala karunia dan pemeberianNya. Dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, kesaksian yang mengangungkan Zat Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya, semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam yang berlimpah kepada Nabi, para shahabat, keluarga dan semua orang yang mengikuti beliau samapai hari kiamat…amma ba’du:
Ketahuilah wahai hamba Allah, bahwa asal ketaqwaan itu adalah berupaya menjadikan antara diri dan apa yang ditakuti dan dikhawatirkannya pelindung. Maka taqwa Allah kepada Tuhannya berarti berupaya membuat pelindung antara diri dan apa yang ditakutinya dari Tuhannya baik kemurkaan dan kemarahan serta siksa Allah atas dirinya, yaitu dengan menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, dengan cara menjalankan segala kewajiban dan meninggalkan perbuatan yang diharamkan, mengharap pahala dari Allah dan meninggalkan maksiat berdasarkan cahaya dari Allah dan takut kepada siksa Allah.
Abdullah bin Mas’ud berkata tentang firman Allah Subahanahu Wa Ta’ala:
قال الله تعالى: ﴿ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ

 “…bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; QS. Ali Imron: 102.
Yaitu Allah ditaati dan tidak dimaksiati, diingat dan tidak dilupakan, disyukuri dan tidak dikufuri. Termasuk dalam kesyukuran adalah menjalankan segala ketaatan. Makna berzikir kepada Allah adalah tidak lupa menjalankan perintah Allah dalam segala gerakan dan diamnya, dan tidak lupa menjauhi larangan Allah. Dan taqwa adalah wasiat Allah kepada seluruh makhluknya sejak permulaan sehingga akhir makhluk. Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى: ﴿ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُواْ اللّهَ

 “…dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” QS. Al-Nisa’: 131
Dan wasiat taqwa adalah wasiat yang diwasiatkan oleh Muhammad shallallahu alaihi wa sallam kepada  seluruh ummatnya: Apabila beliau shallallahu alaihi wa sallam mengangkat seorang panglima pasukan atau kelompok maka beliau memberikan wasiat kepada panglima dan pasukannya untuk selalu bertqwa kepada Allah dan berbuat kebaikan”. HR. Muslim.
Pada saat beliau menyampaikan khutbah pada haji wada pada hari kurban, maka di antara isi khutbah adalah wasiat taqwa kepada Allah dan taat serta mendengar perintah peminpin. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abi Dzar dia berkata: Aku berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: berikanlah wasiat kepadaku!. Beliau bersabda: Aku berwasiat kepadamu untuk selalu bertaqwa kepada Allah, sebab dia adalah kepala segala perkara.
Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah di manapun anda berada”. HR. Turmudzi yaitu dalam keadaan rahasia dan terang-terangan, ditempat yang banyak disaksikan oleh manusia dan tempat tersembunyi yang tidak disaksikannya di segala tempat dan zaman.
Inilah yang dapat aku sampaikan, dan curahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi yang datang membawa kabar gmebira dan ancaman, sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kalian mengucapkan shalawat dan salam di dalam kitabsuci-Nya.






Poskan Komentar