Jumat, 05 Desember 2014

Memanfaatkan Waktu



Memanfaatkan Waktu

﴿الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِم يَعْدِلُونَ
Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka”. QS. Al-An’am: 1
Allah Subahanahu Wa Ta’ala menegakkan dalil dengan ciptaanNya dan ayat-ayatNya dan di dalam diri kalian apakah kalian tidak memperhatikanNya, Allah Subahanahu Wa Ta’ala mewujudkan kasih sayangNya  dengan nikmat dan karuniaNya:
قال الله تعالى: ﴿وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
 “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat lalim dan sangat mengingkari nikmat Allah”. QS. Ibrahim: 34.
            Aku memuji Allah Yang Maha Suci karena segala anugrah dan nikmat yang diberikanNya kepada kita, Dia mengkhususkan kita dengan makrifah kepadaNya dan menunjukkan kita jalan tauhid dan ketundukan wajah bagiNya lalu banyak menusia yang ingkar dan kufur kepada Allah.
            Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, Maha Suci Allah Tuhan pemilik Arasy dari apa yang mereka katakan tentang Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya, kekasih Allah, yang jujur lagi terpercaya. Ya Allah curahkanlah shalawat dan salam atas hambaMu Muhammad, kepada seluruh keluarga, para shahabat yang mengikuti petunjuk Nabi dan berpegang teguh dengan sunnahnya sehingga mereka mendapat pujian dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam di dalam sebuah sabdanya, “Para shahabatku bagai bintang-bintang, siapapun engkau tauladani maka kalian pasti mendapat petunjuk”.
Amma Ba’du: Wahai sekalian manusia bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan renungkanlah ayat-ayat dan hikmat yang telah diturunkanNya kepada  kalian dan dengarkanlah firman Allah Azza Wa Jalla:
قال الله تعالى: ﴿أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللهِ لَوَجَدُواْ فِيهِ اخْتِلاَفًا كَثِيرًا

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. Al-Nisa’: 82.
Dan ketahuilah bahwa Allah Ta’ala tidak pernah menciptakanmu untuk sebuah kesia-siaan akan tetapi Allah menciptakanmu untuk mengenal dan beribadah kepadaNya:
قال الله تعالى: ﴿فَلَوْلاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُواْ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. QS. Al-Taubah: 122.
Dan sebagaimana ayat pertama yang turun menjelaskan tentang perintah untuk membaca. Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى: ﴿اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. QS. Al-Alaq: 1-5.
Lalu ayat-ayat kedua turun memerintahkan untuk melaksanakan perintah ayat sebelumnya dan tidak menunda-nunda dalam pelaksanaan ayat tersebut. Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

Hai orang yang berkemul (berselimut). bangunlah, lalu berilah peringatan!, dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. QS. Al-Mudatsir: 1-7.
Dan Allah Subahanahu Wa Ta’ala menciptakan kita untuk beribadah kepadaNya, Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى: ﴿وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. QS. Al-Dzariyat: 56-57.
            Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memerintahkan kepada kalian untuk bertauhid dan taat kepadaNya, dan Dia telah mengutus para rasul sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada hujjah bagi manusia setelah diutusnya para rasul tersebut dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Dengan diutusnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam tegaklah hujjah Allah atas seluruh manusia dan telah sempurna kebenaran dan kelurusan kalam Allah dan telah tampak tanda-tanda kekuasaan Allah dan agamaNya.
            Wahai sekalian hamba Allah!, manfaatkanlah usia kalian dengan bertaubat kepada Allah sebelum datangnya ajal dan habisnya kehidupan duniawi. Telah datang kepada kalian dari Allah cahaya dan kitab yang terang, Dia memberikan petunjuk dengannya orang-orang yang mengikuti petunjukNya dan  menempuh jalan keselamatan dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Allah dan memberikan petunjuk kepada mereka menuju jalan yang lurus. Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai sekalian orang-orang yang beriman semoga kalian menjadi orang yang beruntung:
قال الله تعالى: ﴿وَأَطِيعُواْ اللهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
 “Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.”. QS. Ali Imron: 132.
Simaklah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Tidak ada satu haripun yang waktu fajarnya telah terbit kecuali malaikat berseru padanya wahai Anak Adam aku ini adalah hari yang baru, dan menyaksikan semua amal perbuatanmu, maka manfaatkanlah aku sebab aku tidak akan kembali lagi.”
قال الله تعالى: ﴿وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ أُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.  Mereka itulah orang-orang yang fasik. QS.Al-Hasyr: 19.
قال الله تعالى: ﴿قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

 “Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”. QS. Al-Kahfi: 103-104.
Semoga Allah memberikan keberkahannya bagiku dan bagi kalian semua di dalam Al-Qur’an yang mulia, dan Allah memberikan manfaat bagiku dan bagi kalian dengan ayat-ayat  Allah Yang Maha Bijaksana yang tertera di dalamnya. Hanya inilah yang bisa aku katakan dan aku memohon ampunan bagi diriku dan bagi kalian serta seluruh kaum muslimin kepada Allah yang Maha Mulia dari segala dosa. Mohonlah ampun kepadaNya dan bertaubatlah kepada Allah, sebab Dia adalah Zat Yang Pengampun lagi Maha Penyayang.


Khutbah kedua

Segala puji bagi Allah dengan sebenar-benar pujian dan aku bersyukur kepadaNya dengan syukur dan sesungguhnya, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disemabah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya dan semoga Allah mencurahkan keberkahan kepada Muhammad dan kepada para keluarga, para shahabat dan setiap orang yang mengikuti jalan mereka dan menjalani jejak mereka sampai hari kiamat…
            Al-Hasan Al-Bashri pernah menulis sebuah pesan kepada Umar bin Abdul Aziz: Dunia adalah tempat berdiam sementara dan bukan tempat menetap, Adam turun kepadanya sebagai siksaan atas dirinya maka waspadalah wahai amirul mu’minin, sesungguhnya orang yang berbekal dengannya pasti akan meninggalkannya, orang yang merasa kaya dengannya niscaya dia akan menjadi fakir, dan orang yang merasa kuat karenanya niscaya ia akan dihinakan karenanya,  dan orang yang mengumpulkannya akan menjadi fakir, ia sama seperti racun yang dimakan oleh orang yang tidak menyadarinya sehingga ia mati karenanya. Waspadalah terhadap tempat yang memepesona ini, yang menipu jadilah engkau orang yang paling bahagia di dalamnya dan wasapadalah terhadap tipu dayanya, kebahagiaannya dihiasi dengan kesedihan, kejernihan hidup padanya dicampuri oleh kekeruhan. Seandainya Allah Yang Pencipta tidak memberitahukan tentang keadaan dunia dan menjadikannya sebagai perumpamaan maka sungguh dia telah membangunkan orang yang terlelap dan mengingatkan orang yang masih lalai, bagaiamana tidak padahal Allah telah menurunkan peringatan dan nasehat yang memperingatkan tentang apa yang telah diperingatkan oleh Allah Azza Wa Jalla, tidak ada berat apapun bagi dunia ini sejak Allah menciptakannya, dan dunia ini dengan segala kunci dan perbendaharaannya telah ditawarkan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak ada yang kurang walau seukuran sayap seekor nyamuk namun beliau enggan menerimanya, beliau tidak mau mencintai apa yang dibenci oleh penciptanya, atau meninggikan apa yang telah dihinakan oleh pemiliknya, Allah menutupnya dari orang-orang shaleh karena kehendak mereka sendiri lalu Allah membukakannya bagi orang-orang kafir karena mereka terpedaya dengannya, sehingga orang yang terperdaya dengannya menyangka bahwa Allah memuliakannya dengan dunia ini, dia lupa apa yang telah diperbuat oleh Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pada saat beliau mengikut perutnya dengan batu karena kelaparan. Tidaklah seorang yang diberikan keluasan di dunia namun dia tidak khawatir jika hal itu sebagai tipu daya baginya kecuali orang tersebut sebenarnya akalnya telah berkurang dan lemah, dan tidaklah dunia ini ditahan dari seseorang namun dirinya tidak merasa bahwa hal itu baik baginya kecuali sebenarnya orang tersebut telah kurang dan lemah akalnya.
 Ya Allah berikanlah ilham kepada kami agar selalu menyebut dan bersyukur kepadaMu, dan berikanlah kami kekuatan untuk istiqomah dalam ketaatan kepadamu, curahkan kepada kami kesehatan dan ampunan yang besar, ampunilah bagi kami dan kedua orang tua kami serta seluruh kaum muslimin yang masih hidup dan telah mati dengan curahan rahmatMu yang agung wahai Zat Yang Maha Penyayang.
Inilah yang dapat aku sampaikan, dan ucapakanlah shalawat dan salam kepada Rasulullah sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah Allah.
Poskan Komentar