Senin, 15 Desember 2014

MERENUNGI FIRMAN ALLAH SWT:



MERENUNGI FIRMAN ALLAH SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا ( التحريم: 6)
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka.

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad saw adalah hamba dan utusanNya.. Amma Ba’du.
          Sesungguhnya Allah swt menurunkan yang agung ini untuk ditadabburi dan diamalkan. Allah swt berfirman:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. QS. Shad: 29
Dalam rangka mengamlkan ayat ini maka marilah kita mengkaji firman Allah swt di dalam kitab Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. QS. Al-Tahrim: 6
Firman Allah swt: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Amirul mu’minin Ali ra berkata: Ajarkanlah kepada mereka adab dan tanamkanlah pada diri mereka kebaikan[1] Qotadah rahimahullah berkata: Engkau memerintahkan mereka untuk mentaati Allah dan mencegah mereka bermaksiat kepada Allah, hendaklah engkau menegakkan perintah Allah teradap mereka, memerintahkan mereka  dengan perintah Allah dan membantu mereka dalam urusan tersebut, dan jika engkau melihat kemaksiatan dari mereka maka hendaklah engkau menghardik mereka”.[2]
          Firman Allah swt: وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ maksudnya adalah bahan bakarnya adalah bangkai-bangkai anak Adam dan batu-batu. Ibnu Mas’ud berkata: Batu itu berasal dari batu korek (sejenis batu bara) hitam.[3]
          Firman Allah swt: عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ Ibnu Sa’di berkata: Mereka bertabi’at kasar, membentak dengan kasar dan mereka membuat orang gemetar dengan suara mereka dan  membuat orang ketakutan dengan rupa mereka, mereka mempermaikan penghuni neraka dengan kekuatan mereka, mereka menjalankan perintah Allah yang telah menetapkan siksa bagi penghuni neraka dan mengharuskan bagi mereka siksa  yang pedih[4]
Dan firman Allah swt:   لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُون ayat ini menjelaskan tentang pujian terhadap para malaikat, mereka tunduk terhadap perrintah Allah dan taat kepadaNya pada segala urusan yang diperintahkan kepadanya oleh Allah swt.
Pelajaran yang bisa dipetik dari ayat yang mulia ini:
1-Wajib bagi seseorang untuk memerintahkan dan mendorong keluarganya mengerjakan yang ma’ruf, melarang dan menghardik mereka berbuat yang mungkar. Dia harus memerintahkannya mengerjakan  shalat, menunaikan zakat, menjalankan puasa dan semua kewajiban Islam. Memerintahkan mereka berakhlak dengan akhlak yang baik dan adab yang bagus, mendoroang mereka melaksanakan amal-amal yang utama, seperti membaca Al-Qur’an, mempelajari ilmu yang bermanfaat. Allah swt berfirman kepada NabiNya saw:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. QS. Thaha: 132
Allah swt berfirman tentang Isma’il alaihis salam:
وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا
Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhannya. QS. Maryam: 55
Dari Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Nabi saw bersabda, “Perintahkanlah anak-anak kalian mengerjakan shalat pada saat usia mereka tujuh tahun dan pukullah mereka pada saat telah mencapai usia sepuluh tahun dan pishakanlah antara mereka dalam ranjang tidur mereka”.[5]
 Demikian juga wajib bagi orang tua untuk mencegah meraka dari segala perkara yang bisa menjadikan Allah murka baik berupa perkataan atau perbuatan, dia harus  mencegah mereka dari kekejian baik yang tampak atau yang tersembunyi, melarang mereka berdusta, melarang keluarga wanita menampakkan wajah dan membuka aurat, bepergian ke pasar dan tempat-tempat yang meragukan, melarang seluruh keluarganya dan orang yang berada di bawah tanggung jawabnya bersahabat dengan orang-orang yang buruk, melarang mempergauli mereka, melarang menyerupai orang-orang kafir dan fasik, memutuskan segala fasilitas yang mengarahkan mereka kepada murka Allah dan amarahNya, melarang mereka menjauhi fasilitas yang menjauhkan keluarga dari ridha dan taat kepada Allah, seperti sarana elektronik, televisi dan fasilitas lainnya yang menyeru kepada kekejian dan keburukan akhlak.
Dari Aisyah ra bahwa Nabi saw bersabda, “Barangsiapa yang diuji oleh Allah dengan memiliki anak wanita ini maka dia menjadi penghalang baginya dari api neraka”.[6]
2-Kepedihan siksa dan balasan yang disediakan oleh Allah bagi musuh-musuhNya, di dalam ayat ini. Di dalam ayat Allah swt memberitahukan bahwa bahan bakar api neraka yang dijdikan sebagai alat untuk menyalakan api neraka adalah bangkai-bangkai anak Adam dan batu-batu yang berasal dari batu bara yang hitam.  Dan di dalam ayat yang lain Allah swt telah menjelaskan tentang keganasan dan kekuatan api tersebut. Allah swt berfirman:
كَلَّا إِنَّهَا لَظَى نَزَّاعَةً لِّلشَّوَى تَدْعُو مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّى وَجَمَعَ فَأَوْعَى
Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, Yang mengelupaskan kulit kepala, Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama). Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya. QS. Al-Ma’arij: 15-18.
Allah swt berfirman:
وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُلَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُلَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ
Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?. Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. QS. Al-Mudatstsir: 27-29
Allah swt berfirman:
يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِن مَّزِيدٍ
Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahanam: "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab :Masih adakah tambahan? ".QS. Qaf: 29
Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: Rasulullah saw bersabda, “Jahannam pada hari itu di datangkan di mana dia memiliki tujuh puluh tali, dan pada setiap talinya terdapat tujuh puluh malaikat yang menariknya”.[7]
Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda, “Api yang nyalakan oleh Ibnu Adam adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya api Jahannam. Para shahabat berkata: Panas yang demikian saja sudah cukup wahai Rasulullah?. Beliau bersabda, “Sesungguhnya neraka jahannam dilebihkan atas api di dunia sebesar enam puluh sembilan bagian, semuanya sama dalam derajat panasnya”.[8]
3-Menetapkan bahwa malaikat ada dan wajib diimani, dan mereka memiliki golongan-golongan. Penjaga neraka ditugaskan untuk menyiksa penghuni neraka dan menghinakan mereka, dan jumlah mereka seperti apa yang disebutkan oleh Allah swt adalah sembilan belas, Allah swt berfirman:
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ
Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). QS. Al-Mudatsir: 19. Dan tokoh besar malaikat ini bernama Malik. Allah swt berfirman:
وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُم مَّاكِثُونَ
Mereka berseru: "Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini".QS. Al-Zukhruf: 77
Dan beriman kepada malaikat dan mereka adalah hamba yang mulia, mereka tidak menolak perintah yang diperintahkan oleh Allah kepada mereka dan mereka mengerjakan segala apa yang perintahkan oleh Allah teramsuk dalam rukun iman yang enam. Allah swt berfirman:
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". QS. Al-Baqarah: 285
          4-Seharusnya bagi seorang muslim untuk menjaga dirinya dari api neraka. Keinginan untuk menjaga diri dari api neraka ini bisa diwujudkan walaupun dengan perkara yang paling kecil dari kebaikan.
Dari Adi bin Hatim ra berkata: Rasulullah saw bersabda, “Tidak seorangpun dari kalian kecuali Allah akan berbicara dengannya dan tidak ada antara dirinya dengan Allah seorang penerjemahpun, lalu sang hamba melihat ke arah sebelah kanannya maka dia tidak melihat kecuali apa yang telah diperbuatnya, lalu dia mengarahkan pandangan ke arah orang yang lebih buruk darinya maka dia tidak melihat kecuali apa yang telah diperbuatnya, lalu dia mengarahkan pandangan ke hadapannya maka dia tidak melihat dihadapannya kecuali api neraka, maka jagalah dirimu dari api neraka walaupun dengan sebelah biji kurma”.[9]
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.


[1] Tafsir Ibnu Katsir: 4/391
[2] Tafsir Ibnu Katsir: 4/391
[3] Tafsir Ibnu Katsir: 4/391
[4] Tafsir Ibnu Sa’di: halaman: 874
[5] Sunan Abu Dawud: 1/133 no: 495
[6] Shahih Bukhari: 2/436 no: 1418 dan shahih Muslim: 4/2027 no: 2629
[7] Shahih Muslim: 4/2184 no: 2842
[8] Shahih Bukhari: 1/438 no: 3265 dan shahih Muslim: 4/2184 no: 2834
[9] Shahih Muslim: 2/704 no: 1016
Poskan Komentar