Kamis, 04 Desember 2014

Mu’jizat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam



Mu’jizat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
Segala puji bagi Allah, kami memuji, memohon pertolongan, meminta petunjuk, dan ampunan hanya kepada -Nya. Dan kami berlindung kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla dari segala kejahatan prilaku dan perbuatan kami. Barangsiapa yang diberikan petunjuk maka tiada seorangpun yang mampu menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan tiada seorangpun yang mampu memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah Shubhanahu wa ta’alla, Yang Maha Esa dan tiadak sekutu bagi -Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya. Hamba pilihan dan kekasih -Nya.
Wahai sekalian hamba Allah Shubhanahu wa ta’alla. Aku berwasiat kepada diriku sendidi dan kepada kalian semua agar selalu bertqwa kepada Allah Yang Maha Tinggi. Allah Ta’ala berfirman:  
قال الله تعالى: ﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ ١٨ [الحشر: 18] 

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al Hasyr : 18)
                Wahai sekalian hamba Allah! Allah Ta’ala telah mengutus Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam untuk memberikan petunjuk kepada manusia  pada jalan kebenaran, agar manusia selamat dari kesesetan, bebas dari kebutaan, menyelamatkan manusia dari neraka, dan Allah mengutus beliau untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya Al-Qur’an yang agung.
                Wahai sekalian hamba Allah! Setiap Nabi memiliki mu’jizat yang diperuntukkan bagi kaumnya masing-masing. Nabi Musa alihis salam diberikan sebuah tongkat, Nabi Isa alaihis salam diberikan kemampuan menyembuhkan orang yang terkena penyakit kusta dan belang serta menghidupakn orang yang sudah mati, memberikan kesembuhan bagi orang yang berpenyakit, Nabi Soleh alaihis salam diberikan seekor unta betina…begitu juga dengan para Nabi dan Rasul lainnya….
                Dan kita melihat bahwa mu’jizat setiap Nabi terputus dengan kematian Nabi tersebut atau umatnya. Akan tetapi Allah Ta’ala telah memberikan Mu’jizat yang abadi kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, mu’jizat ini selalu relevan hingga hari kiamat kelak. Itulah Al-Qur’an yang mulia, di mana Allah Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى: ﴿ قُل لَّئِنِ ٱجۡتَمَعَتِ ٱلۡإِنسُ وَٱلۡجِنُّ عَلَىٰٓ أَن يَأۡتُواْ بِمِثۡلِ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ لَا يَأۡتُونَ بِمِثۡلِهِۦ وَلَوۡ كَانَ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٖ ظَهِيرٗا [الإسراء: 88] 

Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (QS. Al-Isro’: 88).
Bahkan Allah Ta’ala menantang jin dan manusia agar mereka mendatngkan satu surat tandingan yang menyamai salah satu surat Al-Qur’an yang mulia:
قال الله تعالى: ﴿ وَإِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبٖ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا فَأۡتُواْ بِسُورَةٖ مِّن مِّثۡلِهِۦ وَٱدۡعُواْ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٢٣ فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ وَلَن تَفۡعَلُواْ فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِي وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَٰفِرِينَ ﴾ [البقرة: 23-24] 

‘Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah[31] satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
24.  Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir’. (QS. Al-Baqarah: 23-24).
Demikaianlah, tantangan ini akan tetap berlaku sampai Allah mewariskan bumi beserta seluruh isinya, di mana tiada seorangpun yang mampu menjawab tantangan tersebut walau seberapapun tingkat kepandaian mereka dalam berbahasa dan menguasai sastra, walaupun mereka saling menopang dalam membuat tandingan tersebut.
                Di antara mu’jizat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam adalah peristiwa bertambahnya makanan. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu berkata: Abdullah bin Amru bin Haram meninggal dunia dengan meninggalkan hutang piutang. Maka akupun meminta tolong kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam agar orang-orang yang memberikan hutang kepadanya menggugurkan hutang piutangnya. Maka Nabipun memohon kepada para pemberi hutang agar mereka menghapuskan hutang tersebut namun mereka semua enggan melakukannya. Maka Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadaku: Pergilah, dan bagilah kurma yang engkau miliki menjadi beberapa bagian. Kurma Ajwa dikumpulkan dalam kelompok tersendiri dan kurma milik Zaid dikumpulkan dalam kelompok yang lain lalu bawalah kurma tersebut kepadaku. Maka akupun menjalankan perintah beliau lalu membawa kurma tersebut kepada beliau. Lalu beliau datang dan duduk di atas kumpulan kurma tersebut atau di tengah-tengahnya kemudian beliau bersabda: Berikanlah setiap orang sesuai dengan ukuran masing-masing. Maka akupun menimbangnya sehingga setiap orang telah terpenuhi hanya masing-masing. Sementara kurma milikku tetap tersisa seakan-akan tidak berkurang apapun darinya”.HR. Al-Bukhari.
                Di antara mu’jizat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam adalah turunnya keberkahan pada air yang sedikit.
Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata: Aku melihat Rasullah Shallallahu alaihi wa sallam pada saat waktu shalat asar telah tiba. Maka para sahabatpun mencari air wudhu namun mereka tidak mendapatkannya. Maka didatangkanlah kepada Beliau bejana yang berisi air untuk berwudu’. Maka Rasulullah Shallallahu alai wa sallam  meletakkan tangannya di dalam bejana tersebut, lalu beliau memerintahkan para sahabat untuk berwudu padanya. Sungguh, Aku menyaksikan bahwa air tersebut keluar dari bawah jari jemari beliau sampai seluruh sahabat bisa berwudu dengannya. HR. Bukhari.
Di dalam sebuah riwayat disebutkan. Qotadah berkata: Aku berkata kepada Anas: Berapa jumlah kalian pada saat kejadian tersebut: Sekitar tigaratus orang atau kurang lebih tiga ratus orang”. HR.Al-Bukhari.
Di dalam riwayat yang lain menyebutkan bahwa hal yang sama pernah terjadi di Al-Hudaibiyah. Dari Jabir radhiallahu anhu berkata: Para shahabat ditimpa kehausan pada hari terjadinya perjanjian Al-Hudaibiyah, sementara di hadapan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam teradapat sebuah bejana kecil dari kulit, maka beliaupun  berwudhu, lalu para shahabat berdatangan kepada beliau meminta pertolongan. Beliau bertanya: Apa yang terjadi?. “Kami tidak memliki air untuk berwudhu’ dan minum kecuali air yang ada di hadapanmu”. Maka beliaupun memasukkan tangannya ke dalam bejana tersebut, lalu air menyembur dari jari-jari beliau seakan keluar dari sumber mata air, maka kamipun meminumnya dan berwdhu darinya”. Jawab para shahabat. Aku bertanya: Berpakah jumlah kalian pada saat itu: “Seandainya jumlah kami mencapai seratus ribu maka hal itu sudah mencukupi, jumlah kami adalah seribu lima ratus orang”.
                Di antara mu’jizat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam adalah sembuhnya orang yang sakit dengan izin Allah. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Al-Barra’ bin Azib radhiallahu anhu, pada saat dirinya menjalankan sebuah misi yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam “….pada suatu malam yang terang aku terjatuh yang mengakibtakan tulang betisku patah, lalu aku mengiktanya dengan sorbanku kemudian barulah aku pergi melanjutkan perjalanan…lalu datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan menceritakan apa yang telah  terjadi, lalu beliau berkata: “Rentangkanlah kakimu”. Maka akupun merentangkan kakiku lalu beliau mengusapnya sehingga sembuh seakan tidak pernah terjadi sakit apapun”. HR. Al-Bukhari.
                Hanya ini yang dapat saya sampaikan, dan aku memohon ampun kepada Allah Shubanahu wa ta’alla Yang Maha Tinggi untuk diriku dan kalian semua.


Khutbah Kedua
Segala puji hanya bagi Allah Shubanahu wa ta’alla, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam, kepada keluarga dan para shahabat beliau yang baik dan suci. Wa Ba’du:
Sesungguhnya Mu’jizat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang membuktikan tentang  kenabian dan kejujuran beliau sangat banyak. Dan perlu diperhatikan bahwa bangsa Arab pada saat itu adalah bangsa yang menguasai kefasihan berbahasa yang mengagumi ungkapan-ungkapan indah bermakna. Walau demikian, mu’jizat beliau melebihi realitas ini, agar mu’jizat Al-Qur’an yang kekal yang dimilikinya dibarengi dengan mu’jizat nyata yang dapat dilihat dan didengar oleh masyarakat pada waktu itu. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu bahwa pada hari Jum’at Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berdiri pada sebuah pohon atau pada pohon kurma. Lalu seorang wanita atau seorang lelaki dari kaum Anshar berkata: Wahai Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tidakkah lebih baik jika kami membuatkan bagi anda sebuah mimbar? Beliau menjawab: “Tidak mengapa jika kalian mau”. Maka para sahabatpun membuat sebuah mimbar bagi beliau. Lalu pada saat hari jum’at datang beliaupun mendekati mimbar tersebut. Namun pohon kurma (yang pernah dijadikannya sebagai tempat berdiri) menangis tersedu-sedu sama seperti menangisnya seorang anak, kemudian Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam turun dari mimbar lalu memeluknya dengan pelukan kasih sayang yang bisa menenangkannya. Beliau bersabda: Dia menangis karena mendengar zikir yang pernah disebut pada saat aku berada diatasnya”.
Diriwayatkan oleh Muslim dari  Abi Hurairah radhiallahu anhu berakta: Abu Jahal berkata: Apakah Muhammad membalut mukanya agar menjadi putih di hadapan kalian?. Dikataktan kepadanya: Ya. Dia menjawab: Demi Lata dan Uzza jika aku melihatnya melakukan hal tersebut maka aku akan menginjak kepalanya atau memasukkan wajahnya pada debu. Abu Hurairah menceritakan: Maka diapun mendatangi Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam yang sedang shalat untuk menginjak mukanya pada tanah. Perwai menceitakan: Manusia terkaget-kaget dengan keadaannya yang berbalik meninggalkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sambil melindungi dirinya dengan kedua tangannya. Dikatakan kepadanya: Apa yang sedang terjadi dengan dirimu? “Sesungghunya antara diriku dan dirinya teradapat sebuah parit dari api, dan sesuatu yang menakutkan serta makhluk yang bersayap”. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Seandainya dia mendekat padaku maka malaikat akan mencabik badannya satu persatu…”. HR. Muslim.
Semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla memberikan keberkahan bagi diriku dan bagi kalian semua dengan ayat Al-Qur’anul karim, ayat-ayat yang terdapat padanya memberikan manfaat bagiku dan bagi kalian semua.
Ya Allah tunjukkanlah kepada kami sebuah kebenaran dan berikanlah kemudahan bagi kami untuk mengikutinya dan perlihatkanlah kepada kemi kebatilan itu sebagai sesuatu yang batil dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah engkau libatkan  kami dalam perkara yang belum jelas status kebenarannya yang bisa menjerumuskan diri kami ke dalam hawa nafsu, dengan rahmat -Mu ya Allah Yang Maha Penyayang.

Poskan Komentar