Rabu, 03 Desember 2014

Tiga Orang Yang Terkurung didalam Goa



Tiga Orang Yang Terkurung didalam Goa
Di riwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiayallahu 'anhuma, beliau menceritakan:  "Saya pernah mendengar Rasulallahu Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Dahulu ada tiga orang  (dari kalangan Bani Israil) yang pergi berkelana, sampai akhirnya mereka sampai di sebuah gua, kemudian mereka pun masuk kedalamnya. Maka bumi berguncang lalu ada batu besar yang menutup pintu gua tersebut. Salah seorang di antara mereka mengatakan: "Tidak akan ada yang bisa menyelamatkan kalian dari sini kecuali kalian berdo'a kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla sambil bertawasul dengan amal shaleh yang pernah kalian lakukan kepada Allah Ta'ala".
Kemudian salah seorang di antara mereka berdo'a: "Ya Allah, sesungguhnya saya mempunyai dua orang tua yang sudah sangat sepuh, dan saya tidak pernah mendahulukan selain keduanya, baik keluarga maupun pelayan untuk meminum air. Pada suatu ketika saya pergi mencari kayu bakar agak jauh, sampai tatkala pulang, saya mendapati keduanya telah tertidur. Maka saya memeras susu untuk makan malamnya, namun saya dapati keduanya sudah tertidur pulas, saya enggan untuk membangunkannya dan memberikan susu tersebut pada orang lain sebelum keduanya.  Sehingga saya berdiri di sisinya –dan gelas masih berada ditanganku- menunggu hingga keduanya terbangun  sampai terbit fajar. Sedangkan anak-anakku merengek meminta minum di bawah kakiku. Sampai akhirnya kedua orang tuaku terbangun lalu meminum air susu tersebut.
Ya Allah, kalau sekiranya hal itu saya lakukan karena ikhlas mengharap wajah -Mu, maka keluarkan kami dari tempat ini". Maka batu itupun bergeser sedikit, akan tetapi mereka belum bisa keluar.
Orang yang kedua mengatakan: "Ya Allah, sesungguhnya saya mempunyai keponakan yang paling saya cintai –dalam riwayat lain di katakan: "Dan saya mencintainya sebagaimana cintanya seorang laki-laki kepada seorang perempuan, maka saya menginginkan dirinya, namun ia menolaknya, hal itu berlangsung sampai datang suatu masa paceklik, kesulitan dan kekurangan. Hingga pada suatu hari ia datang kepadaku, maka saya kasih dirinya uang sebanyak seratus dua puluh dinar, agar dirinya mau saya pergauli, ia pun menyetujuinya. Sampai kiranya saya sudah mampu melakukan apapun yang saya inginkan - dalam riwayat lain disebutkan: "Tatkala diriku sudah duduk di antara kedua kakinya". Ia berkata: "Takutlah engkau kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla, jangan engkau robek cincinnya selain dengan cara yang benar!" kemudian saya tinggalkan dirinya, sedangkan dia adalah orang yang paling saya cintai, saya tinggalkan semua uang yang telah saya berikan kepadanya.
        Ya Allah, kalau sekiranya saya lakukan hal tersebut ikhlas hanya mencari wajah -Mu, maka keluarkan kami dari tempat ini". Kemudian batu tersebut tergeser kembali, akan tetapi mereka masih belum mampu untuk keluar.
Orang yang terakhir berkata: "Ya Allah, saya pernah menyewa beberapa orang pelayan. Dan saya telah memberi upah semua pegawai tersebut kecuali satu orang, orang itu telah meninggalka upahnya tanpa mengambilnya. Maka saya investasikan upahnya tersebut sampai menjadi harta yang sangat banyak. Pada suatu ketika orang tersebut datang kepadaku, sembari mengatakan: "Wahai hamba Allah! Berikan upah saya yang dahulu". Saya katakan padanya: "Semua yang engkau lihat ini adalah hasil dari upahmu yang dulu, unta, sapi dan kambing serta budak !! Ia menjawab: "Wahai hamba Allah, jangan mengejekku". Maka saya jawab: "Saya tidak sedang mengejekmu". Kemudian dirinya mengambil semua harta tersebut tanpa menyisakan sedikitpun.
Ya Allah, jika sekiranya saya mengerjakan hal itu ikhlas hanya mengharap wajah -Mu, maka keluarkan kami dari tempat ini". Maka batu tersebut tergeser, sehingga mereka mampu keluar dari tempat tersebut".
Hadits ini shahih di riwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. 
Gharibul hadits
1.     Aghbaqa maksudnya yaitu; Saya tidak pernah mendahulukan untuk meminum susu sebelum keduanya, baik keluarga maupun budak atau pembantu. Sedangkan makna al-Ghubuuq adalah meminum susu malam.
2.     Falam Urih 'alaihima maknanya; Tidak kembali.
3.     Baraqal Fajr maknanya; Kelihatan cahaya pagi.
4.     Yatadhaaghuuna maksudnya mereka berteriak meminta makan karena kelaparan.
5.     Fa aradtuhaa 'alaa nafsihaa artinya saya meminta kepadanya seperti permintaan seorang suami terhadap istrinya.
6.     Alamat bihaa sanah artinya turun masa paceklik, susah dan miskin.
7.     Laa tafidhul khaatam artinya kinayah dari kemaluan dan lingkar keperawanan. Maksudnya jangan engkau lakukan sampai kiranya dengan menikah.
Poskan Komentar