Ketika Kekuatan Melahirkan Kesombongan: Pelajaran dari Kaum ‘Ād


“Ketika Kekuatan Melahirkan Kesombongan: Pelajaran dari Kaum ‘Ād”

(QS Asy-Syu‘arā’: 121–140)


🌱 PEMBUKAAN (Menggugah Kesadaran)

Hadirin rahimakumullāh…

Tidak semua yang kuat itu selamat,
tidak semua yang maju itu beriman,
dan tidak semua yang makmur itu diridhai Allah.

Kaum ‘Ād adalah bangsa super power di zamannya.
Tubuh kuat, bangunan megah, teknologi air canggih.
Tapi… iman mereka rapuh.

Dan ketika iman rapuh bertemu kekuatan,
lahirlah kesombongan yang memanggil azab.


🧭 1. POLA YANG TERUS BERULANG

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 121–122

Arab:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ۝ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Terjemah:

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”

📌 Tafsir Ulama

  • Ibnu Katsir:
    Ayat ini diulang-ulang untuk menegaskan:
    👉 “Kisah nabi berbeda, penyakit umatnya sama.”
    📚 Tafsīr Ibnu Katsīr

  • Al-Biqa‘i:
    Pengulangan ini seperti alarm keras agar manusia tidak merasa kisah ini hanya cerita masa lalu.
    📚 Naẓm ad-Durar


🌬️ 2. DAKWAH NABI HUD: LEMBUT, JUJUR, TEGAS

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 123–127

Arab (ringkas):

كَذَّبَتْ عَادٌ الْمُرْسَلِينَ ۝ إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ … إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Terjemah Ringkas:

“Kaum ‘Ād telah mendustakan para rasul… Hud berkata: ‘Mengapa kalian tidak bertakwa?’ … Aku tidak meminta upah, upahku hanya dari Rabb semesta alam.”

🧠 Catatan Penting

  • “Akhūhum (saudara mereka)”
    👉 Dakwah paling kuat datang dari orang dalam, bukan orang asing.

  • Imam Ath-Thabari:
    Kejujuran rasul adalah modal utama dakwah.
    📚 Jāmi‘ al-Bayān

📌 Humor ringan mimbar:

“Nabi Hud tidak bilang: ‘Follow saya dulu, baru saya dakwahi.’
Beliau dakwah dulu, viral belakangan… bahkan tidak viral sama sekali 😅.”


🏗️ 3. MEGA PROYEK TANPA AKHIRAT

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 128–129

Arab:

أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ آيَةً تَعْبَثُونَ ۝ وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ

Terjemah:

“Apakah kalian mendirikan di setiap tempat tinggi bangunan untuk bermain-main? Dan kalian membuat benteng-benteng seakan-akan kalian akan hidup kekal.”

🧠 Tafsir & Tadabbur

  • Al-Qurthubi:
    Mereka membangun bukan untuk maslahat, tapi pamer dan ejekan.
    📚 Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān

📌 Humor sindiran halus:

“Bangunan tinggi tapi shalatnya rendah.
Fondasi beton kuat, fondasi iman rapuh.”


🩸 4. KEKUATAN TANPA AKHLAK

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 130

Arab:

وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ

Terjemah:

“Dan apabila kalian menyiksa, kalian menyiksa dengan kejam dan bengis.”

📌 Hadis Pendukung

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ
“Ya Allah, siapa yang memegang urusan umat lalu menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia.”
📚 HR. Muslim no. 1828

📌 Ibnu Taimiyah:

“Kezaliman adalah sebab tercepat runtuhnya peradaban.”
📚 Majmū‘ al-Fatāwā


🌾 5. NIKMAT BESAR, LUPA PEMBERI

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 132–134

Arab:

وَاتَّقُوا الَّذِي أَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُونَ ۝ أَمَدَّكُمْ بِأَنْعَامٍ وَبَنِينَ ۝ وَجَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Terjemah:

“Bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepada kalian apa yang kalian ketahui: ternak, anak-anak, kebun-kebun dan mata air.”

📌 Imam Al-Ghazali:

“Nikmat yang tidak mendekatkan pada Allah, bisa berubah menjadi istidraj.”
📚 Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn


⏰ 6. AZAB YANG DIREMEHKAN

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 135–138

Arab (ringkas):

إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ … وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ

Terjemah Ringkas:

“Aku takut kalian ditimpa azab hari besar… Mereka berkata: ‘Kami tidak akan diazab.’”

📌 Penyakit Umat Sepanjang Zaman

  • Meremehkan peringatan
  • Menganggap azab itu mitos
  • Mengira Allah “terlalu sayang untuk menghukum”

📌 Humor reflektif:

“Kalau lampu merah saja kita terobos, lalu bilang: ‘Tenang, polisi baik kok’
Padahal yang datang bukan polisi, tapi kamera tilang 😅.”


🌪️ 7. AKHIRNYA: ANGIN YANG MEMBUNGKAM

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 139–140

Arab:

فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَاهُمْ … وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Terjemah:

“Mereka mendustakannya, lalu Kami binasakan mereka… Dan Tuhanmu Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”

📌 Ibnu Katsir:

Angin yang dulu memberi kesejukan, berubah jadi tentara Allah.
📚 Tafsīr Ibnu Katsīr


🌙 PENUTUP 

Hadirin…

Kaum ‘Ād bukan binasa karena miskin,
bukan karena lemah,
tapi karena lupa bahwa semua kekuatan adalah titipan.

Maka sebelum kita berkata:

“Kami aman…”

Mari kita pastikan:

“Kami masih bertakwa.”



Tidak ada komentar