Senin, 30 Maret 2015

fadilah PUASA.


                                                  fadilah PUASA.
·         Fadilah bulan Ramadhan.
وعن أبي هريرة t أن رَسُول اللَّهِ r قال: (إذا دخل رمضان، فتحت أبواب السماء، وغلقت أبواب جهنم، وسلسلت الشياطين) وفي لفظ ( فتحت أبواب الجنة ) مُتَّفّقٌ عَلَيهِ.
Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Bila Bulan Ramadhan tiba pintu langit dibuka, pintu neraka Jahannam dikunci dan syetan-syetan dibelenggu”. Dalam riwayat yang lain: " pintu surga dibuka". Muttafaq ’alaih. [1]

  • Fadilah Puasa.
وعن أبي هريرة t قال : قال رَسُول اللَّهِ r : (( قال الله U : كل عمل ابن آدم له إلا الصيام ؛ فإنه لي ، وأنا أجزي به ، والصيام جنة ، فإذا كان يوم صوم أحدكم ؛ فلا يرفث ولا يصخب ، فإن سابه أحد أو قاتله ؛ فليقل : إني صائم ، والذي نفس محمد بيده ؛  لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك ، للصائم فرحتان يفرحهما : إذا أفطر فرح بفطره ، وإذا لقي ربه فرح بصومه )) متفق عليه .
Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa karena sesungguhnya ia untuk-Ku, dan Aku yang membalasnya”, Rasulullah SAW bersabda: “Puasa adalah membentengi diri, maka bila salah seorang kamu di hari ia berpuasa janganlah berkata kotor dan banyak bicara, dan jika seseorang memakinya atau mengajaknya bertengkar hendaklah ia mengatakan “Sesungguhnya aku sedang berpuasa”, demi yang jiwa Muhammad di tangan-Nya sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari baunya kasturi, bagi orang berpuasa ada dua kegembiraan yang dirasakan; di saat dia berbuka ia gembira dengan makanan berbukanya, dan di saat ia bertemu Rabbnya ia gembira dengan pahala puasanya”. Muttafaq ’alaih [2]

  • Fadilah Orang yang Berpuasa.
وعن سهل بن سعد t عن النبي r قال: ( في الجنة ثمانية أبواب ، فيها باب يسمى الريان لا يدخله إلا الصائمون ) مُتَّفّقٌ عَلَيهِ.
Dari Sahal bin Sa’ad r.a, dari Nabi SAW, ia bersabda: “Sesungguhnya di surga ada delapan pintu, diantaranya ada yang dinamakan Rayyan, tidak seorangpun yang masuk dari pintu tersebut selain orang-orang yang berpuasa”. Muttafaq ’alaih. [3]

  • Fadilah Puasa Ramadhan dengan Penuh Keimanan dan Keikhlasan.
عن أبي هريرة t عن النبي r قال: ( من صام رمضان إيماناً واحتساباً؛ غفر له ما تقدم من ذنبه ) مُتَّفّقٌ عَلَيهِ.
Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi SAW, ia bersabda: “Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampunkan dosanya yang telah berlalu”. Muttafaq ’alaih. [4]

  • Fadilah Qiyam Ramadhan dengan Penuh Keimanan dan Keikhlasan
عن أبي هريرة t أن رَسُول اللَّهِ r قال: ( من قام رمضان إيماناً واحتساباً ؛ غفر له ما تقدم من ذنبه ) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang shalat malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya diampunkan baginya dosa yang telah berlalu”. Muttafaq ’alaih. [5]

  • Fadilah Qiyam Lailatul Qadar dengan Penuh Keimanan dan Keikhlasan
عن أبي هريرة t عن رَسُول اللَّهِ r قال: ( من ليلة القدر إيماناً واحتساباً ؛ غفر له ما تقدم من ذنبه ) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang shalat malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya diampunkan baginya dosa yang telah berlalu”. Muttafaq ’alaih. [6]

  • Fadilah Berpuasa penuh di bulan Ramadhan dan dilanjutkan dengan puasa enam hari di Bulan Syawal.
عن أبي أيوب t أن رَسُول اللَّهِ r قال: ( من صام رمضان ، ثم أتبعه ستاً من شوال ؛ كان كصيام الدهر ) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Abu Ayyub r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian ia mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal seolah-olah ia berpuasa satu tahun”. HR. Muslim [7]

  • Fadilah Puasa Tiga Hari Setiap Bulan.
وعن عبد اللَّه بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال : قال رَسُول اللَّهِ r : ( وصم من الشهر  ثلاثة أيام ؛ فإن الحسنة بعشر أمثالها ؛ وذلك مثل صيام الدهر ) مُتَّفّقٌ عَلَيهِ.
Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash r.a, ia berkata: “Rasulullah SAW  bersabda: “Berpuasalah tiga hari setiap bulan, karena satu kebajikan senilai sepuluh kebajikan, berarti itu adalah puasa setahun penuh”. Muttafaq ’alaih. [8]


[1] . Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1899 dan 1898 dan  Muslim no hadist: 1079.
[2] . Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1904, ini adalah lafadznya dan  Muslim no hadist: 1151.
[3] . Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 3257, ini adalah lafadznya dan  Muslim no hadist: 1152.
[4] . Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 38, ini adalah lafadznya dan  Muslim no hadist: 760.
[5] . Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 37, ini adalah lafadznya  dan  Muslim no hadist: 759.
[6] . Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1901, ini adalah lafadznya dan  Muslim no hadist: 760.
[7] . Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 1164.
[8] . Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1976,  ini adalah lafadznya dan  Muslim no hadist: 1159.
Poskan Komentar