Rabu, 22 April 2015

SIKSA KUBUR

SIKSA KUBUR
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberikan petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang (dapat) menyesatkannya. Dan siapa yang (Allah) sesatkan, maka tidak ada yang (dapat) memberikan petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak untuk disembah) selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad a adalah hamba dan utusan-Nya.

Ma‟asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah
Seorang muslim haruslah beriman terhadap hal-hal yang ghaib yang telah ditetapkan dalam Syari‟at Islam yang mulia. Dan tidak ada yang mengetahui perkara ghaib selain Allah . Allah SWT berfirman;Katakanlah, “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” Di antara perkara ghaib yang harus diimani oleh seorang muslim adalah tentang adanya siksa kubur. Keberadaan siksa kubur telah ditetapkan di dalam Al-Qur‟nul Karim. Allah SWT berfirman; “Kepada mereka dinampakkan Neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah fir'aun dan kaumnya ke dalam siksa yang sangat keras.”
Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir , ketika menafsirkan ayat di atas :“Ayat ini merupakan pokok yang agung dalam pendalilan Ahlus Sunnah tentang (adanya) siksa barzah di alam kubur, yaitu firman Allah SWT, “Kepada mereka dinampakkan Neraka pada pagi dan petang." Adanya siksa kubur ditetapkan pula di dalam As-Sunnah As-Shahihah. Sebagaimana diriwayatkan dari „Aisyah i, ketika ia bertanya kepada Rasulullah a tentang siksa kubur. Rasulullah saw bersabda;
“Ya, siksa kubur itu benar (adanya).” „Aisyah saw berkata, “Tidaklah aku melihat Rasulullah saw. melakukan suatu shalat, keculi setelah(nya) beliau berlidung dari siksa kubur.”

 Para jama‟ah rahimani wa rahimakumullah … Siksa kubur akan menimpa ruh dan jasad. Hal ini merupakan pendapat Ahlus Sunnah, sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-„Utsaimin . Salah satu penyebab siksa kubur adalah tidak membersihkan diri atau tidak bertabir ketika buang air kecil dan suka mengadu domba atau suka menyebar fitnah. Nabi a pernah melalui dua kuburan, lalu bersabda;“Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa dan keduanya disiksa bukan karena (dosa yang dianggap) besar. Salah satu dari keduanya suka mengadu domba dan yang lainnya tidak bertabir ketika ia buang air kecil.”
Hendaknya seorang muslim senantiasa berlindung dari siksa kubur, dengan cara berdoa setelah tasyahud akhir sebelum salam. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda; “Apabila seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari empat hal (dengan berdoa); “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari keburukan fitnah Dajjal.”
Demikian yang dapat kami sampaikan.
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabatnya. Dan penutup doa kami, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.
Poskan Komentar