Rabu, 05 Oktober 2016

Dzikir

Dzikir
Allah ta'ala berfirman :


Dari Abu Hurairah ia berkata : Rasulullah bersabda : " Sesungguhnya membaca: “ subhanallah walhamdulillah wa  laa  ilaha  illallah  wallahu  akbar  (Maha  Suci  Allah, segala  puji  bagi  Allah,  tiada  sesembahan  yang  berhak disembah  selain  Allah,  dan  Allah  Maha  Besar)  ”  adalah lebih  aku  cintai  daripada  segala  sesuatu  yang  terkena sinar matahari ".
HR. Muslim (2695)
 Ibnul  Qayyim  rahimahullah  telah  menyebutkan sebanyak 100 ( seratus ) faedah berdzikir, diantaranya 1.  Terbebas dari sifat munafik.
2.  Dzikir  dapat  memberikan  orang  yang  berdzikir kekuatan sehingga dengan sambil berdzikir ia bisa
melakukan  sesuatu  hal  yang  tidak  bisa  dilakukan dengan tanpa dzikir.
Ibnul  Qayyim  juga  mengatakan  :  "Aku  telah menyaksikan  hal  yang  menakjubkan  dari  kekuatan Syaikhul  Islam  Ibnu  Taimiyah  pada  jalannya, perkataannya,  kemajuannya  serta  tulisannya.  Beliau menulis  buku  dalam  sehari  sebanding  dengan  tulisan orang lain dalam satu minggu atau lebih. Para tentara juga  menyaksikan  keajaiban  kekuatannya  dalam peperangan ".
Nabi telah mengajarkan kepada anaknya Fatimah dan Ali agar mereka bertasbih setiap malam sebelum tidur sebanyak  33  (  tiga  puluh  tiga  )  kali,  bertahmid sebanyak  33  (  tiga  puluh  tiga)  kali  dan bertakbir sebanyak  33  (  tiga  puluh  tiga  )  kali ,  ketika  Fatimah meminta  seorang  pembantu  kepada  beliau  dan mengadukan  kerasnya  membuat  adonan  tepung, mengerjakannya  serta  pelayanannya.  Maka  Nabi mengajarkannya dzikir tersebut. Dan Nabi berkata : Dalam riwayat lain bertakbir sebanyak 34 kali. (pent.) "  Sesungguhnya  dzikir  tersebut  lebih  baik  bagi  kalian daripada seorang pembantu ".
3.  Bahwa  dzikir  memiliki  kelezatan  yang  tidak didapatkan  melalui  amal  ibadah  lainnya. Seandainya  seorang  hamba  tidak  mendapatkan pahala  selain  kenikmatan  yang  didapat,  maka hamba  tersebut  adalah  orang  yang  berdzikir.  Dan kenikmatan  yang  dirasakan  hatinya  niscaya mencukupinya. Oleh karena itu majlis-majlis dzikir disebut dengan taman-taman surga. Malik  bin  Dinar  berkata  :  "  Tidaklah  ada  orang merasakan  kenikmatan  seperti  nikmatnya  dzikir kepada Allah azza wajalla ".
4.  Bahwa  Allah  akan  menyebut-nyebut  orang  yang berdzikir. sebagaimana firman-Nya :
   
" Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula)  kepadamu,  dan  bersyukurlah  kepada-Ku,  dan janganlah  kamu  mengingkari  (nikmat)-Ku ".  (  QS.  alBaqarah : 152 )                                                                                          Seandainya  dzikir  tidak  memiliki  keutamaan  kecuali keutamaan ini ( disebut oleh Allah ), niscaya sudah cukup.
Muttafaqun Alalihi ( HR. Al-Bukhari no.3705 dan Muslim no.2727 ).
5.  Bahwa  memperbanyak  dzikir  di  jalan,  di  rumah, saat  tidak  bepergian,  saat  bepergian,  di berbagai tempat,  akan  menjadi  saksi   bagi  seorang  hamba pada  hari  kiamat.  Karena  suatu  tempat,  rumah, gunung, dan bumi,  akan  bersaksi bagi  orang yang berdzikir  pada  hari  kiamat,  sebagaimana
disebutkan dalam surat al-Zalzalah .
Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah  berkata : " Dzikir bagi hati seperti air bagi ikan. Bagaimana
kondisi ikan jika dipisahkan dari air ? ".
Ibnu  Aun  berkata  :  "  Mengingat  manusia  adalah penyakit, dan mengingat Allah adalah obat ".
Yahya bin Muadz berkata :  " Ajaklah hatimu bicara dengan  berdzikir  kepada  Allah,  karena  hati  cepat sekali lalai ".
Maka lisan pasti berucap ucapan baik, atau buruk,  atau  ucapan  mubah.  Maka  lihatlah  dirimu, janganlah  berkata  kecuali  dengan  kata-kata  yang diridhai  Allah  dan  akan  engkau  dapati  di  catatan amalmu pada hari kiamat. Dan diantara azab yaitu lalai dari berdzikir kepada Allah. Allah berfirman :

"  dan  janganlah  kamu  mengikuti  orang  yang  hatinya Telah kami lalaikan dari mengingati kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas ". (QS. al-kahfi : 28 ).
Tiap kali pemahaman bertambah kuat, maka dzikir pun  terasa  mudah  diucapkan  oleh  lisan  orang  yang berdzikir.
Dan  jenis  dzikir  yang  paling  utama  yaitu  : membaca al-Qur'an dengan tadabbur dan memahaminya.
Utsman bin Affan radhiyallahu anhu berkata : " Andai hati kita  bersih,  pasti  tidak  akan  pernah kenyang  dari  kalam Allah ( al-Qur'an )".
Jika  kita  mengkhususkan  waktu  tertentu  setiap hari  untuk  membaca  al-Qur'an  pasti  akan  bermanfaat bagi  kita,  iman  kita  bertambah,  dan  kita  hidup  dengan firman  Dzat  Yang  Maha  Pengasih  dan  Penyayang.  Dan akan  pergi  dari  hati  kita  bisikan  syetan,  serta  kita  akan hidup dengan damai. Allah berfirman :
"Dan  Al  Quran  itu  Telah  kami  turunkan  dengan berangsur-angsur  agar  kamu  membacakannya  perlahan-lahan kepada manusia  dan  kami menurunkannya bagian demi bagian ". ( QS. al-Isra : 106  )                                     
Syaikh  Abdurrahman  As-Sa'di  rahimahullah berkata : "Agar kamu membacakannya perlahan-lahan",yakni  dengan  perlahan,  agar  mereka  mentadabburinya, memikirkan  makna-maknanya  serta mengeluarkan  ilmuilmunya".
Poskan Komentar