Senin, 24 September 2018

Mengambil Pelajaran Dari Pergantian Hari dan Tahun Baru

Mengambil Pelajaran Dari Pergantian Hari dan Tahun Baru

Hadirin jama'ah Jum'at yang berbahagia!
Dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita berusaha meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan melakukan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Disamping itu marilah kita bersyukur kepada-Nya atas segala rahmat, ni'mat, taufiq dan hidayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita sehingga kita bisa membedakan antara perkara yang haq dan yang bathil. Juga kita bisa menghadiri panggilan-Nya yang berupa kewajiban Shalat Jum'at sebagaimana yang akan kita laksanakan saat ini. Mudah-mudahan apa yang sudah atau akan kita laksanakan diterima dan di Ridhoi oleh Allah SWT. Amin

Hadirin Ahli Jum'at yang berbahagia!

Khutbah yang akan kami sampaikan ini berjudul Mengambil Pelajaran Dari Pergantian Hari dan Tahun Baru

 Alloh SWT., berfirman :

ÈDan katakanlah! Beramallah maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS: At-Taubah:105)

Ma'asyirol Muslimin Rohimakumulloh
Tidak terasa umur kita bertambah satu tahun lagi. Itu berarti jatah hidup kita berkurang dan semakin mendekatkan kita kepada rumah masa depan,yaitu kuburan. Pelajaran yang terbaik dari perjalanan waktu ini adalah menyadari sekaligus mengintrospeksi sepak terjang kita selama ini. Kita punya lima hari yang harus kita isi dengan amal baik. Hari pertama, yaitu masa lalu yang telah kita lewati apakah sudah kita isi dengan hal-hal yang dapat memperoleh ridho Allah? Hari kedua, yaitu hari yang sedang kita alami sekarang ini, harus kita gunakan untuk yang bermanfaat baik dunia maupun akhirat. Hari ketiga, hari yang akan datang, kita tidak tahu apakah itu milik kita atau bukan. Hari keempat, yaitu hari kita ditarik oleh malaikat pencabut nyawa menyudahi kehidupan yang fana ini, apakah kita sudah siap dengan amal kita? Hari kelima, yaitu hari perhitungan yang tiada arti lagi nilai kerja atau amal, apakah kita mendapatkan rapor yang baik, dimana tempatnya surga, atau mendapat rapor dengan tangan kiri kita, yang menunjukan nilai buruk tempatnya di neraka. Pada saat itu tidak ada lagi arti penyesalan. Benar sekali kata seorang ulama besar Tabi'in, bernama Hasan Al-Basri, "Wahai manusia sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari, setiap hari berkurang, berarti berkurang pula bagaianmu."

Umar bin Khatab berkata, "Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab

Allah Azza wa jalla berfirman dalam kitab -Nya:

  "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal". QS al-'Imran: 190.
Dalam ayat -Nya yang lain Allah Ta'ala berfirman:
   
 "Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang- orang 
yang bertakwa". QS Yunus: 6.

Dalam kesempatan yang lain Allah Ta'ala berfirman:

"Allah membolak-balikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan". QS an-Nuur: 44.

Ma’asyirol Muslimin rohimakumulloh,
Di dalam ketiga ayat di atas Allah Subhanahu wa ta'ala mengabarkan kepada kita tentang ayat-ayat kauniyah (alam semesta. pent) yang menunjukan akan kesempurnaan ilmu dan kekuasaan Allah Azza wa jalla, menunjukan kepada hikmah dan rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala kepada makhluk -Nya, di antaranya yaitu pergantian malam dan siang, yang silih berganti, pergantian keduanya menjadikan hari ada yang pendek dan panjang, merubah musim menjadi musim panas, dingin dan sedang, dan tidak lah hal itu ada melainkan untuk memberi kemaslahatan yang sangat besar bagi penduduk bumi seluruhnya. Semua itu adalah bagian dari nikmat-nikmat Allah Ta'ala dan bentuk kasih sayang Allah Azza wa jalla kepada ciptaan -Nya, yang tidak mungkin bisa di pahami kecuali oleh orang-orang yang masih mau menggunakan akal sehatnya dan memiliki penglihatan, yang mana mereka mengerti hikmah Allah Ta'ala mana kala menciptakan malam dan siang, serta menciptakan matahari dan bulan. Mereka juga memahami perubahan waktu, bulan dan tahun, perubahan malam dan siang yang silih berganti menjadi hari-hari yang panjang.
Dan Allah Ta'ala menjadikan malam dan siang sebagai tambang untuk di gali padanya amalan-amalan sholeh, sebagai bekal dalam menghadapi kematian dan kehidupan akhirat yang kekal, jika salah satu dari keduanya (matahari dan bulan) telah berlalu maka akan di gantikan hari yang baru, sebagai cambuk bagi orang-orang yang memiliki semangat tinggi dalam kebajikan untuk mengerjakan kebaikan sebanyak mungkin, pemacu mereka dalam ketaatan, maka siapa yang tidak mendapati berkahnya pada waktu malam ia akan mendapati pada siang harinya, siapa yang ketinggalan di waktu siang maka ia akan mendapatinya pada malam harinya.

 Allah Ta'ala berfirman:
   
"Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur". QS al-Furqaan: 62.
Seharusnya bagi seorang mukmin untuk bisa mengambil pelajaran dari berjalannya siang dan malam, sesungguhnya malam dan siang akan selalu mengisi hari-hari baru, akan mendekatkan sesuatu yang jauh, akan memangkas umur, menjadikan anak kecil menjadi tua, akan menjadikan orang tua hilang di telan zaman, dan setiap waktu yang di lewati oleh anak cucu Adam, maka sesungguhnya pada hakekatnya sedang menjauhkan dirinya dari kampung dunia dan mendekatkan dirinya pada kampung akhirat.
Maka orang yang beruntung adalah orang yang mau mengoreksi dirinya sendiri, berpikir tentang umurnya yang telah di habiskan, lalu menggunakan waktunya dengan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi agama dan dunianya, dan siapa yang lalai tentang dirinya maka dia akan di potong oleh waktunya, sehingga semakin jauh ketinggalan, dan semakin besar kerugianya, kita berlindung kepada Allah Ta'ala dari menyia-yiakan dan meremehkan waktu.
Dan kita pada hari-hari ini baru saja meninggalkan tahun yang lama, tahun yang menjadi saksi akan perbuatan kita, kemudian kita sambut datangnya tahun baru. Maka yang menjadi kewajiban bagi kita adalah untuk selalu mengoreksi jiwa-jiwa kita, siapa yang mendapati dirinya (pada tahun yang lalu) memiliki kekurangan dalam mengerjakan kewajiban maka segera bertaubat kepada Allah Azza wa jalla serta memperbaiki kewajiban yang telah di tinggalkanya, dan apabila ia mendapati telah berbuat dholim pada dirinya sendiri dengan menjalankan larangan Allah Ta'ala dan Rasul -Nya, maka wajib baginya untuk segera meninggalkan perbuatan dosa tersebut sebelum ajal datang menjemputnya. Kemudian siapa yang mendapati dirinya di karuniai oleh Allah Ta'ala untuk bisa tetap istiqomah, maka cepatlah ucapkan pujian syukur kepada -Nya dengan di iringi do'a, meminta supaya di teguhkan dalam istiqomahnya sampai kematian datang kepadanya.
Introspeksi diri ini bukan hanya terbatas  pada hari-hari ini saja, namun ia di butuhkan pada setiap waktu sepanjang hayat, karena siapa yang mau membiasakan dirinya berintrospeksi  maka keadaanya akan menjadi lurus, amal sholehnya terus membaik, sebaliknya siapa yang enggan untuk mengoreksi dirinya maka keadaanya pun semakin memburuk, amal perbuatan yang di kerjakanya pun menjadi rusak.
Dan termasuk hal yang sangat di sayangkan bahwa kebanyakan dari manusia jika tahun baru datang maka ia memulai dengan kesungguhan dan keinginan yang kuat dan jujur untuk memperbaiki keadaan dirinya untuk menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, kemudian berlalu padanya hari demi hari, bulan demi bulan sampai genap menjadi satu tahun sedangkan keadaannya tidak ada perubahan, sama seperti tahun sebelumnya, amal kebajikanya tidak bertambah, tidak melakukan taubat dari kesalahan-kesalahanya, maka ini adalah termasuk kegagalan dan kerugian baginya.
Ma’asyirol Muslimin Rohimakumulloh, untuk mengawali tahun baru 1440 Hijriyah ini marilah kita bermunajat, agar kita senantiasa mendapat petunjuk dan bimbingan dari Alloh SWT, :
Alhamdulillahi robbil ‘alamiin, hamdan yuwaafi  ni’amahu wayukaafi maziidah, Ya robbanaa lakal hamdu kamaa yambaghi  lijalaali wajhikal kariimi wali ‘azhiimi sulthoonik
Allohumma sholli wasallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa wamaulaanaa muhammadinil fatihi limaa ughliqo wal khootimi lima sabaqo, wannaashiril haqqi bilhaqqi wal hadii ilaa shirotikal mustaqiimi, shollallohu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa ashabihi haqqo qodrihi wa miqdarihil ‘azhiimi.
Terimakasih ya Alloh, Engkau telah memberikan berbagai macam kenikmatan zhohir dan batin kepada kami…  Bimbing kami ya Alloh agar selalu bisa mensyukuri nikmat-nikmat Mu dengan syukur yang dalam, dengan syukur yang sungguh-sungguh.
Terimakasih ya Alloh, Engkau telah memberi kesempatan dan kekuatan kepada kami, untuk bisa bertemu dengan tahun baru 1440 Hijriyah ya Alloh, berikan pertolongan Mu kepada kami, agar kami selalu dapat menjalankan perintah Mu dan menjauhi laranganMu,
Ya Alloh sempurnakan agama kami, berikan kemampuan kepada kami agar kami bisa berziarah kekota Mekah dan Madinah, mengunjungi ka’bahMu yang Mulia…, ampuni semua dosa kami, berikan kepada kami hati yang bersih, hilangkan dari hati kami kebencian, dendam dan kedengkian
Ya Alloh … sekelam apapun masa lalu kami hapuskanlah ya Alloh.., sebanyak apapun kesalahan kami maafkan ya Alloh, sebesar apapun dosa-dosa kami ampuni ya Alloh.., ampuni kami semua jama’ah yang hadir di majlis ini ya Alloh.., jika sampai hari ini masih sering kau saksikan kami melangkah ketempat-tempat yang tidak Engkau Ridhoi.. ampuni kami ya Alloh, jika amal kami tidak sesuai dengan yang Engkau kehendaki ampuni ya Alloh…, jika kami sering melakukan hal-hal yang mendatangkan murka Mu ampuni kami ya Alloh..,Jika kesibukan kami dengan pekerjaan kami , sering membuat kami lupa beribadah kepada Mu ampuni ya Alloh
Ya Alloh…, ya ‘Afuwwu.., Ya Ghofuur, ampuni semua dosa-dosa kami  ya Alloh.., karena tanpa ampunan Mu, tanpa rohmat kasih sayang Mu.., niscaya kami akan menjadi orang-orang yang hina dan celaka dunia akhirat.
Ya Allah jika begitu lama kami melalaikan perintah-Mu. Jika bertahun-tahun kami terpedaya oleh hawa nafsu kami sehingga lalai dari jalan-Mu, jika dengan sengaja atau tidak sengaja, dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi kami telah berbuat durhaka kepada-Mu dan telah menganiaya diri kami sendiri. Maka maafkanlah kami dan ampunilah dosa-dosa kami. Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu ‘Anna.
Ya Allah Ya Rabb, anugerahkan rasa syukur kepada kami agar kami dapat mengerti arti jasa ibu bapak kami, terkhusus ibu kami, yang bersedia dengan tulus menampung kami selama berbulan-bulan di dalam rahimnya dalam keadaan lemah dan bertambah lemah, yang rela bersakit-sakit bersimbah darah ketika melahirkan kami, yang bersedia mempertaruhkan nyawanya demi agar kami dapat menghirup udara kehidupan, yang bersedia terganggu tidurnya setiap malam demi agar kami dapat tertidur lelap, yang bersedia menahan rasa lapar dan dahaganya demi agar kami dapat merasakan kenyang.
Ya Allah Ya Rabb, kami tahu keridhaan-Mu terdapat pada keridhaannya dan kemurkaan-Mu terdapat pada kemurkaannya, maafkan kami jika selama ini khilaf telah melukai hatinya atau membuatnya tidak ridha kepada sikap dan tingkah laku kami. Maafkan kami ya Allah jika kami tidak mampu membalas kebaikannya. Kami tahu bahwa yang ia butuhkan dari kami bukanlah materi dan harta tapi cinta dan kasih sayang kami seperti ia menyayangi kami di waktu kecil. Maafkan kami jika ia sakit kami tak menjenguknya. Jika ia butuh, kami tak di sampingnya. Jika ia merindukan kami, kami tak datang menyapanya. Ya Allah ya Rabb Jadikanlah kami hamba-hamba yang siap mengistimewakannya di dalam hati kami, lalu mau membalas jasa-jasanya, meski kami sadar tidak akan mampu membalasnya. Karena kami tahu Ya Alloh, setetes air susu ibu yang telah kami minum tidak akan terbayarkan meskipun diganti dengan nyawa dan semua harta yang kami miliki.. ya Alloh...
Ampuni dosa-dosa kedua orang tua kami ya Alloh.., darah daging mereka melekat pada tubuh kami, jasa-jasa mereka tak mungkin terbalaskan oleh kami, kami bisa seperti ini karena jasa-jasanya, kami menjadi seperti ini karena perjuangannya
Ampuni kami ya Alloh …, jikalau sampai hari ini, kami belum bisa berbakti kepadanya, kami belum bisa membalas budinya…,Jadikan sisa umur kami ini menjadi anak yang berbakti kepadanya, memulikannya dunia akhiratnya ..
Ya Alloh.., berikan kepada kami keluarga yang  mawadah wa rohmah..sakinah, karuniakan kepada kami anak yang sholih sholihah, anak-anak yang berbakti kepada kami, anak-anak yang selalu menghormati kami, tahan mereka agar tidak berkata kasar kepada kami, mekipun kami kurang bisa menahan diri untuk tidak berkata kasar kepada mereka, sayangi kami dengan pelayanan mereka ya Alloh meskipun kami kurang sabar dalam melayani mereka.., jadikan anak-anak kami, anak-anak yang taat dan berbakti kepada kami…. Hindarkan kami dari anak-anak yang durhaka, hindarkan kami dari anak-anak yang tidak yang tidak menghormati kami, jauhkan kami dari anak-anak yang membuat kami malu dunia dan akhirat,
Berikan kepada kami anak-anak yang menunggu kami di tahta Surga-Mu ya Alloh..,bukan anak-anak yang menjerumuskan kami kedalam jurang neraka Mu…
Ya Alloh..,( karuniakan kepada kami husnul khootimah 3X), panggil kami kalau waktunya tiba… pada waktu yang terbaik, ditempat yang terbaik, dalam keadaan yang terbaik….
Ya Allah jadikanlah akhir dari amal perbuatan kami kebaikan, dan jadikanlah kebaikan bagi penghujung umur-umur kami, dan sebaik-baik hari-hari yang telah kami lewati adalah hari bertemu dengan -Mu, Ya Allah muliakan lah kedudukan kaum muslimin dengan sebab mentaati -Mu, dan jangan rendahkan mereka dengan sebab maksiat yang telah mereka lakukan pada -Mu. Ya Allah jadikanlah tahun baru ini dan yang akan datang sebagai tahun yang sejahtera, aman, sentosa, mulia dan pertolongan bagi umat Islam dan kaum muslimin, limpahkanlah pada kami nikmat-nikmat -Mu, dan berilah kami rizki untuk bisa mensyukurinya.
Ya Alloh ... Jadikanlah kami orang yang berhasil menggapai maghfiroh dan ridhoMu. Jadikan kami termasuk golongan orang-orang yang diterima segala amalnya pada Tahun ini dan berikanlah kepada kami pahala dan anugerah yang melimpah.



Ya Alloh ... Perbaikilah agama kami yang merupakan penjaga urusan kami, perbaikilah dunia kami yang merupakan tempat hidup kami, perbaikilah akhirat kami yang merupakan tempat kembali kami dan jadikan kehidupan kami sebagai penambah kebaikan kami serta jadikanlah kematian kami sebagai istirahat kami dari segala keburukan.