Gambaran Keindahan Surga


Gambaran Keindahan Surga


Di dalamnya terdapat pohon-pohon dan buah-buahan
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat. (Ar-Rahman :54)
Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.(Ar-Rahman : 68)
Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya) (Al-Waqi'ah :28-29)
dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya. (Al-Waqi'ah : 32-33),
Terdapat istana-istana dan mengalir sungai-sungai dibawahnya
Maha suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana[1055]. (Al-Furqan:10),
Tahta-tahta kebesaran dan ranjang-ranjang emas/permata
di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan. (Ash Safaat:44)
mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, (Al Waqi'ah : 15),
Serta ditemani bidadari-bidadari
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. (Ar-Rahman : 72)
Demikianlah. dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (Ad Dukhan : 54)
Luasnya
Allah Subhana wa ta'ala berfirman yang artinya, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS.Ali Imran :133)
Tingkatan Surga
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ
“Sesungguhnya di dalam Surga terdapat seratus derajat.” (HR. al-Bukhari)
Bangunan Surga
Abu Hurairah berkata;
Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, beritakanlah kepada kami tentang Surga, bagaimana bangunannya?” beliau Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Batu batanya dari emas dan perak, adukan semennya adalah minyak misik adzfar, kerikilnya adalah intan dan permata, lalu debunya adalah waros (semacam tumbuhan yang harum) dan za`faran, barangsiapa masuk ke dalamnya maka dia akan kekal dan tidak mati, merasakan nikmat yang abadi dan tidak merasa bosan, masa muda mereka tidak pernah hilang dan pakaian mereka tidak pernah usang.” (HR. Ahmad)
Sifat penghuni Surga
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
“Penduduk Surga akan masuk Surga dalam keadaan tidak berjenggot, wajah mereka putih berseri-seri, kepala mereka berambut pendek serta mata mereka bercelak, mereka seperti anak muda yang berumur tiga puluh tiga tahun, ukuran tubuh mereka sebagaimana penciptaan Adam dengan tinggi tujuh puluh hasta dan lebar tujuh hasta.” (HR. Ahmad)
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam juga bersabda,
“Sesungguhnya golongan pertama dari ummatku yang masuk Surga rupanya seperti bulan di malam purnama, golongan selanjutnya rupanya seperti bintang paling terang di langit, setelah itu mereka bertingkat-tingkat, mereka tidak kencing, tidak buang air besar, dan tidak meludah, sisir mereka emas, tempat bara api mereka kayu wangi dan keringat mereka minyak kesturi, postur mereka sama seperti wujud ayah mereka, Adam, enampuluh dzira’.” (HR.Muslim)
Bidadari dan wanita Surga
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
خَلَقَ اللَّهُ الْحُورَ الْعِينَ مِنَ الزَّعْفَرَانِ
“Allah menciptakan para bidadari dari Za’faron” (HR.ath-Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir)
Firman Allah Ta'ala, artinya, “Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,” (QS. ash-Shaffat: 48)
Juga firman-Nya Ta'ala, artinya, “Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridhaan Allah.” (QS.Ali Imran: 15)
لِكُلِّ رَجُلٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ عَلَى كُلِّ زَوْجَةٍ سَبْعُونَ حُلَّةً يَبْدُو مُخُّ سَاقِهَا مِنْ وَرَائِهَا
“Setiap lelaki di antara mereka mendapatkan dua istri, setiap istri mengenakan tujuhpuluh perhiasan, sungsumnya terlihat dari belakang.” (HR.at-Tirmidzi, berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih)
Penghuni Surga Saling Pandang
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ لَيَتَرَاءَوْنَ الْغُرْفَةَ فِى الْجَنَّةِ كَمَا تَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ فِى السَّمَاءِ
“Sesungguhnya penghuni Surga saling melihat kamar-kamar di Surga seperti melihat bintang di langit.” (HR.al-Bukhari-Muslim)
Makanan dan minuman penghuni Surga
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
“Penghuni Surga makan dan minum di dalamnya, mereka tidak buang air besar, tidak ingusan dan tidak kencing, tapi makanan mereka itu (menjadi) sendawa, keringat mereka seperti minyak kesturi, mereka diilhami tasbih dan tahmid seperti kalian diilhami nafas.” (HR.Muslim)
Penghuni Surga memperoleh apa yang ia inginkan dan apa yang ia minta.
Allah Ta'ala berfirman, yang artinya, “Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.” (QS. Fushshilat: 31)
Di dalam Surga terdapat segala yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata.
Allah Ta'ala berfirman, yang artinya, “Dan di dalam Surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” (QS. az-Zuhruf : 71)
Kenikmatan terbesar penghuni Surga adalah memandang Wajah Allah
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Bila penduduk Surga telah masuk ke Surga, maka Allah berfirman, ‘Apakah kalian ingin sesuatu yang perlu Aku tambahkan kepada kalian? ‘Mereka menjawab, ‘Bukankah Engkau telah membuat wajah-wajah kami putih? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam Surga dan menyelamatkan kami dari Neraka? ‘ (Beliau bersabda): “Lalu Allah membukakan hijab pembatas, lalu tidak ada satu pun yang dianugerahkan kepada mereka yang lebih dicintai daripada anugerah (dapat) memandang Rabb mereka.” (HR.Muslim).
Demikianlah sekilas tentang Surga dan kenikmatannya yang bisa kami sebutkan. Mengingat keterbatasan lembaran buletin ini, maka tidak berarti bahwa itu sajalah gambaran tentang Surga beserta nikmat-nikmat yang ada di dalamnya. Akhirnya, Semoga Allah Ta'ala memasukkan kita ke dalam Surga-Nya dan mengaruniakan kepada kita nikmat-Nya yang teragung, yaitu, memandang wajah-Nya Ta'ala. Aamiin. Wallahu a’lam bish Shawab.
[Sumber: Diringkas dari “al-Jannatu wa Na’imiha ad-Daim Ghairu al-Munqathi’,” karya: Abu al-Barra Usamah bin Yasin al-Ma’aniy, dengan gubahan dan sedikit tambahan dari sumber lainnya]

Tidak ada komentar