Saling Menghormati

Saling Menghormati

 Saudaraku yang dicintai Allah SWT
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah SWT telah berfirman di dalam Al Qur’an surah Al - Baqarah ayat 109, yang maknanya adalah : “Sebahagian besar para Ahli Kitab menginginkan agar mereka bisa mengembalikan kamu kedalam keadaan kekafiran saat kamu sudah beriman, karena sifat dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka sebuah kebenaran. 

Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al Baqarah. 109).

Hadirin sekalian yang dirahmati oleh Allah SWT
Pada ayat - ayat lain juga diperoleh penjelasan bahwasaya Islam juga melarang kita kaum muslimin untuk melakukan debat dengan para Ahli Kitab, melainkan harus dengan cara yang paling baik, kecuali dengan para orang - orang yang zalim di antara mereka itu.

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT
Berdasarkan penjelasan beberapa dari firman Alah SWT yang sudah disebut di atas, kita dapat menyimpulkan "betapa indahnya agama Islam itu". 

Dimana dengan para ahli kitab saja (yang sebagian besar dari mereka telah dengan nyata - nyata ingin menghancurkan iman kita, dimana sebahagian besar dari mereka telah benar - benar menginginkan agarpara kaum muslimin bisa kembali kepada suatu kekafiran setelah kita suah beriman), ternyata kita telah diperintahkan agar tetap bersikap toleran serta tetap menghormati mereka (meskipun pada waktu yang sama, kita juga harus selalu senantiasa waspada). 

Coba bayangkan, sedangkan dengan para ahli kitab saja kita harus menghargi mereka, Apalagi jika kita dengan saudara sesama muslim (tentulah saudara seiman itu jauh lebih berhak untuk kita hormati).

Oleh sebab itu jika ada seseorang diantara orang muslim yang justru malah sering sekali mencaci dan maki saudara sesama muslim, tentunya pemahamannya tentang agana Islam patut untuk dipertanyakan.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT :
Jika kita sekalaian menemui orang – orang yang semacam itu, maka apabila kita memiliki bekal ilmu yang cukup, maka sebaiknya saudaraku mengajak orang itu untuk berdiskusi dengan jauh lebih baik menyertakan argumentasi yang kuat dan juga disertai dengan dalil - dalil yang mendasarinya, dengan harapan agar yang bersangkutan dapat mendapatkan pemahaman – pemahaman yang benar tentang agama Islam.

Namun jika kita tidak mempunyai bekal ilmu yang cukup, maka akan jauh lebih baik untuk tidak perlu menghiraykannya, tidak perlu ditanggapi dan juga tidak perlu diambil pusing.

Akan jauh lebih baik jika kita berfokus untuk terus memperbaiki diri kita sendiri yang masih berlepotan dengan dosa serta memiliki banyak kelemahan serta kekurangan ini. Sambil juga terus berupaya untuk menebar kebaikan kepada sesama.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesemptan ini,. Mohon maaf atas segala dan juga kehilafan, karena sesungguhnya kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. 

Semoga yang saya sampaikan dapat bermanfaat.

Wassalam Wr Wb.

Tidak ada komentar