Mengenai Saya

Foto saya
Alumni UIN Raden Intan Lampung

Puasa – Menjaga Lisan dan Hati dari Perbuatan Sia-Sia

Puasa – Menjaga Lisan dan Hati dari Perbuatan Sia-Sia

Mukadimah

الحمد لله الذي هدانا للإسلام، وفرض علينا الصيام ليزكينا من الذنوب والآثام، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat Islam dan Iman, serta kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh keberkahan dan ampunan.

Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, suri teladan terbaik yang mengajarkan kita bagaimana menjalani ibadah puasa dengan sempurna.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas pentingnya menjaga lisan dan hati dari perbuatan sia-sia saat berpuasa agar ibadah kita benar-benar bernilai di sisi Allah.

1. Makna Puasa yang Sebenarnya

Puasa dalam bahasa Arab disebut "as-shaum" (الصَّوْمُ) yang berarti menahan diri. Dalam Islam, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari segala hal yang bisa merusak pahala puasa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهِلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ"

"Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan sia-sia. Jika seseorang mencacimu atau bersikap bodoh kepadamu, katakanlah: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa.’"
(HR. Ibnu Majah)

Hadis ini mengajarkan bahwa puasa sejati bukan hanya secara fisik, tetapi juga menahan lisan dan hati dari hal-hal yang tidak bermanfaat.

2. Pentingnya Menjaga Lisan Saat Berpuasa

Lisan adalah bagian tubuh yang paling mudah melakukan dosa, seperti berkata kasar, berbohong, menggunjing, atau menyebarkan fitnah. Jika kita tidak berhati-hati, lisan bisa merusak pahala puasa kita.

2.1 Bahaya Perkataan yang Tidak Terjaga

Rasulullah ﷺ bersabda:

"مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ"

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya."
(HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa jika puasa kita hanya sekadar menahan lapar dan haus tetapi masih melakukan perkataan buruk, maka Allah tidak akan menerima ibadah kita.

2.2 Contoh Perbuatan Lisan yang Merusak Puasa

Beberapa bentuk perbuatan lisan yang harus kita hindari saat berpuasa:

1. Berkata Dusta – Rasulullah ﷺ bersabda bahwa salah satu tanda orang munafik adalah berbohong.

2. Ghibah (Menggunjing) – Allah melarang kita menggunjing orang lain, sebagaimana firman-Nya:
"Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya." (QS. Al-Hujurat: 12)

3. Berkata Kasar atau Kotor – Perkataan kasar bisa menimbulkan pertengkaran dan kebencian.

2.3 Cara Menjaga Lisan

Berbicara yang baik atau diam, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Banyak berzikir dan membaca Al-Qur’an untuk menjaga lisan tetap dalam kebaikan.

Menahan emosi dan tidak mudah marah, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk berkata "Aku sedang berpuasa" jika ada yang memancing emosi.

3. Menjaga Hati dari Perbuatan Sia-Sia

Selain menjaga lisan, kita juga harus menjaga hati dari niat buruk, iri dengki, atau perbuatan sia-sia yang bisa mengurangi keberkahan puasa.

3.1 Bahaya Penyakit Hati

Allah berfirman:

"يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌۭ وَلَا بَنُونَ ٨٩ إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍۢ سَلِيمٍۢ ٩٠"

"Pada hari (Kiamat), harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih."
(QS. Asy-Syu’ara: 88-89)

Hati yang kotor dengan sifat iri, dengki, dan sombong bisa menghalangi kita mendapatkan rahmat Allah, meskipun kita berpuasa.

3.2 Cara Menjaga Hati Saat Berpuasa

Ikhlas dalam beribadah – Jangan berpuasa hanya karena kebiasaan atau sekadar ikut-ikutan, tetapi niatkan karena Allah.

Menjauhi sifat iri dan dengki – Rasulullah ﷺ bersabda:
"Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, atau saling membelakangi, tetapi jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara." (HR. Muslim)

Bersabar dan memperbanyak istighfar – Saat merasa marah atau tergoda berbuat dosa, ingatlah bahwa Allah memberikan pahala besar bagi orang yang sabar.



---

4. Penutup: Puasa yang Berkualitas

Hadirin yang dirahmati Allah,

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan lisan dan hati dari perkataan serta perbuatan sia-sia. Jika kita ingin mendapatkan pahala yang sempurna, kita harus menjaga diri dari dosa-dosa yang dapat mengurangi keberkahan puasa kita.

Sebagai penutup, mari kita ingat sabda Rasulullah ﷺ:

"Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan haus."
(HR. Ahmad)

Semoga kita semua bisa menjalani puasa dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan menjaga lisan serta hati dari segala perbuatan sia-sia. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan.

وَبِاللَّهِ التَّوْفِيقُ وَالْهُدَى، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar