Ramadhan sebagai Momentum Hijrah Menuju Kebaikan
Ramadhan sebagai Momentum Hijrah Menuju Kebaikan
Mukadimah
الحمد لله الذي أحيانا وأمدَّ في أعمارنا حتى بلغنا شهر رمضان، وجعل فيه أبواب الرحمة مفتوحة، والذنوب مغفورة، والعتق من النار. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Hadirin sekalian yang dirahmati Allah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan.
Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, suri teladan terbaik yang membawa kita dari kegelapan menuju cahaya Islam.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas "Ramadhan sebagai Momentum Hijrah Menuju Kebaikan". Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga saat yang tepat bagi kita untuk berhijrah dari keburukan menuju kebaikan.
1. Makna Hijrah dalam Islam
Secara bahasa, hijrah berarti berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dalam Islam, hijrah tidak hanya berarti berpindah secara fisik, tetapi juga berpindah dari kondisi buruk menuju kondisi yang lebih baik.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ"
"Seorang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka, hijrah yang kita lakukan di bulan Ramadhan adalah meninggalkan dosa dan keburukan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih taat kepada Allah.
2. Ramadhan: Waktu Terbaik untuk Berubah
Allah telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai waktu yang istimewa untuk memperbaiki diri. Mengapa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berhijrah?
2.1 Setan Dibelenggu
Rasulullah ﷺ bersabda:
"إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ"
"Ketika datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ini berarti kita memiliki kesempatan besar untuk memperbaiki diri tanpa gangguan dari setan.
2.2 Bulan Penuh Ampunan
Allah memberikan banyak kesempatan bagi kita untuk bertaubat dan kembali kepada-Nya di bulan Ramadhan. Rasulullah ﷺ bersabda:
"مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ"
"Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jangan sia-siakan kesempatan ini untuk membersihkan diri dari dosa dan memulai kehidupan yang lebih baik.
3. Hijrah Menuju Kebaikan: Apa yang Harus Kita Lakukan?
Hijrah di bulan Ramadhan berarti meninggalkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan kebiasaan baik. Beberapa bentuk hijrah yang bisa kita lakukan:
3.1 Hijrah dari Kemalasan Menuju Kesungguhan dalam Ibadah
Bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk disiplin dalam ibadah, seperti shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk membangun kebiasaan ibadah yang lebih baik.
3.2 Hijrah dari Lisan yang Buruk Menuju Lisan yang Baik
Rasulullah ﷺ bersabda:
"مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ"
"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya."
(HR. Bukhari)
Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia, dusta, dan gibah.
3.3 Hijrah dari Sifat Kikir Menuju Sifat Dermawan
Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Mari kita manfaatkan bulan ini untuk lebih banyak bersedekah kepada yang membutuhkan.
3.4 Hijrah dari Dosa Menuju Taubat yang Sebenar-benarnya
Ramadhan adalah bulan pengampunan, maka mari kita manfaatkan dengan banyak beristighfar dan bertaubat. Allah berfirman:
"إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ"
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
(QS. Al-Baqarah: 222)
Mari kita jadikan Ramadhan sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan meninggalkan segala dosa yang selama ini kita lakukan.
4. Menjaga Hijrah Setelah Ramadhan
Setelah Ramadhan berakhir, kita harus berusaha menjaga hijrah kita agar tidak kembali kepada kebiasaan buruk. Beberapa cara untuk menjaga istiqamah setelah Ramadhan:
1. Tetap menjaga ibadah yang sudah dibangun di bulan Ramadhan, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan sedekah.
2. Mencari lingkungan yang baik, berteman dengan orang-orang yang dapat menguatkan iman kita.
3. Terus memperbaiki diri dan tidak cepat puas dengan amal yang telah dilakukan.
4. Memperbanyak doa agar Allah memberikan keistiqamahan dalam kebaikan. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
"Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."
(HR. Tirmidzi)
Penutup
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ramadhan adalah momentum terbaik untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan dalam diri kita. Jadikan bulan ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih taat kepada Allah.
Semoga kita semua dapat mengambil manfaat dari bulan yang penuh berkah ini dan mampu menjaga hijrah kita hingga akhir hayat.
وَبِاللَّهِ التَّوْفِيقُ وَالْهُدَى، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Post a Comment